Tampilkan postingan dengan label buah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buah. Tampilkan semua postingan
Minggu, 16 Oktober 2016
Panduan teknis budidaya buah naga
Buah naga dikelompokan kedalam keluarga tanaman kaktus. Meskipun dikenal sebagai buah dari Asia, tanaman ini aslinya berasal dari Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Pada tahun 1870, bangsa Perancis membawa buah naga dari Guyana ke Vietnam sebagai tanaman hias. Karena rasanya manis, buah naga kemudian dikonsumsi secara meluas di Vietnam dan Cina.
Di Indonesia, buah naga mulai populer sejak tahun 2000. Tidak jelas benar siapa yang pertama kali mengembangkannya. Diperkirakan buah naga yang masuk ke negeri kita berasal dari Thailand dan dibudidayakan oleh para pehobi tanaman secara sporadis.
Saat ini terdapat beberapa spesies tanaman buah naga yang banyak dibudidayakan. Jenis-jenisnya buah populer yaitu:
Hylocereus undatus kulitnya merah dengan daging buah putih
Hylocereus polyrhisus kulit merah dengan daging buah merah
Hylocereus costaricensis kulit merah dengan daging buah merah pekat agak keunguan
Hylocereus megelanthus kulitnya berwarna kuning dengan daging buah putih.
Budidaya buah naga sangat cocok dengan kondisi iklim dan alam Indonesia. Tanaman ini tumbuh optimal pada ketinggian 0-350 meter dpl dengan curah hujan sekitar 720 mm per tahun. Suhu udara ideal bagi pertumbuhan buah naga berkisar 26-36 derajat celcius.
Memilih bibit buah naga
Tanaman buah naga bisa diperbanyak dengan cara generatif dan vegetatif. Cara generatif yaitu memperbanyak tanaman dari biji. Benih diambil dengan cara mengeluarkan biji dari buah naga terpilih. Cara ini sedikit sulit dan biasanya dilakukan oleh para penangkar berpengalaman.
Cara vegetatif relatif lebih banyak dipakai karena lebih mudah. Budidaya buah naga dengan cara vegetatif lebih cepat menghasilkan buah. Selain itu, sifat-sifat tanaman induk bisa dipastikan menurun pada anaknya. Berikut ini langkah-langkah penyetekkan buah naga:
Penyetekkan dilakukan terhadap batang atau cabang tanaman yang pernah berbuah, setidaknya 3-4 kali. Hal ini berguna agar hasil setek bisa berproduksi lebih cepat dan produktivitasnya sudah ketahuan dari hasil buah terdahulu.
Pilih batang yang berdiameter setidaknya 8 cm, keras, tua, berwarna hijau kelabu dan sehat. Semakin besar diameter batang akan semakin baik, karena batang tersebut akan jadi batang utama tanaman.
Pemotongan dilakukan terhadap batang yang panjangnya sekitar 80-120 cm. Jangan dipotong semua, sisakan sekitar 20%, bagian yang 80% akan dijadikan calon bibit.
Potong-potong batang calon bibit dengan panjang sekitar 20-30 cm. Ujung bagian atas dipotong rata, sedangkan pangkal bawah yang akan ditancapkan ke tanah dipotong meruncing. Gunanya untuk merangsang pertumbuhan akar.
Potongan setek harus memiliki setidaknya 4 mata tunas. Panjang setek bisa lebih pendek namun konsekuensinya akan berpengaruh pada kecepatan berbuah.
Biarkan batang setek yang telah dipotong-potong tersebut hingga getahnya mengering. Apabila langsung ditanam getah yang masih basah bisa menyebabkan busuk batang. Untuk menghindari resiko serangan jamur batang setek bisa di celupkan pada larutan fungisida.
Siapkan bedengan atau polybag untuk menanam setek-setek tersebut. Untuk campuran tanah atau media tanamnya silahkan lihat cara membuat media persemaian.
Siram bedengan atau polybag yang telah diisi dengan media tanam. Kemudian tancapkan bagian yang runcing dari setek kedalam media tanam sedalam 5 cm.
Berikan naungan atau sungkup untuk melindungi setek tersebut. Lakukan penyiraman sebanyak 2-3 hari sekali.
Setelah 3 minggu, tunas pertama mulai tumbuh dan naungan atau sungkup harus dibuka agar bibit mendapatkan cahaya matahari penuh.
Pemeliharaan bibit biasanya berlangsung hingga 3 bulan. Pada umur ini tinggi bibit berkisar 50-80 cm.
Persiapan budidaya buah naga
Kebutuhan bibit untuk budidaya buah naga seluas satu hektar sekitar 6000-1000 bibit. Jumlah bibit yang diperlukan tergantung pada metode tanam dan pengaturan jarak tanam. Kali ini alamtani membahas metode budidaya buah naga dengan tiang panjat tunggal. Dengan sistem ini dibutuhkan tiang panjat sebanyak 1600 batang dengan kebutuhan bibit tanaman sebanyak 6400 bibit per hektar.
a. Pembuatan tiang panjat
Dalam budidaya buah naga tiang panjat sangat diperlukan untuk menopang tumbuhnya tanaman. Tiang panjat biasanya dibuat permanen dari beton. Bentuk tiangnya bisap pilar segi empat atau silinder dengan diameter sekitar 10-15 cm.
