Minggu, 16 Oktober 2016

INFO CARA MENANAM ANGGUR DI PEKARANGAN

INFO CARA MENANAM ANGGUR DI PEKARANGAN



Buah Anggur atau nama ilmiahnya Vitis vinifera atau kalau bahasa inggrisnya disebut grape bukan wine merupakan tanaman asli di daerah sub tropis. Namun anggur bisa juga dibudidayakan di daerah tropis seperti di Indonesia. Anggur termasuk tanaman yang cukup mudah dibudidayakan. Bahkan di beberapa daerah sudah menjadi sentra perkebunan anggur. Nah saat ini kita coba bahas bagaimana bertanam anggur di halaman rumah atau di pekarangan rumah yang lahannya terbatas. Karena Anggur adalah tanaman merambat dan ukurannya juga tidak sebesar pohon mangga, otomatis untuk hanya memerlukan lahan yang sedikit saja, ukuran 50 x 50 x 50 cm sudah cukup untuk setiap pohon. Anggur umunya bisa tumbuh dan berbuah dengan baik di daerah-daeraah yang musim keringnya panjang seperti di sentra anggur probolinggo jawa timur yang panas.

Bibit Anggur
Bibit anggur sangat mudah didapatkan. Anda bisa menghubungi penjual tanaman hias di kota anda, dan bisa pesan bibit anggur dengan harga yang terjangkau. Saat ini bibit anggur hijau dan merah cukup terjangkau harganya, sekitar Rp 10.000 s/d 15.000 per pohon.

Penyiapan Lahan 

Untuk membudidayakan tanaman anggur, kita mulai dengan pembuatan media tanaman berupa pembuatan lubang 50 x 50 x 50 cm yang dibiarkan 2-3 minggu, diisi tanah, pasir dan pupuk kandang dengan komposisi 1:1:2.

Pada beberapa lokasi, Tanaman anggur paling baik ditanam pada bulan April-Juni, bibit tananam anggur di polybag dibuka pelan-pelan dengan silet atau gunting lalu dimasukkan ke tanah hingga rata dengan tanah. Pembukaan polybag harus pelan-pelan dan jangan sampai merusak akar tanaman anggur.

Tanaman anggur memang membutuhkan air namun jangan sampai terjadi genangan air. Sejak awal pertumbuhan disiram 2 kali sehari, kecuali hujan, dan sebulan sebelum dipangkas, penyiraman agar dihentikan.

Dua-tiga hari setelah dipangkas, tanaman disiram air lagi sebanyak-banyaknya. Seminggu sebelum penen, pengairan dihentikan dan 4 hari sebelum panen harus segera diairi lagi hingga tanahnya cukup basah.

Setelah tanaman berumur satu tahun, tunas cabang pokok disebut cabang primer dipangkas dan disisakan 0,5 meter. Tunas cabang sekunder menghasilkan cabang tersier yang tumbuh bersama bunga yang selanjutnya menghasilkan buah. Bersamaan dengan pemangkasan, semua daun dihilangkan/dipotong. Tunas-tunas tersier diatur agar bentuknya seperti sirip.

Hingga tanaman berumur 1 tahun, dipupuk dengan pupuk yang berunsur N (urea), dilakukan setiap 10 hari sekali sampai berumur 3 bulan, pemupukan 10 gram/pohon. Selanjutnya, tanaman 3-6 bulan butuh 15 gr/pohon setiap 15 hari sekali, 6-12 bulan butuh 50 gr/pohon setiap 30 hari sekali. Setelah tanaman berumur 4 tahun, pemupukan diberikan setahun sekali menjelang pemangkasan pembuahan.

Beberapa hal yang juga patut diperhatikan dalam pembudidayaan tanaman anggur, bulan Maret-April biasanya buahnya sedikit karena tidak sedang musim bunga, Juli-Agustus biasanya buahnya banyak, dalam memotong cabang subur ditinggalkan 4-10 mata tunas. Cabang yang dipangkas harus meneteskan air, bila tidak pemangkasan ditunda.

Selain itu, tunas yang tumbuh di atas bunga sebaiknya dipangkas, bila buhnya sudah besar sebesar biji asem, sebaiknya dilakukan penjarangan sebanyak 40-50 persen. Agar buah tak diserang hama, buahnya sebaiknya dibungkus dengan kertas semen atau kantong plastik transparan. Buah siap panen setelah pemangkasan bunga 105- 110 hari.

Sumber: tipspetani.blogspot.co.id

Teknik Menanam Bunga Merambat Dalam Pot

Teknik Menanam Bunga Merambat Dalam Pot



Tidak sulit untuk kita menanam bunga merambat dalam sebuah pot.Teknik serta cara penanamanya sama seperti kita menanam bunga Hias biasa,akan tetapi,kita membutuhkan peralatan yang lebih,yaitu sebuah tempat Untuk rambatan bunga tersebut atau biasa di sebut Pergola.Teknik menanam bunga merambat dalam pot sangat mudah jika sudah mengetahui serta memahami tekniknya.

Perbedaan dengan kita menanam bunga biasa dengan bunga merambat adalah adanya tambahan kusus yang berupa tempat kita menanam serta perlengkapan yang harus kita siapkan.Jika anda berminat menanam bunga hias dalam sebuah pot,sebaiknya di buatkan rambatan kusus(pergola agar tanaman bisa merambat di sekitar pot.dengan demikian keunikan dan keindahan akan semakin terpancar.

Baiklah,biar tidak banyak obrolan,kali ini saya akan membagikan Tutorial Teknik menanam bunga merambat dalam sebuah pot ataupun menanam pada sebuah tanah biasa.langkah demi langkan yang mesti kita siapkan dan kita tempuh adalah sebagai berikut.

