Tampilkan postingan dengan label penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penyakit. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Oktober 2016

Manfaat Tanaman Lidah Mertua

Manfaat Tanaman Lidah Mertua


Manfaat Tanaman Lidah Mertua – Nama Tanaman yang satu ini cukup unik, lidah mertua. Ada pula yang menyebutnya pedang-pedangan, karena bentuk daunnya yang memanjang seperti pedang. Meski demikian, saat ini sudah banyak sekalian jenis variannya, tak hanya dengan bentuk daun memanjang, namun juga dengan bentuk dan model yang mini dan unik. Nama populernya lainnya, yang sering hadir dibuku ilmiah ialah sansevieria.

Lidah mertua ini adalah salah satu jenis tanaman hias yang seringkali ditanam di luar maupun di dalam ruangan. Cara tanam dan merawatnya juga cukup mudah. Bahkan bila musim kemarau, walau seminggu tak disiram akan masih bertahan. Jadi cocok untuk anda yang suka tanaman hias namun sering lupa atau malas merawatnya. Demikian pula dengan pengembangbiakannya. Cukup mudah. Melalui pemisahan tunas-tunas baru yang ada di sekitar rumpun, atau bisa pula dengan memotong kecil daunnya dan disemaikan atau dengan ditancapkan (stek) pada media tanah gembur, kadar air cukup, serta dibawah sinar matahari. Sekian minggu berikutnya dari daun-daun yang di potong tadi akan tumbuh akar-akar baru dan dengan tunas-tunas kecil. Untuk cara kedua ini, hasilnya dapat membentuk tanaman lidah mertua yang unik dan mini, serta tidak sama dengan induknya. Lidah mertua mini dan unik ini cocok ditanam di pot dan ditaruh di ruangan. Seringkali saya lihat tanaman ini ditaruh di meja-meja kantoran, bank, dan restoran.
Nah tak hanya bentuknya yang unik, tanaman lidah mertua ini juga banyak manfaat, diantaranya adalah sebagai berikut:
Manfaat untuk diri dan lingkungan
Dapat menyerap 107 jenis polutan pada daerah yang padat lalu lintas serta ruangan yang penuh dengan asap rokok. Pada setiap helai daun sansevieria terdapatpregnane glycoside, yakni zat yang dapat mengurai zat beracun jadi senyawa organik, gula, serta asam amino. Zat beracun yang telah diurai, contohnya karbondioksida, benzen, xilen, formaldehid, triklorotilen dan koloroform.
Dalam ruangan, lidah mertua dapat mengatasisick building syndrome,yakni keadaan ruangan yang tak sehat karena tingginya konsentrasi gas korbondioksida, nikotin rokok, serta pemakaian AC. 1 tanaman lidah mertua berjenis trifasciata lorentii dewasa dengan daun 4/5 helai mampu menyegarkan kembali udara di dalam ruangan seluas 20 m persegi.
Untuk lidah mertua berjenis trifasciata lorentii yang telah dipotong-potong 5 cm dan ditempatkan dalam kulkas bisa menghilangkan bau aroma tak sedap. Pada lingkungan industri potongan daun ini seringkali disebarkan pada ruang-ruang produksi industri bertujuan untuk mereduksi senyawa beracun yang sudah terhirup oleh para pekerja.
Mampu mereduksi radiasi gelombang elektromaghnetik yang dikeluarkan komputer dan televisi. Maka sangat baik bila tanaman ini jika ditaruh disamping televisi atau komputer.
Manfaat Tanaman Lidah Mertua untuk Kesehatan
Sebagai antibiotika, radang, kencing manis, flu, tekanan darah tinggi, gigitan ular. Kandungan kimia yang terdapat pada tanaman lidah mertua, yakni pada daunnya punya kandungan abamagenin, kardenolin, polifenol dan saponin.

Cara penggunaan :

Untuk mengatasi Tekanan Darah Tinggi, digigit ular, diare, radang saluran nafas, radang usus dan radang lambung:
Cuci hingga bersih 27 gram akar lidah mertua kering, rebuslah dengan tiga gelas air hingga tersisa satu gelas. Saringlah air rebusan tadi, kemudian minum dua kali sehari masing-masing setengah gelas.

Untuk mengatasi influenza, kencing manis, batuk,:
Cuci sampai bersih 25 buah lidah mertua, rebuslah dengan tiga gelas air hingga tersisa satu gelas. Sesudah dingin saringlah rebusan tadi kemudian minum dua kali sehari masing-masing setengah gelas.
Itulah tanaman lidah mertua yang rupanya sangat kaya manfaat. Tak hanya sebagai penghias atau sebagai pagar aja, namun manfaatnya sangat bagus bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Bahkan pada beberapa literatur ilmu kesehatan, tanaman ini sangat banyak manfaatnya dalam dunia pengobatan. Jadi, tak ada salahnya bila anda menanamnya sebagai tanaman hias dan sekaligus bisa menikmati manfaat sehatnya.