Tinggi tiang panjat untuk budidaya buah naga biasanya 2-2,5 meter. Tiang tersebut ditanam sedalam 50 cm agar kuat berdiri. Di ujung bagian atas diberikan penopang berupa batang kayu atau besi membentuk ‘+’. Kemudian tambahkan besi berbentuk lingkaran atau bisa juga ban motor bekas. Sehingga bagian ujung atasnya berbentuk seperti stir mobil.
Buatlah tiang panjat tersebut secara berbaris, jarak tiang dalam satu baris 2,5 meter sedangkan jarak antar baris 3 meter. Jarak ini juga sekaligus menjadi jarak tanam. Di antara barisan buat saluran drainase sedalam 25 cm.
b. Pengolahan tanah
Setelah tiang panjat disiapkan, buatlah lubang tanam dengan ukuran 60×60 cm dengan kedalaman 25 cm. Posisi tiang panjat persis terletak ditengah-tengah lubang tanam tersebut.
Campurkan 10 kg pasir dengan tanah galian untuk menambah porositas tanah. Tambahkan pupuk kompos atau pupuk kandang yang telah matang sebanyak 10-20 kg. Tambahkan juga dolomit atau kapur pertanian sebanyak 300 gram, karena buah naga memerlukan banyak kalsium. Aduk bahan-bahan tersebut hingga merata.
Timbun kembali lubang tanam dengan campuran media di atas. Kemudian siram dengan air hingga basah tapi jangan sampai tergenang. Biarkan lubang tanam yang telah ditimbun kembali tersinari matahari dan mengering.
Setelah 2-3 hari, berikan pupuk TSP sebanyak 25 gram. Pemberian pupuk melingkari tiang panjat dengan jarak sekitar 10 cm dari tiang. Biarkan selama kurang lebih 1 hari. Kini lubang tanam siap untuk ditanami.
Penanaman bibit buah naga
Untuk satu tiang panjat dibutuhkan 4 bibit tanaman buah naga. Bibit ditanam mengitari tiang panjat, jarak antar tiang panjat dengan bibit tanaman sekitar 10 cm. Bibit dipindahkan dari bedeng penyemaian atau polybag. Gali tanah sedalam 10-15 cm, atau disesuaikan dengan ukuran bibit. Kemudian bibit diletakkan pada galian tersebut dan ditimbun dengan tanah sambil dipadatkan.
Setelah ke-4 bibit ditanam, ikat batang bibit tanaman tersebut sehingga menempel pada tiang panjat. Lakukan pengikatan setiap tanaman tumbuh menjulur sepanjang 20-30 cm. Pengikatan jangan terlalu kencang untuk memberi ruang gerak pertumbuhan tanaman dan agar tidak melukai batang.
Pemupukan dan perawatan
a. Pemupukan
Pada masa awal pertumbuhan pupuk yang dibutuhkan harus mengandung banyak unsur nitrogen (N). Pada fase berbunga atau berbuah gunakan pupuk yang banyak mengandung fosfor (P) dan kalium (K). Pemakaian urea tidak dianjurkan untuk memupuk buah naga, karena sering mengakibatkan busuk batang.
Pemupukan dengan pupuk kompos atau pupuk kandang dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan dosis 5-10 kg per lubang tanam. Pada saat berbunga dan berbuah berikan pupuk tambahan NPK dan ZK masing-masing 50 dan 20 gram per lubang tanam. Pada tahun berikutnya perbanyak dosis pemberian pupuk sesuai dengan ukuran tanaman. Pupuk tambahan berupa pupuk organik cair, pupuk hayati atau hormon perangsang buah bisa diberikan untuk memaksimalkan hasil.
b. Penyiraman
Penyiraman bisa dilakukan dengan mengalirkan air pada parit-parit drainase. Selain itu juga bisa menggunakan gembor atau irigasi tetes. Sistem irigasi tetes lebih hemat air dan tenaga kerja namun perlu investasi yang cukup besar.
Penyiraman dengan parit drainase dilakukan dengan merendam parit selama kurang lebih 2 jam. Bila penyiraman dilakukan dengan gembor, setiap lubang tanam disiram dengan air sebanyak 4-5 liter. Frekuensi penyiraman 3 kali sehari di musim kering, atau sesuai dengan kondisi tanah.
Penyiraman bisa dikurangi atau dihentikan ketika tanaman mulai berbunga dan berbuah. Pengurangan atau penghentian penyiraman bertujuan untuk menekan pertumbuhan tunas baru sehingga pertumbuhan buah bisa maksimal. Penyiraman tetap dilakukan apabila tanah terlihat kering dan tanaman layu karena kurang air.
c. Pemangkasan
Terdapat setidaknya tiga tipe pemangkasan dalam budidaya buah naga, yakni pemangkasan untuk membentuk batang pokok, pemangkasan membentuk cabang produksi dan pemangkasan peremajaan.
Pemangkasan untuk membentuk batang pokok dilakukan pada batang bibit tanaman. Tanaman yang baik memiliki batang pokok yang panjang, besar dan kokoh. Untuk mendapatkan itu pilih tunas yang tumbuh di bagian paling atas batang awal. Tunas yang tumbuh dibawahnya sebaiknya dipotong saja.