Yang pertama.siapkan peralatan yang di butuhkan terlebih dahulu,seperti Bibit tanaman yang sudah memiliki umur sekitar 2 bulanan,Pot,sekop kecil,pergola/tempat rambatanya serta media tanamannya yang berupa tanah kompos.

Langkah ke dua,buat terlebih dahulu model desain rambatan tersebut,bisa sesuka hati anda,namun kami sarankan,buatlah mirip seperti sebuah payung,agar memiliki seni dan keunikan.

Selanjutnya yang ketiga,pot plastik yang memiliki ukuran diameter 50 cm dan pot usahakan memiliki kaki,langkah ini agar saat penyiraman dan terkena hujan,air tidak mudah mengenangi pot tanaman  hias tersebut.

Keempat,Media tanam yang kita gunakan berupa kompos yaitu dengan campuran ranah dengan sekam bakar,campur dengan coco peat.harap di ingat,sekam yang kita gunakan harus berupa sekam bakar yang banar matang dengan ciri warna yang hitam pekat.

Untuk Coco peatnya sendiri,sebaiknya gunakan juga yang telah matang,ciri coco peat matang memiliki warna hitam agak kecoklatan.

Selanjutnya,pupuk yang kita gunakan nantinya merupakan pupuk daun yang berupa Growmore,pupuk ini mampu cepat merangsang vegetatifnya.

setelah semua bahan kita siapkan,Lalu semua bahan di campur,Tanah,sekam bakar,coco peat dan pupuk.Untuk ukuran pencampuran masing-masing 50% kecuali pupuknya jika menggunakan pot ukuran 50 Cm,gunakan pupuk satu sendok makan,lalu semua bahan di campur.

lalu kita masukan ke dalam sebuah pot,selanjutnya tinggal kita tanam bunga hias tersebut.jangan lupa .tancapkan Pergola di samping tanaman,hal ini untuk membuat tanaman hias tersebut merambat dengan sendirinya.buatlah pergola yang unik serta terbuat dari bahan besi agar lebih tahan lama.

Setelah semua siap.langkah selanjutnya adalah perawatan,lakukan penyiraman 2 kali sehari pagi dan sore hari,biasanya dalam 3 bulan,tanaman merambat yang kita tanaman sudah menunjukan keunikanya dan bunga tanaman sudah mulai bermunculan.kuwajiban kita hanya merawatnya dengan baik,agar Tanaman hias merambat tersebut terus berkembang bias secara subur dan indah jika di pandang mata.semoga bermanfaat…