Sumber: www.tanamanobat.net

Ini Bedanya Sistem Pertanian Organik Dan Anorganik

Ini Bedanya Sistem Pertanian Organik Dan Anorganik
Ini Bedanya Sistem Pertanian Organik Dan Anorganik – Saat ini, bahan-bahan makanan yang berasal dari pertanian organik sedang populer di masyarakat Indonesia.

Maka tak heran, jika sejak dua tahun terakhir banyak sayuran-sayuran, buah-buahan organik yang dijual di pasar tradisional dan pasar modern.

Sebenarnya jika dipelajari, sayuran dan buah organik merupakan hasil dari pertanian organik dengan cara bercocok tanam tanpa menggunakan bahan kimia.

Sehingga mampu menghasilkan bahan pangan yang bergizi tinggi, sehat, tanpa bahan kimia, dan tidak merusak lingkungan disekitar pertanian.
Selain itu, masyarakat yang mulai mengutamakan kesehatan dengan mulai memilih bahan pangan organik.

Menjadi faktor penting semakin bertambah petani yang menerapkan sistim pertanian organik, karena dengan banyaknya masyarakat yang lebih memilih bahan pangan organik membuat permintaan bahan pangan organik semakin meningkat dan menjadi ladang bisnis yang menguntungkan bagi petani.

Saat ini pemerintah Indonesia sedang berusaha menerapkan program pangan sehat, untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat menggunakan bahan pangan organik dan menyarankan para petani agar menggunakan teknik pertanian organik dari pada sistem pertanian anorganik (konvensional).

Pada dasarnya, pertanian organik dan anorganik menggunakan teknik yang hampir sama. Namun, yang menjadikan keduanya berbeda adalah penggunaan pupuk. Jika di pertanian organik bahan-bahan dasar yang digunakan bersifat aman dan tidak merusak alam, karena bahan dasar pembuatannya dari alam.

Sedangkan pupuk anorganik lebih banyak menggunakan bahan-bahan yang terbuat dari kimia, sehingga proses panen tanaman lebih cepat.

Perbedaan pertanian organik dan pertanian anorganik dapat dilihat dari beberapa aspek, antara lain ;

Proses Persiapan dan Pemilihan Bibit
Bibit pada pertanian organik berasal dari tanaman alami, namun pada pertanian anorganik bibit berasal dari hasil rekayasa atau persilangan genetik.

Proses Pengolahan Tanah
Pada pertanian Anorganik sebagian besar menggunakan traktor mesin, sehingga tanah menjadi padat dan mengakibatkan organisme tanah mati.

Sedangkan pada pertanian organik  tanah diolah seminimal mungkin, sehingga organime tanah tetap hidup dan memperkecil risiko kerusakan tanah.

Proses Persemaian atau Persiapan Penanaman Bibit
Pertanian organik dilakukan secara alami tanpa pestisida, sedangkan pertanian Anorganik dilakukan dengan pestisida dan bahan kimia.

Proses Penanaman
Pada pertanian organik saat proses penanaman hingga panen menggunakan teknik sejenis Bibit dan tidak ada kombinasi, sementara di pertanian organik terdapat macam-macam jenis tanaman dengan kombinasi tanaman pendamping dan tentunya menggunakan penataan tanaman yang lebih baik dari pertanian organik.

Proses Pengairan
Pertanian organik menggunakan air bersih dan bebas dari bahan kimia untuk pengairan, sedangkan pada pertanian organik menggunakan air yang sudah dicampur dengan pestisida dan bahan kimia untuk menjaga tanaman tetap sehat serta mempercepat pertumbuhan.

Proses Pemupukan
Pertanian anorganik menggunakan pupuk kimia buatan pabrik, sedangkan sebagian besar pertanian organik menggunakan pupuk kandang dan kompos buatan petani sendiri.

Proses Pengendalian Hama dan Penyakit
Pertanian organik menggunakan pestisida dan zat kimia lainnya, sedangkan pertanian organik menggunakan pengendalian dengan manual dan pertimbangan alam.

Proses Panen Produksi
Hasil panen pertanian organik lebih bersih dan sehat untuk dikonsumsi, sementara hasil  pertanian anorganik kurang baik dan kemungkinan sudah tercemar zat kimia.

Sumber: agroteknologi.web.id