Pemangkasan untuk membentuk cabang produksi dilakukan pada tunas yang tumbuh pada batang pokok. Pilihlah 3-4 tunas untuk ditumbuhkan. Nantinya tunas ini akan menjadi batang produksi dan tumbuh menjuntai ke bawah. Tunas yang ditumbuhkan sebaiknya yang ada di bagian atas, sekitar 30 cm dari ujung atas.
Pemangkasan peremajaan dilakukan terhadap cabang produksi yang kurang produktif. Biasanya sudah berbuah 3-4 kali. Hasil pangkasan peremajaan ini bisa dijadikan sumber bibit tanaman.
Hal yang perlu diperhatikan dalam pemangkasan adalah bentuk tanaman. Biasanya tanaman buah naga tumbuh tidak teratur. Upayakan agar tunas-tunas yang dipilih bisa membentuk tanaman dengan baik. Sehingga percabangan tidak terlalu rimbun dan batang yang ada dibawah tajuk bisa terkena sinar matahari dengan maksimal.
Pemanenan
Tanaman buah naga berumur panjang. Siklus produktifnya bisa mencapai 15-20 tahun. Budidaya buah naga mulai berbuah untuk pertama kali pada bulan ke 10 hingga 12 terhitung setelah tanam. Namun apabila ukuran bibit tanamannya lebih kecil, panen pertamanya bisa mencapai 1,5-2 tahun terhitung setelah tanam. Produktivitas pada panen pertama biasanya tidak langsung optimal.
Satu tanaman biasanya menghasilkan 1 kg buah. Dalam satu tiang panjat terdapat 4 tanaman. Berarti dengan jumlah tonggal 1600 dalam satu hektar akan dihasilkan sekitar 6-7 ton buah naga sekali musim panen. Usaha budidaya buah naga yang sukses bisa menghasilkan lebih dari 50 ton buah per hektar per tahun.
Ciri-ciri buah yang siap panen adalah kulitnya sudah mulai berwarna merah mengkilap. Jumbai buah berwarna kemerahan, warna hijaunya sudah mulai berkurang. Mahkota buah mengecil dan pangkal buah menguncup atau berkeriput. Ukuran buah membulat dengan berat sekitar 400-600 gram.
Sumber: alamtani.com
Panduan Teknis Budidaya Wortel
Cara Budidaya Wortel – Wortel merupakan salah satu sayuran yang paling menjadi favorit bagi banyak orang yang ada di dunia ini. Ada banyak jenis wortel yang bisa kita kenal, setiap wortel pasti memiliki cara budidaya wortel yang berbeda-beda dan pastinya setiap orang belum tentu bisa melakukannya.
Untuk melakukan budidaya ini sebenarnya kita membutuhkan lahan yang cukup luas. Karena jika budidaya hanya dilakukan pada pekarangan rumah yang kecil hasilnya tidak akan maksimal seperti apa yang kita bayangkan.
Lahan yang besar yang bagus ditumbuhi wortel adalah lahan di dataran tinggi sekitar 1000 dpl yang akan sangat memberikan udara yang bagus.
Ada beberapa orang yang ingin sekali melakukan budidaya namun mereka belum tahu bagaimana cara melakukannya. Sebenarnya melakukan budidaya wortel bukan hal yang sulit karena semua orang pasti bisa melakukan budidaya ini.
Bibit yang digunakan juga akan sangat mempengaruhi apakah budidaya ini akan berhasil atau tidak. Jika bibit yang kita gunakan kualitasnya tidak bagus maka sudah dapat dipastikan bahwa wortel yang akan kita dapatkan juga pasti tidak bagus.
Jika kita bertanya apakah sebenarnya keuntungan jika kita melakukan budidaya ini, sebenarnya ada beberapa keuntungan yang akan diberikan. Berikut ini adalah kemungkinan keuntungan yang akan didapatkan antara lain:
Mendapatkan penghasilan tambahan dari hasil penjualan wortel yang akan kita jual ini.
Membuat tanah menjadi subur karena kita memberikan pupuk juga pada tanah yang ditanami tanaman.
Membuat udara segar karena ada banyak sekali tanaman yang akan ditanam.
Mencegah longsor, apabila kita melakukan penanaman di daerah pegunungan maka tanah akan ikut kuat dengan adanya tanaman ini.
Sama seperti budidaya tanaman yang lain pastinya cara budidaya wortel juga memiliki beberapa tahapan yang akan membantu kita untuk memahaminya. Berikut ini adalah tahapan yang harus dijalankan antara lain:
Persiapan lahan untuk menanam pohon wortel.
Penanaman tanaman wortel.
Pemeliharaan tanaman wortel yang sudah ditanam.
Pembasmian hama dan penyakit.
Pemanenan wortel.
Ada 2 jenis benih atau bibit wortel yang menjadi unggulan di kalangan banyak petani dan juga dikalangan pecinta tanaman. Berikut ini adalah kedua jenis bibit ini antara lain:
Tahapan awal budidaya wortel
Pada awal sekali kita harus memastikan lokasi atau lahan kita untuk menanam sudah cocok dan bisa untuk ditanami pohon wortel. Jika sudah menemukan dataran tinggi yang cocok langkah selanjutnya adalah kita bisa mengolah tanah yang ada pada lahan tersebut.