Sumber: merawatbunga.com

Panduan teknis budidaya buah naga

Panduan teknis budidaya buah naga


Buah naga dikelompokan kedalam keluarga tanaman kaktus. Meskipun dikenal sebagai buah dari Asia, tanaman ini aslinya berasal dari Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Pada tahun 1870, bangsa Perancis membawa buah naga dari Guyana ke Vietnam sebagai tanaman hias. Karena rasanya manis, buah naga kemudian dikonsumsi secara meluas di Vietnam dan Cina.
Di Indonesia, buah naga mulai populer sejak tahun 2000. Tidak jelas benar siapa yang pertama kali mengembangkannya. Diperkirakan buah naga yang masuk ke negeri kita berasal dari Thailand dan dibudidayakan oleh para pehobi tanaman secara sporadis.
Saat ini terdapat beberapa spesies tanaman buah naga yang banyak dibudidayakan. Jenis-jenisnya buah populer yaitu:
Hylocereus undatus kulitnya merah dengan daging buah putih
Hylocereus polyrhisus kulit merah dengan daging buah merah
Hylocereus costaricensis kulit merah dengan daging buah merah pekat agak keunguan
Hylocereus megelanthus kulitnya berwarna kuning dengan daging buah putih.
Budidaya buah naga sangat cocok dengan kondisi iklim dan alam Indonesia. Tanaman ini tumbuh optimal pada ketinggian 0-350 meter dpl dengan curah hujan sekitar 720 mm per tahun. Suhu udara ideal bagi pertumbuhan buah naga berkisar 26-36 derajat celcius.
Memilih bibit buah naga
Tanaman buah naga bisa diperbanyak dengan cara generatif dan vegetatif. Cara generatif yaitu memperbanyak tanaman dari biji. Benih diambil dengan cara mengeluarkan biji dari buah naga terpilih. Cara ini sedikit sulit dan biasanya dilakukan oleh para penangkar berpengalaman.
Cara vegetatif relatif lebih banyak dipakai karena lebih mudah. Budidaya buah naga dengan cara vegetatif lebih cepat menghasilkan buah. Selain itu, sifat-sifat tanaman induk bisa dipastikan menurun pada anaknya. Berikut ini langkah-langkah penyetekkan buah naga:
Penyetekkan dilakukan terhadap batang atau cabang tanaman yang pernah berbuah, setidaknya 3-4 kali. Hal ini berguna agar hasil setek bisa berproduksi lebih cepat dan produktivitasnya sudah ketahuan dari hasil buah terdahulu.
Pilih batang yang berdiameter setidaknya 8 cm, keras, tua, berwarna hijau kelabu dan sehat. Semakin besar diameter batang akan semakin baik, karena batang tersebut akan jadi batang utama tanaman.
Pemotongan dilakukan terhadap batang yang panjangnya sekitar 80-120 cm. Jangan dipotong semua, sisakan sekitar 20%, bagian yang 80% akan dijadikan calon bibit.
Potong-potong batang calon bibit dengan panjang sekitar 20-30 cm. Ujung bagian atas dipotong rata, sedangkan pangkal bawah yang akan ditancapkan ke tanah dipotong meruncing. Gunanya untuk merangsang pertumbuhan akar.
Potongan setek harus memiliki setidaknya 4 mata tunas. Panjang setek bisa lebih pendek namun konsekuensinya akan berpengaruh pada kecepatan berbuah.
Biarkan batang setek yang telah dipotong-potong tersebut hingga getahnya mengering. Apabila langsung ditanam getah yang masih basah bisa menyebabkan busuk batang. Untuk menghindari resiko serangan jamur batang setek bisa di celupkan pada larutan fungisida.
Siapkan bedengan atau polybag untuk menanam setek-setek tersebut. Untuk campuran tanah atau media tanamnya silahkan lihat cara membuat media persemaian.
Siram bedengan atau polybag yang telah diisi dengan media tanam. Kemudian tancapkan bagian yang runcing dari setek kedalam media tanam sedalam 5 cm.
Berikan naungan atau sungkup untuk melindungi setek tersebut. Lakukan penyiraman sebanyak 2-3 hari sekali.
Setelah 3 minggu, tunas pertama mulai tumbuh dan naungan atau sungkup harus dibuka agar bibit mendapatkan cahaya matahari penuh.
Pemeliharaan bibit biasanya berlangsung hingga 3 bulan. Pada umur ini tinggi bibit berkisar 50-80 cm.
Persiapan budidaya buah naga
Kebutuhan bibit untuk budidaya buah naga seluas satu hektar sekitar 6000-1000 bibit. Jumlah bibit yang diperlukan tergantung pada metode tanam dan pengaturan jarak tanam. Kali ini alamtani membahas metode budidaya buah naga dengan tiang panjat tunggal. Dengan sistem ini dibutuhkan tiang panjat sebanyak 1600 batang dengan kebutuhan bibit tanaman sebanyak 6400 bibit per hektar.
a. Pembuatan tiang panjat
Dalam budidaya buah naga tiang panjat sangat diperlukan untuk menopang tumbuhnya tanaman. Tiang panjat biasanya dibuat permanen dari beton. Bentuk tiangnya bisap pilar segi empat atau silinder dengan diameter sekitar 10-15 cm.
Tinggi tiang panjat untuk budidaya buah naga biasanya 2-2,5 meter. Tiang tersebut ditanam sedalam 50 cm agar kuat berdiri. Di ujung bagian atas diberikan penopang berupa batang kayu atau besi membentuk ‘+’. Kemudian tambahkan besi berbentuk lingkaran atau bisa juga ban motor bekas. Sehingga bagian ujung atasnya berbentuk seperti stir mobil.
Buatlah tiang panjat tersebut secara berbaris, jarak tiang dalam satu baris 2,5 meter sedangkan jarak antar baris 3 meter. Jarak ini juga sekaligus menjadi jarak tanam. Di antara barisan buat saluran drainase sedalam 25 cm.
b. Pengolahan tanah
Setelah tiang panjat disiapkan, buatlah lubang tanam dengan ukuran 60×60 cm dengan kedalaman 25 cm. Posisi tiang panjat persis terletak ditengah-tengah lubang tanam tersebut.
Campurkan 10 kg pasir dengan tanah galian untuk menambah porositas tanah. Tambahkan pupuk kompos atau pupuk kandang yang telah matang sebanyak 10-20 kg. Tambahkan juga dolomit atau kapur pertanian sebanyak  300 gram, karena buah naga memerlukan banyak kalsium. Aduk bahan-bahan tersebut hingga merata.
Timbun kembali lubang tanam dengan campuran media di atas. Kemudian siram dengan air hingga basah tapi jangan sampai tergenang. Biarkan lubang tanam yang telah ditimbun kembali tersinari matahari dan mengering.
Setelah 2-3 hari, berikan pupuk TSP sebanyak 25 gram. Pemberian pupuk melingkari tiang panjat dengan jarak sekitar 10 cm dari tiang. Biarkan selama kurang lebih 1 hari. Kini lubang tanam siap untuk ditanami.
Penanaman bibit buah naga
Untuk satu tiang panjat dibutuhkan 4 bibit tanaman buah naga. Bibit ditanam mengitari tiang panjat, jarak antar tiang panjat dengan bibit tanaman sekitar 10 cm. Bibit dipindahkan dari bedeng penyemaian atau polybag. Gali tanah sedalam 10-15 cm, atau disesuaikan dengan ukuran bibit. Kemudian bibit diletakkan pada galian tersebut dan ditimbun dengan tanah sambil dipadatkan.
Setelah ke-4 bibit ditanam, ikat batang bibit tanaman tersebut sehingga menempel pada tiang panjat. Lakukan pengikatan setiap tanaman tumbuh menjulur sepanjang 20-30 cm. Pengikatan jangan terlalu kencang untuk memberi ruang gerak pertumbuhan tanaman dan agar tidak melukai batang.
Pemupukan dan perawatan
a. Pemupukan
Pada masa awal pertumbuhan pupuk yang dibutuhkan harus mengandung banyak unsur nitrogen (N). Pada fase berbunga atau berbuah gunakan pupuk yang banyak mengandung fosfor (P) dan kalium (K). Pemakaian urea tidak dianjurkan untuk memupuk buah naga, karena sering mengakibatkan busuk batang.
Pemupukan dengan pupuk kompos atau pupuk kandang dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan dosis 5-10 kg per lubang tanam. Pada saat berbunga dan berbuah berikan pupuk tambahan NPK dan ZK masing-masing 50 dan 20 gram per lubang tanam. Pada tahun berikutnya perbanyak dosis pemberian pupuk sesuai dengan ukuran tanaman. Pupuk tambahan berupa pupuk organik cair, pupuk hayati atau hormon perangsang buah bisa diberikan untuk memaksimalkan hasil.
b. Penyiraman
Penyiraman bisa dilakukan dengan mengalirkan air pada parit-parit drainase. Selain itu juga bisa menggunakan gembor atau irigasi tetes. Sistem irigasi tetes lebih hemat air dan tenaga kerja namun perlu investasi yang cukup besar.
Penyiraman dengan parit drainase dilakukan dengan merendam parit selama kurang lebih 2 jam. Bila penyiraman dilakukan dengan gembor, setiap lubang tanam disiram dengan air sebanyak 4-5 liter. Frekuensi penyiraman 3 kali sehari di musim kering, atau sesuai dengan kondisi tanah.
Penyiraman bisa dikurangi atau dihentikan ketika tanaman mulai berbunga dan berbuah. Pengurangan atau penghentian penyiraman bertujuan untuk menekan pertumbuhan tunas baru sehingga pertumbuhan buah bisa maksimal. Penyiraman tetap dilakukan apabila tanah terlihat kering dan tanaman layu karena kurang air.
c. Pemangkasan
Terdapat setidaknya tiga tipe pemangkasan dalam budidaya buah naga, yakni pemangkasan untuk membentuk batang pokok, pemangkasan membentuk cabang produksi dan pemangkasan peremajaan.
Pemangkasan untuk membentuk batang pokok dilakukan pada batang bibit tanaman. Tanaman yang baik memiliki batang pokok yang panjang, besar dan kokoh. Untuk mendapatkan itu pilih tunas yang tumbuh di bagian paling atas batang awal. Tunas yang tumbuh dibawahnya sebaiknya dipotong saja.
Pemangkasan untuk membentuk cabang produksi dilakukan pada tunas yang tumbuh pada batang pokok. Pilihlah 3-4 tunas untuk ditumbuhkan. Nantinya tunas ini akan menjadi batang produksi dan tumbuh menjuntai ke bawah. Tunas yang ditumbuhkan sebaiknya yang ada di bagian atas, sekitar 30 cm dari ujung atas.
Pemangkasan peremajaan dilakukan terhadap cabang produksi yang kurang produktif. Biasanya sudah berbuah 3-4 kali. Hasil pangkasan peremajaan ini bisa dijadikan sumber bibit tanaman.
Hal yang perlu diperhatikan dalam pemangkasan adalah bentuk tanaman. Biasanya tanaman buah naga tumbuh tidak teratur. Upayakan agar tunas-tunas yang dipilih bisa membentuk tanaman dengan baik. Sehingga percabangan tidak terlalu rimbun dan batang yang ada dibawah tajuk bisa terkena sinar matahari dengan maksimal.
Pemanenan
Tanaman buah naga berumur panjang. Siklus produktifnya bisa mencapai 15-20 tahun. Budidaya buah naga mulai berbuah untuk pertama kali pada bulan ke 10 hingga 12 terhitung setelah tanam. Namun apabila ukuran bibit tanamannya lebih kecil, panen pertamanya bisa mencapai 1,5-2 tahun terhitung setelah tanam. Produktivitas pada panen pertama biasanya tidak langsung optimal.
Satu tanaman biasanya menghasilkan 1 kg buah. Dalam satu tiang panjat terdapat 4 tanaman. Berarti  dengan jumlah tonggal 1600 dalam satu hektar akan dihasilkan sekitar 6-7 ton buah naga sekali musim panen. Usaha budidaya buah naga yang sukses bisa menghasilkan lebih dari 50 ton buah per hektar per tahun.
Ciri-ciri buah yang siap panen adalah kulitnya sudah mulai berwarna merah mengkilap. Jumbai buah berwarna kemerahan, warna hijaunya sudah mulai berkurang. Mahkota buah mengecil dan pangkal buah menguncup atau berkeriput. Ukuran buah membulat dengan berat sekitar 400-600 gram.