Tanah harus digarap dengan kedalaman sekitar 50 cm karena tanaman wortel merupakan umbi yang akan dipanen. Selain itu kita bisa menaburkan pupuk kompos pada tanah.
Tahapan kedua
Penanaman benih sudah dimulai pada tahap ini, benih wortel memiliki tekstur yang saling menempel satu sama lain jadi lebih baik jika kita pisahkan dengan cara menggosokannya. Ini merupakan cara yang mudah karena benih wortel bisa langsung ditanam tanpa harus melakukan penyemaian. Tanaman wortel biasanya akan tumbuh dalam waktu 10 hari.
Tahapan ketiga
Pada tahap ini tumbuhan wortel akan mendapatkan sejumlah perawatan seperti pemberian pupuk. Tanaman ini sebaiknya mengalami pemupukan sebanyak 1 kali dalam sebulan. Tanaman ini bisa diberikan pupuk setelah 1 bulan tumbuh. Pupuk yang baik untuk tanaman ini adalah pupuk kompos atau pupuk urea. Selain itu kita juga bisa melakukan penyiangan gulma pada tanaman wortel ini.
Tahapan keempat
Tanaman lahan seperti ini memang sangat rentan sekali terkena serangan hama oleh karena itu harus ada pembasmian hama secara rutin. Biasanya hama yang sering muncul adalah hama ulat tanah dan juga ulat daun.
Keduanya bisa dibasmi dengan cara mencari sarang mereka lalu kita musnahkan sarangnya. Penyiangan gulma juga merupakan salah satu alternatif cara untuk membasmi hama yang ada. Selain itu kita juga bisa menggunakan desinfektan.
Tahapan kelima
Jika sudah ditanam selama kurang lebih 3 bulan maka tanaman wortel ini sudah siap dipanen. Pemanenan wortel juga cukup mudah, kita hanya perlu mencabut tanaman ini lalu kita akan mendapatkan umbi yang matang setelah itu bisa dibersihkan dan dicuci. Maka setelah itu umbi yang disebut sebagai wortel.
Membaca artikel ini mungkin saja akan mendorong kita untuk melakukan cara budidaya wortel yang ternyata cukup mudah. Wortel yang dipanen hasilnya juga akan ditentukan dari benih yang kita gunakan pada saat menanam. Jangan sampai benih yang kita gunakan ini merupakan kualitas rendah karena juga akan pengaruh ke hasil dari budidaya ini.
Sumber: agroteknologi.web.id
Budidaya Melon Buah Primadona Musim Kemarau
Budidaya melon buah primadona musim kemarau – Cuaca terik musim kemarau (panas) paling enak makan buah-buahan yang mengandung air, salah satunya melon. Buah melon memang menjadi salah satu primadona kala musim kemarau. Tidak heran berapapun jumlah buah yang diproduksi / dipanen petani langsung habis untuk memenuhi pesanan pedagang besar untuk didistribusikan ke seluruh Indonesia.
Melihat besarnya peluang pasar dari buah melon, banyak petani yang tergiur mengembangkan atau membudidayakan tanaman melon. Tetapi bukan perkara mudah untuk membudidayakan tanaman melon. Karena butuh perawatan intensif kalau mau panen raya. Perawatan intensif tersebut berbanding lurus dengan modal yang harus dikeluarkan. Petani bisa mengeluarkan biaya lebih dari Rp 100 juta untuk budidaya 45 kepek benih dengan luas area tanam bisa mencapai dua hektare.
Biaya mahal karena perawatan dilakukan setiap hari. Petani melakukan penyemprotan berbagai jenis pestisida, fungisida dan pupuk daun. Bahkan untuk memudahkan perawatan, petani membangun gubuk di tengah hamparan untuk tempat tinggal selama masa budidaya. Melon merupakan tanaman rentan penyakit. Paling riskan adalah serangan jamur. Kalau sampai terlambat penanganan pasti akan gagal panen.
Budidaya melon diawali dengan persiapan lahan. Banyak petani yang memanfaatkan sawah yang dibiarkan kering oleh pemiliknya. Contohnya para petani Kulonprogo yang memanfaatkan sawah di Kecamatan Purwodadi, Bagelen dan Ngombol Purworejo. Para petani tersebut menyewa kepada petani pemilik lahan Rp 800 ribu per hektare selama satu musim tanam.
Kebanyakan petani tidak menggunakan mulsa plastik, melainkan langsung membuat gundukan tanah. Bibit ditanam di gundukan itu, lalu dibiarkan tumbuh, sulurnya akan menjalar ke sekitarnya. Jarak antar gundukan kurang lebih satu meter.
Selesai persiapan lahan lahan, dimulailah penanaman. Adapun untuk penyiraman, petani membuat sumur bor dan menyedotnya menggunakan mesin pompa. Lapisan tanah sawah terutama di dekat pesisir mudah menyerap air karena ada sedikit pasir sehingga tanaman terhindar dari genangan.
Untuk penyemprotan, dilakukan rutin setiap hari menggunakan mesin sprayer. Karena penggunaan mesin ini menurut banyak petani lebih mudah dalam proses mengingat luasnya area budidaya yang harus ditangani.
Dalam dua bulan, buah melon tumbuh seberat 1 – 2 kilogram per butir dengan guratan jaring di permukaan kulitnya. Melon memiliki kadar gula hingga 14 persen dan mengandung banyak air. Setiap hektare lahan melon mampu menghasilkan hingga 25 ton buah, itulah jenis super, pasar sangat menyukai.
Tetapi hasil bagus terkadang tidak berbanding lurus dengan pendapatan. Harga pasar untuk buah melon mempengaruhi hasil yang akan mereka peroleh. Untuk budidaya tahun 2015, hasil yang didapat petani melon kurang menggembirakan.
Pedagang membeli melon Rp 16 juta per truk atau seberat kurang lebih 6,5 ton. Padahal biasanya pedagang mau membeli dengan harga Rp 28 juta per truk apabila sedang kemarau panjang. Menurut pedagang yang membeli melon, karena panen raya melon di mana-mana mengakibatkan kota-kota besar di Indonesia juga diserbu oleh melon-melon dari daerah lain yang sedang panen melon juga.
Kendati budidaya melon selalu dihantui ketidakpastian, namun para petani khususnya yang dari Kulonprogo ini tidak ada kapok-kapoknya untuk membudidayakan melon. Karena berhubung lahan di Kulonprogo sudah penuh oleh melon maka para petani banyak yang menginvasi ke lahan di Kabupaten Purworejo. Tanah di Kabupaten Purworejo cocok untuk melon selain karena struktur tanahnya, sawahnya juga masih subur akibat ada sisa pupuk dari budidaya padi sebelumnya.
Demikian info peluang usaha tentang budidaya melon buah primadona musim kemarau semoga bermanfaat.
Sumber: solehagus.com
Manfaat Buah Mengkudu
Manfaat Buah Mengkudu sudah diketahui sejak lama mengandung khasiat yang sangat baik untuk kesehatan. Buah ini merupakan tanaman tropis yang banyak tumbuh di wilayah Indonesia. Dalam bahasa hawaii mengkudu disebut sebagai noni yang artinya adalah tanaman obat. Meski disebut buah, tak banyak orang yang mau makan buah ini secara langsung sebab baunya sangat busuk dan tidak enak. Hanya orang - orang tertentu saja yang mengkonsumsi buah mengkudu untuk keperluan pengobatan. Namun, bagi Anda yang tidak ingin memakan buah ini karena baunya yang busuk ada alternatif lain yakni obat - obatan herbal hasil ekstrak dari buah mengkudu.
Kandungan yang berkhasiat untuk pengobatan dalam buah mengkudu bernama scopoletin. Zat ini dipercaya oleh ahli dapat mengikat serotonin yang merupakan zat kimiawi penting dalam tubuh manusia. Scopoletin memiliki efek yang dapat melebarkan pembuluh darah yang mengalami penyempitan dan melancarkan peredaran darah dalam tubuh. Selain itu juga dapat dimanfaatkan untuk membunuh bakteri dan jamur serta dapat dijadikan sebagai anti radang dan anti alergi. Masih banyak lagi manfaat buah mengkudu yang akan kami bahas di bawah.
Semua buah-buahan memiliki nutrisi tapi ada satu keunggulan mengkudu dibanding buah lain yakni kandungan Selenium. Zat tersebut adalah sejenis mineral yang dapat dijadikan sebagai antioksidan. Bahkan, antioksidan selenium ini terbukti cukup hebat. Senyawa lain yang tak kalah hebat terkandung dalam mengkudu adalah plant sterois, sosium, xeronine, lycine, arginine, proxeronine, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Manfaat Buah Mengkudu
Percaya atau tidak manfaat buah yang berbau tak sedap ini sudah ditulis secara ilmiah. Meski saya tidak dapat memberikan bukti - bukti namun kami dapat informasikan beberapa diantaranya sebagai berikut.
Antioksidan yang terkandunga dalam buah mengkudu dapat berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh dari radikal bebas.
Sel - sel kanker dalam tubuh dapat dicegah penyebarannya
Mampu mencegah tumbuhnya sel tumor
Mengatasi masalah kesehatan seperti batu, demam, dan sakit perut
Dapat diandalkan sebagai pereda nyeri
Seperti yang sudah kami jelaskan diatas bila mengkudu memiliki sifat antibakteri yang artinya dapat membunuh bakteri merugikan dalam tubuh secara alami
Mengatasi masalah hipertensi
Mengatasi radang dan alergi
Memperbaiki sel dan mengatur fungsinya
Membantu proses regenerasi sel dan mengambat penuaan dini
Masih banyak lagi manfaat buah mengkudu seperti yang dijelaskan oleh beberapa sumber seperti menurunkan kolesterol dan melancarkan buang air besar. Jika Anda ingin mencoba sensasi mengkonsumsi mengkudu segar dapat mengolahnya menjadi minuman jus. Untuk meningkatkan kemampuannya dapat diberi tambahan madu secukupnya. Perlu kita ketahui Manfaat Madu dapat meningkatkan efek pengobatan dan mempercepat proses jalannya obat masuk ke dalam sel.