Sumber: alamtani.com

Manfaat Tanaman Lidah Mertua

Manfaat Tanaman Lidah Mertua


Manfaat Tanaman Lidah Mertua – Nama Tanaman yang satu ini cukup unik, lidah mertua. Ada pula yang menyebutnya pedang-pedangan, karena bentuk daunnya yang memanjang seperti pedang. Meski demikian, saat ini sudah banyak sekalian jenis variannya, tak hanya dengan bentuk daun memanjang, namun juga dengan bentuk dan model yang mini dan unik. Nama populernya lainnya, yang sering hadir dibuku ilmiah ialah sansevieria.

Lidah mertua ini adalah salah satu jenis tanaman hias yang seringkali ditanam di luar maupun di dalam ruangan. Cara tanam dan merawatnya juga cukup mudah. Bahkan bila musim kemarau, walau seminggu tak disiram akan masih bertahan. Jadi cocok untuk anda yang suka tanaman hias namun sering lupa atau malas merawatnya. Demikian pula dengan pengembangbiakannya. Cukup mudah. Melalui pemisahan tunas-tunas baru yang ada di sekitar rumpun, atau bisa pula dengan memotong kecil daunnya dan disemaikan atau dengan ditancapkan (stek) pada media tanah gembur, kadar air cukup, serta dibawah sinar matahari. Sekian minggu berikutnya dari daun-daun yang di potong tadi akan tumbuh akar-akar baru dan dengan tunas-tunas kecil. Untuk cara kedua ini, hasilnya dapat membentuk tanaman lidah mertua yang unik dan mini, serta tidak sama dengan induknya. Lidah mertua mini dan unik ini cocok ditanam di pot dan ditaruh di ruangan. Seringkali saya lihat tanaman ini ditaruh di meja-meja kantoran, bank, dan restoran.
Nah tak hanya bentuknya yang unik, tanaman lidah mertua ini juga banyak manfaat, diantaranya adalah sebagai berikut:
Manfaat untuk diri dan lingkungan
Dapat menyerap 107 jenis polutan pada daerah yang padat lalu lintas serta ruangan yang penuh dengan asap rokok. Pada setiap helai daun sansevieria terdapatpregnane glycoside, yakni zat yang dapat mengurai zat beracun jadi senyawa organik, gula, serta asam amino. Zat beracun yang telah diurai, contohnya karbondioksida, benzen, xilen, formaldehid, triklorotilen dan koloroform.
Dalam ruangan, lidah mertua dapat mengatasisick building syndrome,yakni keadaan ruangan yang tak sehat karena tingginya konsentrasi gas korbondioksida, nikotin rokok, serta pemakaian AC. 1 tanaman lidah mertua berjenis trifasciata lorentii dewasa dengan daun 4/5 helai mampu menyegarkan kembali udara di dalam ruangan seluas 20 m persegi.
Untuk lidah mertua berjenis trifasciata lorentii yang telah dipotong-potong 5 cm dan ditempatkan dalam kulkas bisa menghilangkan bau aroma tak sedap. Pada lingkungan industri potongan daun ini seringkali disebarkan pada ruang-ruang produksi industri bertujuan untuk mereduksi senyawa beracun yang sudah terhirup oleh para pekerja.
Mampu mereduksi radiasi gelombang elektromaghnetik yang dikeluarkan komputer dan televisi. Maka sangat baik bila tanaman ini jika ditaruh disamping televisi atau komputer.
Manfaat Tanaman Lidah Mertua untuk Kesehatan
Sebagai antibiotika, radang, kencing manis, flu, tekanan darah tinggi, gigitan ular. Kandungan kimia yang terdapat pada tanaman lidah mertua, yakni pada daunnya punya kandungan abamagenin, kardenolin, polifenol dan saponin.

Cara penggunaan :

Untuk mengatasi Tekanan Darah Tinggi, digigit ular, diare, radang saluran nafas, radang usus dan radang lambung:
Cuci hingga bersih 27 gram akar lidah mertua kering, rebuslah dengan tiga gelas air hingga tersisa satu gelas. Saringlah air rebusan tadi, kemudian minum dua kali sehari masing-masing setengah gelas.

Untuk mengatasi influenza, kencing manis, batuk,:
Cuci sampai bersih 25 buah lidah mertua, rebuslah dengan tiga gelas air hingga tersisa satu gelas. Sesudah dingin saringlah rebusan tadi kemudian minum dua kali sehari masing-masing setengah gelas.
Itulah tanaman lidah mertua yang rupanya sangat kaya manfaat. Tak hanya sebagai penghias atau sebagai pagar aja, namun manfaatnya sangat bagus bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Bahkan pada beberapa literatur ilmu kesehatan, tanaman ini sangat banyak manfaatnya dalam dunia pengobatan. Jadi, tak ada salahnya bila anda menanamnya sebagai tanaman hias dan sekaligus bisa menikmati manfaat sehatnya.

Sumber: www.tanamanobat.net

Cara Menanam Kacang Panjang Yang Baik Dan Benar

Cara Menanam Kacang Panjang Yang Baik Dan Benar



Kacang panjang (Vigna sinensis), adalah tanaman yang masuk kedalam golongan famili leguminosa. Golongan tanaman ini seringkali dimanfaatkan para petani untuk memulihkan kandungan nitrogen tanah dengan cara menjadikannya tanaman sela. Namun, disamping fungsinya sebagai tanaman sela, bercocok tanam kacang panjang juga berpotensi dari sisi ekonomi. Apalagi kacang panjang memiliki kemampuan adaptasi terhadap iklim yang baik, sehingga dapat ditanam di sepanjang musim.

Sayuran berbentuk panjang ini, menyukai udara yang panas, karena itu, pertumbuhannya akan lebih optimal jika berada di rentang suhu 15-24oC dan curah hujan 600-1500 mm per tahun. Kacang panjang juga sangat menyukai tipe tanah dengan drainase yang baik, gembur, serta terkena sinar matahari secara langsung.

Kacang panjang sama seperti halnya tanaman palawija lainnya, mudah ditanam dan gampang perawatannya. Tetapi bukan berarti boleh dibiarkan tumbuh begitu saja. Karena untuk bisa memperoleh hasil yang maksimal, ada langkah-langkah yang mesti dilakukan. Berikut ini langkah-langkah dan cara menanam kacang panjang yang benar :

1. Pemilihan Benih

Benih kacang panjang yang akan dikembangkan, sebelumnya harus sudah matang dari pohon. Benih tersebut kemudian dijemur hingga kering di bawah sinar matahari, dikupas dan dijemur lagi. Setelah melalui proses tersebut, biji kacang panjang bisa langsung ditanam tanpa harus melalui proses penyemaian. Namun, jika cara tersebut dirasa kurang, benih kacang panjang sesuai pilihan bisa dibeli di tempat penjual tanaman.

Untuk mengetahui benih kacang panjang yang baik, perhatikan ciri-ciri benih berikut ini:

a. Biji memiliki bentuk yang lebih besar atau sekitar 80% dari biji kacang pada umumnya. Biji seperti ini memiliki daya tumbuh yang tinggi.

b. Biji yang akan dijadikan benih harus murni, artinya tidak tercampur biji-biji lain yang berasal dari varietas tidak jelas.

c. Umur benih harus cukup tua serta bernas.

d. Benih harus bebas atau tahan dari hama penyakit dan memiliki daya produksi yang tinggi.

2. Pengolahan Tanah

Pengolahan tanah dilakukan dengan dengan cara mencangkul atau membajaknya sedalam +/- 30 cm. Biarkan tanah yang sudah digemburkan tersebut terbuka selama +/- 4 hari guna memberi kesempatan tanah untuk bernapas. Selanjutnya, buatlah bedengan berukuran panjang 8-10 meter, lebar 1-3 meter, dan tingi 20-30 cm.