Sumber: www.petanihebat.com
Tip Pengemasan Buah Buahan Segar
Pengemasan buah-buahan segar telah lama dilakukan sejak manusia mengenal perdagangan. Fungsi utamanya untuk mengatur buah-buahan dalam bentuk satuan sehingga mudah pengangkutannya, serta melindungi buah-buahan selama dalam pemasaran dan penyimpanan. Kemasan yang sederhana berbentuk keranjang yang dibuat dari bahan daun. bambu dan pandan.
Kemasan ini dibuat serta dirancang supaya mudah dibawa oleh manusia. Kemudian kemasan tersebut agar dapat dipikul seperti yang umum disebut bakul.
Pada saat ini di negara-negara maju. buah-buahan segar diharapkan memenuhi kebutuhan antara lain:
Kuat terhadap benturan sehingga dapat melindungi buah yang ada di dalamnya selama pengang-kutan dan penumpukan.
Bahan-bah an kemasan tidak mengandung bahan kimia yang dapat diserap oleh buah sehingga menimbulkan keracunan bagi konsumen.
Harus mudah penanganannya dan memenuhi syarat pemasaran terutama berat, ukuran serta bentuknya. Dalam hal ini perlu diperhatikan pembakuan ukuran dan bentuk kemasan.
Harus cepat menyerap dingin dan meneruskan dingin tersebut ke buah.
Kekuatan mekanis kemasan tidak dipengaruhi oleh kadar air pada saat basah atau kelembaban tinggi.
Aman. jangan terbuka atau terlalu tertutup.
Hal ini penting selama dalam pemasaran.
Cocok. dapat digunakan kemasan yang tidak tembus cahaya atau yang tembus cahaya.
Memungkinkan untuk dijual secara eceran.
Dirancang untuk sekali pakai. untuk dipakai kembali atau dapat digunakan untuk kemasan barang lainnya.
Harganya harus diusahakan serendah mungkin dan disesuaikan dengan niiai ekonomis buah yang akan dikemas.
Untuk melindungi buah dari kerusakan mekanis. kemasan harus tetap kuat selama dalam mata rantai pemasaran, sehingga pemilihan bahan kemasan merupakan hal penting. Pada saat ini banyak digunakan bahan kemasan dari karton dan bentuk baki yang mudah rusak, karena menyerap uap air serta kurang baik dalam iklim tropik dan dalam ruangan penyimpanan yang mempunyai kelembaban nisbi tinggi.
Keadaan semacam ini dapat dilindungi dengan melapisi lilin atau bahan yang bersifat mencegah masuknya air. Akan tetapi lilin cukup mahal, penggunaan bahan kemasan dari karton yang bergelombang dengan pemberian bahan pelapis tahan air pada permukaannya merupakan salah satu usaha untuk melindungi masuknya air atau kelembaban nisbi tinggi.
Buah segar peka terhadap kerusakan mekanis yang akan menimbulkan luka mekanis. Pemilihan kemasan dan cara pengemasannya harus diperhatikan. Terdapat empat macam luka akibat kerusakan mekanis pada buah yang dikemas yaitu goresim, bertindihan. gesekan dan benturan. Pisang yang masak, apel dan tomat sangat peka terhadap gesekan dan benturan.
Buah yang agak keras seperti semangka, kemasannya harus cukup kuat untuk diangkut sehingga tidak mudah berpindah dari tempat semula.
Kerusakan karena benturan antar buah disebabkan oleh jatuhnya kemasan dan goncangan selama dalam pengangkutan. Kerusakan karena gesekan umum terjadi selama dalam pengangkutan, dan akan menyebabkan goresan ringan sampai kulit buah atau daging buah terkelupas.
Luka yang terjadi pada buah menyebabkan buah berwarna coklat. buah-buahan semacam ini akan menurun harga pasarannya.
Akibat luka terjadi infeksi, yang menyebabkan naiknya pernapasan dan mempercepat pembusukan.
Dalam keadaan seperti ini buah tidak dapat dimakan, sehingga buah yang dapat dimanfaatkan berkurang jumiahnya.
Pada waktu melakukan kemasan buah-buahan, hal yang harus diperhatikan adalah: usahakan setiap buah tidak bergerak, dan kemasan diisi penuh dengan buah tetapi tidak berlebihan. Dengan demikian buah terhindar dari luka akibat gesekan satu dengan lainnya. Pengemasan yang terlalu rapat akan menimbulkan kerusakan karena tekanan. Untuk melindungi buah dari kerusakan mekanis, yaitu dengan membungkus setiap buah lalu dimasukkan ke dalam kemasan.
Bahan pembungkusnya dibuat dari bahan yang cukup lunak dan cjapat menyerap air.
Kemasan yang layak untuk kebanyakan buah-buahan dan sayuran ialah kemasan yang terisi penuh tanpa berlebihan isinya. Misalnya buah jeruk dapat dimasukkan ke dalam kemasan yang murah bahannya, asal penanganannya hati-hati.
Di negara-negara maju, buah telah dimasukkan dalam kemasan yang baik atau kemasan yang telah dirancang untuk buah tertentu.
Setiap buah disusun sesuai dengan posisi, dan polanya dikembangkan agar beratnya seringan mungkin, kemasan tetap baik dan buah tetap menarik pada saat dibuka kemasannya. Sebelum buah dikemas diadakan penyeragaman dengan ukuran yang sama (grading). Setelah kemasan diisi buah, cepat ditutup rapat.