3. Penanaman

Penanaman kacang panjang biasanya dilakukan pada akhir musim hujan, dengan tujuan agar tanaman mendapatkan air dengan mudah, serta tidak busuk disebabkan oleh curah hujan yang tinggi. Penanaman dapat juga dilakukan pada musim kemarau asalkan air untuk pengairan bisa diperoleh dengan mudah.

Begitu tanah siap ditanami, buatlah lubang tanam menggunakan tugal dengan jarak tanam 30 x 60 cm, atau sesuai dengan keinginan. Isi lubang-lubang tersebut dengan 2-3 biji benih dan tutup lubang dengan tanah tipis-tipis agar benih bisa tumbuh ke atas tanah dengan mudah.

Sambil menunggu tumbuhnya benih, siapkan lanjaran atau tongkat dari bambu atau kayu dengan panjang sekitar 2 meter. Lanjaran ini dibutuhkan karena kacang panjang adalah tanaman yang tumbuh merambat dan membelit. Setelah 4-5 hari sejak ditanam, bibit kacang panjang akan menjulur tumbuh ke atas tanah. Jika ada bibit yang tidak tumbuh, gantilah segera dengan bibit yang baru.


4.Perawatan

Dalam proses pertumbuhannya, ketika tanaman mencapai ketinggian 25 cm, pada umumnya tanaman akan membelit lanjaran. Jika ternyata ada tanaman yang merambat ke tanah, bantu tanaman itu dengan mengikatkannya pada lanjaran menggunakan tali rafia agar pertumbuhannya merambat pada lanjaran tersebut.

a. Pengairan

Perhatikan pula penyiraman atau pengairan bagi tanaman. Untuk lahan yang memiliki irigasi, penyiraman dapat dilakukan dengan cara menggenangi lahan dengan air. Setelah seluruh permukaan tanah lembab, keluarkan lagi aliran air dari areal lahan penanaman. Sedang untuk lahan tadah hujan, penyiraman harus dilakukan dengan cara manual, utamanya pada awal pertumbuhan benih.

b. Penyiangan.

Penyiangan dilakukan jika di dalam bedengan tumbuh gulma dan rumput liar, utamanya pada awal pertumbuhan tanaman, guna menghindari persaingan dalam memperoleh nutrisi.

c. Pemupukan

Pemupukan dilakukan di awal masa tanam dan disaat tanaman berumur 15 – 20 hari. Pemupukan di awal masa tanam dilakukan sewaktu pengolahan tanah. Caranya dengan memberikan pupuk kandang sebagai pupuk dasar sebanyak 10 ton/hektar. Dapat juga ditambah dengan pupuk buatan, dengan dosis perhektar sebanyak 125 kg KC1, 200 kg TSP, dan 50 kg Urea.

Untuk pemupukan tambahan ketika tanaman berumur 15 – 20 hari, ketiga pupuk buatan dengan dosis yang sama tersebut dapat pula digunakan. Tetapi yang utama adalah menggunakan pupuk kompos dengan komposisi 20 ton untuk setiap hektar lahan. Pupuk kompos tersebut disebar di sekitar tanaman, kemudian ditimbun dengan tanah sekaligus untuk meninggikan bedengan.

Jika diperlukan, dapat pula menyemprotkan pupuk organik cair pada tanaman, guna merangsang keluarnya bunga. Pupuk organik tersebut terlebih dahulu dilarutkan ke dalam air, dengan dosis 1 liter pupuk organik untuk 10 liter air. Larutan hasil campuran pupuk organik dengan air tersebut kemudian disemprotkan ke tanaman. Untuk setiap satu liter larutan pupuk dapat digunakan untuk menyemprot 10 m2 lahan tanam.

5. Hama dan Penyakit

Hama dan penyakit adalah salah satu faktor yang mengurangi produktivitas kacang panjang. Hama dan penyakit tersebut diantaranya adalah:

a. kutu hitam dan kutu putih,

b. kepik daun,

c. penggerek polong,

d. ulat grayak,

e. serta penyakit karat dan bercak daun Cercospora.

Untuk menangani hama dan penyakit tersebut, dapat dilakukan secara organic, yakni dengan menggunakan pestisida hayati. Namun, penanganan lewat cara ini biasanya tidak berlangsung lama, itu sebabnya dibutuhkan penanganan secara manual, yakni dengan pengambilan kumbang secara manual. Pada lahan seluas 1002 m, biasanya terdapat kumbang sekitar 50 – 100 ekor.

[​IMG]

7. Panen dan Pasca Panen

Setelah berumur 45 – 50 hari, kacang panjang siap untuk dipanen. Ketika itu warna kacang panjang hijau keputihan. Untuk memanennya dilakukan secara periodik dengan cara dipetik. Cara memetik juga harus diperhatikan, agar bunga tidak rusak saat dilakukan pemetikan. Caranya adalah dengan mematahkan tangkai buah kea rah yang berlawanan atau dengan cara memutar buah hingga lepas dari tangkai.

Kacang panjang yang telah dipanen selanjutnya dikumpulkan di tempat penampungan untuk disortasi. Setelah diikat dengan bobot sebagaimana yang diinginkan, kacang panjang tersebut siap untuk dipasarkan.

Sumber:www.kebunpedia.com

Panduan Teknis Budidaya Wortel

Panduan Teknis Budidaya Wortel


Cara Budidaya WortelWortel merupakan salah satu sayuran yang paling menjadi favorit bagi banyak orang yang ada di dunia ini. Ada banyak jenis wortel yang bisa kita kenal, setiap wortel pasti memiliki cara budidaya wortel yang berbeda-beda dan pastinya setiap orang belum tentu bisa melakukannya.

Untuk melakukan budidaya ini sebenarnya kita membutuhkan lahan yang cukup luas. Karena jika budidaya hanya dilakukan pada pekarangan rumah yang kecil hasilnya tidak akan maksimal seperti apa yang kita bayangkan.

Lahan yang besar yang bagus ditumbuhi wortel adalah lahan di dataran tinggi sekitar 1000 dpl yang akan sangat memberikan udara yang bagus.

Ada beberapa orang yang ingin sekali melakukan budidaya namun mereka belum tahu bagaimana cara melakukannya. Sebenarnya melakukan budidaya wortel bukan hal yang sulit karena semua orang pasti bisa melakukan budidaya ini.

Bibit yang digunakan juga akan sangat mempengaruhi apakah budidaya ini akan berhasil atau tidak. Jika bibit yang kita gunakan kualitasnya tidak bagus maka sudah dapat dipastikan bahwa wortel yang akan kita dapatkan juga pasti tidak bagus.

Jika kita bertanya apakah sebenarnya keuntungan jika kita melakukan budidaya ini, sebenarnya ada beberapa keuntungan yang akan diberikan. Berikut ini adalah kemungkinan keuntungan yang akan didapatkan antara lain:

Mendapatkan penghasilan tambahan dari hasil penjualan wortel yang akan kita jual ini.
Membuat tanah menjadi subur karena kita memberikan pupuk juga pada tanah yang ditanami tanaman.
Membuat udara segar karena ada banyak sekali tanaman yang akan ditanam.
Mencegah longsor, apabila kita melakukan penanaman di daerah pegunungan maka tanah akan ikut kuat dengan adanya tanaman ini.
Sama seperti budidaya tanaman yang lain pastinya cara budidaya wortel juga memiliki beberapa tahapan yang akan membantu kita untuk memahaminya. Berikut ini adalah tahapan yang harus dijalankan antara lain:

Persiapan lahan untuk menanam pohon wortel.
Penanaman tanaman wortel.
Pemeliharaan tanaman wortel yang sudah ditanam.
Pembasmian hama dan penyakit.
Pemanenan wortel.
Ada 2 jenis benih atau bibit wortel yang menjadi unggulan di kalangan banyak petani dan juga dikalangan pecinta tanaman. Berikut ini adalah kedua jenis bibit ini antara lain:

Tahapan awal budidaya wortel
Pada awal sekali kita harus memastikan lokasi atau lahan kita untuk menanam sudah cocok dan bisa untuk ditanami pohon wortel. Jika sudah menemukan dataran tinggi yang cocok langkah selanjutnya adalah kita bisa mengolah tanah yang ada pada lahan tersebut.

Tanah harus digarap dengan kedalaman sekitar 50 cm karena tanaman wortel merupakan umbi yang akan dipanen. Selain itu kita bisa menaburkan pupuk kompos pada tanah.

Tahapan kedua
Penanaman benih sudah dimulai pada tahap ini, benih wortel memiliki tekstur yang saling menempel satu sama lain jadi lebih baik jika kita pisahkan dengan cara menggosokannya. Ini merupakan cara yang mudah karena benih wortel bisa langsung ditanam tanpa harus melakukan penyemaian. Tanaman wortel biasanya akan tumbuh dalam waktu 10 hari.

Tahapan ketiga
Pada tahap ini tumbuhan wortel akan mendapatkan sejumlah perawatan seperti pemberian pupuk. Tanaman ini sebaiknya mengalami pemupukan sebanyak 1 kali dalam sebulan. Tanaman ini bisa diberikan pupuk setelah 1 bulan tumbuh. Pupuk yang baik untuk tanaman ini adalah pupuk kompos atau pupuk urea. Selain itu kita juga bisa melakukan penyiangan gulma pada tanaman wortel ini.

Tahapan keempat
Tanaman lahan seperti ini memang sangat rentan sekali terkena serangan hama oleh karena itu harus ada pembasmian hama secara rutin. Biasanya hama yang sering muncul adalah hama ulat tanah dan juga ulat daun.

Keduanya bisa dibasmi dengan cara mencari sarang mereka lalu kita musnahkan sarangnya. Penyiangan gulma juga merupakan salah satu alternatif cara untuk membasmi hama yang ada. Selain itu kita juga bisa menggunakan desinfektan.

Tahapan kelima
Jika sudah ditanam selama kurang lebih 3 bulan maka tanaman wortel ini sudah siap dipanen. Pemanenan wortel juga cukup mudah, kita hanya perlu mencabut tanaman ini lalu kita akan mendapatkan umbi yang matang setelah itu bisa dibersihkan dan dicuci. Maka setelah itu umbi yang disebut sebagai wortel.

Membaca artikel ini mungkin saja akan mendorong kita untuk melakukan cara budidaya wortel yang ternyata cukup mudah. Wortel yang dipanen hasilnya juga akan ditentukan dari benih yang kita gunakan pada saat menanam. Jangan sampai benih yang kita gunakan ini merupakan kualitas rendah karena juga akan pengaruh ke hasil dari budidaya ini.

Sumber: agroteknologi.web.id

Budidaya Melon Buah Primadona Musim Kemarau

Budidaya Melon Buah Primadona Musim Kemarau


Budidaya melon buah primadona musim kemarau – Cuaca terik musim kemarau (panas) paling enak makan buah-buahan yang mengandung air, salah satunya melon. Buah melon memang menjadi salah satu primadona kala musim kemarau. Tidak heran berapapun jumlah buah yang diproduksi / dipanen petani langsung habis untuk memenuhi pesanan pedagang besar untuk didistribusikan ke seluruh Indonesia.

Melihat besarnya peluang pasar dari buah melon, banyak petani yang tergiur mengembangkan atau membudidayakan tanaman melon. Tetapi bukan perkara mudah untuk membudidayakan tanaman melon. Karena butuh perawatan intensif kalau mau panen raya. Perawatan intensif tersebut berbanding lurus dengan modal yang harus dikeluarkan. Petani bisa mengeluarkan biaya lebih dari Rp 100 juta untuk budidaya 45 kepek benih dengan luas area tanam bisa mencapai dua hektare.