Dengan cara ini pembakuan kemasan lebih menitik beratkan pada beratnya bukan pada jumiahnya. Kemasan berisi penuh serta harus rapat dan rapih. Pemakaian kemasan dari kertas yang mudah dilipat atau baki plastik hanya dipakai pada buah yang mahal yang mudah rusak, karena biayanya mahal. Pembungkusan setiap buah dengan bahan yang lunak dalam kemasan akan mengurangi kerusakan dan mencegah penguapan cairan dari buah. Kemasan yang baik tergantung pada beberapa faktor, seperti lama pemeraman, cara penanganan, pengangkutan, keadaan lingkungan, tersedianya bahan kemasan dan harganya. Di negara-negara yang beriklim tropik kemasan yang termurah yaitu memakai keranjang tradisional yang berasal dari bambu atau bahan-bahan lainnya yang mudah diperoleh, tahan lama dan harganya murah.
Dalam penumpukan dan penyimpanan harus dijaga stabilitas tumpukan kemasan serta pertukaran udaranya, agar panas yang timbul karena pernapasan buah menjadi turun dan suhu ruangan dingin. Ruangan penumpukan harus ekonomis dan mudah dicapai.
Kemasan yang kuat penting untuk pengangkutan jarak jauh dan untuk tumpukan yang tinggi, terutama kalau disimpan dalam ruangan pendingin.
Pemberian jerami atau potongan-potongan kertas adalah cara yang umum pada penanganan kemasan. Pada umumnya tumpukan yang terbaik diperoleh dengan menyusun kemasan secara silang atau mengikat tumpukan.
Jadi memerlukan perbandingan antara panjang dan lebar kemasan yang serasi.
Kemasan yang terbuat dari keranjang yang bulat sukar ditumpuk tanpa resiko kerusakan isinya. Penumpukan kemasan terbuka diperlukan untuk tujuan pendinginan.
Sebelum pendinginan, kemasan tidak boleh kena panas, dan apabila waktu penumpukan kemasan singkat, tidak ada masalah yang timbul karena pernapasan.
Sumber: buletin-pertanian.blogspot.co.id
Manfaat Buah dan Sayur Untuk Kesehatan Tubuh
Salah satunya adalah dengan sering mengonsumsi buah dan sayuran. Manfaat buah dan sayur telah sering kita dengar dan bahkan tidak sedikit yang telah merasakannya. Namun, tidak ada salahnya jika mengulik kembali manfaat keduanya.
Buah dan sayuran memiliki beragam vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Vitamin dan mineral tersebut memiliki fungsi dalam memenuhi asupan nutrisi tubuh sehari-hari agar tubuh senantiasa fit dan sehat.
Bahkan beberapa kandungan di dalam buah dan sayur mampu mencegah terjadinya pertumbuhan sel kanker seperti antioksidan yang bisa mengikat radikal bebas yang bisa merusak tubuh. Tak heran jika saat Anda masih kecil, ibu kerap memarahi kamu untuk memakan sayur dan buah. Percayalah itu untuk kebaikan Anda sendiri.
Manfaat buah dan sayur bagi tubuh memiliki banyak sekali manfaat. Hal tersebut karena kandungan didalam buah dan sayur yang beragam seperti vitamin dan mineral yang tinggi, kemudian serat yang tinggi akan melancarkan pencernaan, mampu menurunkan obesitas serta bisa menurunkan kadar kolesterol yang cukup tinggi, tekanan darah yang lebih stabil bahkan mampu mencegah terjadinya penyakit kanker.
Terlebih jika Anda rajin mengonsumsi buah dan sayur yang beraneka warna sehingga tubuh Anda terbiasa dengan variasi buah dan sayur sehingga tidak terjadi penumpukan vitamin dan mineral karena mengonsumsi jenis buah dan sayuran tertentu.
Melihat kandungan dari buah dan sayur tersebut, tak heran jika buah dan sayur memiliki manfaat yang sangat baik bagi tubuh yang akan berimbas pada kesehatan. Berikut beberapa manfaat buah dan sayur bagi kesehatan, diantaranya adalah:
1. Mampu menurunkan tekanan darah
Beberapa buah dan sayur memiliki kandungan yang mampu menurunkan tekanan darah Anda. Apabila Anda memiliki riwayat tekanan darah tinggi, Anda bisa mengkonsumsi buah dan sayur seperti buah pisang, kentang, buah bit bahkan wortel serta buah dan sayur lain yang mengandung kandungan potasium yang cukup tinggi.
2. Menurunkan kadar kolesterol
Kadar kolesterol yang tinggi akan memiliki dampak pada kesehatan tubuh seperti resiko terkena penyakit jantung. Kadar kolesterol ini masih bisa diturunkan dengan rajin mengonsumsi buah dan sayur. Jenis buah dan sayur yang bisa Anda konsumsi diantaranya adalah buah pear, sayur bayam sampai dengan sayur labu.
3. Sistem kekebalan tubuh yang meningkat
Manfaat buah buahan dan sayur sayuran lainnya adalah mampu meningkatkan sistem kekebalan pada tubuh. Hal tersebut dikarenakan pada buah dan sayur memiliki kandungan vitamin C yang cukup tinggi. Kandungan vitamin C ini yang akan menjaga tubuh tetap sehat dan fit serta tidak gampang sakit.
4. Gigi dan tulang lebih sehat dan kuat
Buah dan sayur juga memiliki kandungan vitamin dan mineral yang mampu menjaga kesehatan tulang serta gigi Anda. Anda bisa mengonsumsi buah dan sayur yang mengandung kandungan kalsium yang tinggi seperti bayam, sayur kale bahkan sayur dengan jenis lobak.
Anda bisa memakan buah dan sayur dengan cara di masak, dimakan mentah atau jika Anda suka Anda bisa memakannya dengan cara di jus atau diambil sarinya. Manfaat jus buah dan sayur sama halnya dengan manfaat buah dan sayur yang lainnya. Anda bisa mengkreasikan berbagai jenis sayur atau buah dalam satu gelas jus untuk mendapatkan manfaat yang maksimal.
Sumber:manfaat-buah.com
Ini Bedanya Sistem Pertanian Organik Dan Anorganik

Maka tak heran, jika sejak dua tahun terakhir banyak sayuran-sayuran, buah-buahan organik yang dijual di pasar tradisional dan pasar modern.
Sebenarnya jika dipelajari, sayuran dan buah organik merupakan hasil dari pertanian organik dengan cara bercocok tanam tanpa menggunakan bahan kimia.
Sehingga mampu menghasilkan bahan pangan yang bergizi tinggi, sehat, tanpa bahan kimia, dan tidak merusak lingkungan disekitar pertanian.
Selain itu, masyarakat yang mulai mengutamakan kesehatan dengan mulai memilih bahan pangan organik.
Menjadi faktor penting semakin bertambah petani yang menerapkan sistim pertanian organik, karena dengan banyaknya masyarakat yang lebih memilih bahan pangan organik membuat permintaan bahan pangan organik semakin meningkat dan menjadi ladang bisnis yang menguntungkan bagi petani.
Saat ini pemerintah Indonesia sedang berusaha menerapkan program pangan sehat, untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat menggunakan bahan pangan organik dan menyarankan para petani agar menggunakan teknik pertanian organik dari pada sistem pertanian anorganik (konvensional).
Pada dasarnya, pertanian organik dan anorganik menggunakan teknik yang hampir sama. Namun, yang menjadikan keduanya berbeda adalah penggunaan pupuk. Jika di pertanian organik bahan-bahan dasar yang digunakan bersifat aman dan tidak merusak alam, karena bahan dasar pembuatannya dari alam.
Sedangkan pupuk anorganik lebih banyak menggunakan bahan-bahan yang terbuat dari kimia, sehingga proses panen tanaman lebih cepat.
Perbedaan pertanian organik dan pertanian anorganik dapat dilihat dari beberapa aspek, antara lain ;
Proses Persiapan dan Pemilihan Bibit
Bibit pada pertanian organik berasal dari tanaman alami, namun pada pertanian anorganik bibit berasal dari hasil rekayasa atau persilangan genetik.
Proses Pengolahan Tanah
Pada pertanian Anorganik sebagian besar menggunakan traktor mesin, sehingga tanah menjadi padat dan mengakibatkan organisme tanah mati.
Sedangkan pada pertanian organik tanah diolah seminimal mungkin, sehingga organime tanah tetap hidup dan memperkecil risiko kerusakan tanah.
Proses Persemaian atau Persiapan Penanaman Bibit
Pertanian organik dilakukan secara alami tanpa pestisida, sedangkan pertanian Anorganik dilakukan dengan pestisida dan bahan kimia.
Proses Penanaman
Pada pertanian organik saat proses penanaman hingga panen menggunakan teknik sejenis Bibit dan tidak ada kombinasi, sementara di pertanian organik terdapat macam-macam jenis tanaman dengan kombinasi tanaman pendamping dan tentunya menggunakan penataan tanaman yang lebih baik dari pertanian organik.
Proses Pengairan
Pertanian organik menggunakan air bersih dan bebas dari bahan kimia untuk pengairan, sedangkan pada pertanian organik menggunakan air yang sudah dicampur dengan pestisida dan bahan kimia untuk menjaga tanaman tetap sehat serta mempercepat pertumbuhan.
Proses Pemupukan
Pertanian anorganik menggunakan pupuk kimia buatan pabrik, sedangkan sebagian besar pertanian organik menggunakan pupuk kandang dan kompos buatan petani sendiri.
Proses Pengendalian Hama dan Penyakit
Pertanian organik menggunakan pestisida dan zat kimia lainnya, sedangkan pertanian organik menggunakan pengendalian dengan manual dan pertimbangan alam.
Proses Panen Produksi
Hasil panen pertanian organik lebih bersih dan sehat untuk dikonsumsi, sementara hasil pertanian anorganik kurang baik dan kemungkinan sudah tercemar zat kimia.
Sumber: agroteknologi.web.id
Label:
agribisnis,
agribisnispedia,
bahan pangan,
bersih,
buah,
gizi tinggi,
hama,
organik,
panen,
penanaman,
pengairan,
penyakit,
pertanian,
pertanian organik anorganik,
petani,
pupuk,
sayur,
sehat
Langganan:
Komentar (Atom)