Biaya mahal karena perawatan dilakukan setiap hari. Petani melakukan penyemprotan berbagai jenis pestisida, fungisida dan pupuk daun. Bahkan untuk memudahkan perawatan, petani membangun gubuk di tengah hamparan untuk tempat tinggal selama masa budidaya. Melon merupakan tanaman rentan penyakit. Paling riskan adalah serangan jamur. Kalau sampai terlambat penanganan pasti akan gagal panen.

Budidaya melon diawali dengan persiapan lahan. Banyak petani yang memanfaatkan sawah yang dibiarkan kering oleh pemiliknya. Contohnya para petani Kulonprogo yang memanfaatkan sawah di Kecamatan Purwodadi, Bagelen  dan Ngombol Purworejo. Para petani tersebut menyewa kepada petani pemilik lahan Rp 800 ribu per hektare selama satu musim tanam.

Kebanyakan petani tidak menggunakan mulsa plastik, melainkan langsung membuat gundukan tanah. Bibit ditanam di gundukan itu, lalu dibiarkan tumbuh, sulurnya akan menjalar ke sekitarnya. Jarak antar gundukan kurang lebih satu meter.

Selesai persiapan lahan lahan, dimulailah penanaman. Adapun untuk penyiraman, petani membuat sumur bor dan menyedotnya menggunakan mesin pompa. Lapisan tanah sawah terutama di dekat pesisir mudah menyerap air karena ada sedikit pasir sehingga tanaman terhindar dari genangan.

Untuk penyemprotan, dilakukan rutin setiap hari menggunakan mesin sprayer. Karena penggunaan mesin ini menurut banyak petani lebih mudah dalam proses mengingat luasnya area budidaya yang harus ditangani.

Dalam dua bulan, buah melon tumbuh seberat 1 – 2 kilogram per butir dengan guratan jaring di permukaan kulitnya. Melon memiliki kadar gula hingga 14 persen dan mengandung banyak air. Setiap hektare lahan melon mampu menghasilkan hingga 25 ton buah, itulah jenis super, pasar sangat menyukai.

Tetapi hasil bagus terkadang tidak berbanding lurus dengan pendapatan. Harga pasar untuk buah melon mempengaruhi hasil yang akan mereka peroleh. Untuk budidaya tahun 2015, hasil yang didapat petani melon kurang menggembirakan.

Pedagang membeli melon Rp 16 juta per truk atau seberat kurang lebih 6,5 ton. Padahal biasanya pedagang mau membeli dengan harga Rp 28 juta per truk apabila sedang kemarau panjang. Menurut pedagang yang membeli melon, karena panen raya melon di mana-mana mengakibatkan kota-kota besar di Indonesia juga diserbu oleh melon-melon dari daerah lain yang sedang panen melon juga.

Kendati budidaya melon selalu dihantui ketidakpastian, namun para petani khususnya yang dari Kulonprogo ini tidak ada kapok-kapoknya untuk membudidayakan melon. Karena berhubung lahan di Kulonprogo sudah penuh oleh melon maka para petani banyak yang menginvasi ke lahan di Kabupaten Purworejo. Tanah di Kabupaten Purworejo cocok untuk melon selain karena struktur tanahnya, sawahnya juga masih subur akibat ada sisa pupuk dari budidaya padi sebelumnya.

Demikian info peluang usaha tentang budidaya melon buah primadona musim kemarau semoga bermanfaat.

Sumber: solehagus.com

Manfaat Buah Mengkudu

Manfaat Buah Mengkudu

Manfaat Buah Mengkudu sudah diketahui sejak lama mengandung khasiat yang sangat baik untuk kesehatan. Buah ini merupakan tanaman tropis yang banyak tumbuh di wilayah Indonesia. Dalam bahasa hawaii mengkudu disebut sebagai noni yang artinya adalah tanaman obat. Meski disebut buah, tak banyak orang yang mau makan buah ini secara langsung sebab baunya sangat busuk dan tidak enak. Hanya orang - orang tertentu saja yang mengkonsumsi buah mengkudu untuk keperluan pengobatan. Namun, bagi Anda yang tidak ingin memakan buah ini karena baunya yang busuk ada alternatif lain yakni obat - obatan herbal hasil ekstrak dari buah mengkudu. 

Kandungan yang berkhasiat untuk pengobatan dalam buah mengkudu bernama scopoletin. Zat ini dipercaya oleh ahli dapat mengikat serotonin yang merupakan zat kimiawi penting dalam tubuh manusia. Scopoletin memiliki efek yang dapat melebarkan pembuluh darah yang mengalami penyempitan dan melancarkan peredaran darah dalam tubuh. Selain itu juga dapat dimanfaatkan untuk membunuh bakteri dan jamur serta dapat dijadikan sebagai anti radang dan anti alergi. Masih banyak lagi manfaat buah mengkudu yang akan kami bahas di bawah. 

Semua buah-buahan memiliki nutrisi tapi ada satu keunggulan mengkudu dibanding buah lain yakni kandungan Selenium. Zat tersebut adalah sejenis mineral yang dapat dijadikan sebagai antioksidan. Bahkan, antioksidan selenium ini terbukti cukup hebat. Senyawa lain yang tak kalah hebat terkandung dalam mengkudu adalah plant sterois, sosium, xeronine, lycine, arginine, proxeronine, dan masih banyak lagi yang lainnya. 

Manfaat Buah Mengkudu 

Percaya atau tidak manfaat buah yang berbau tak sedap ini sudah ditulis secara ilmiah. Meski saya tidak dapat memberikan bukti - bukti namun kami dapat informasikan beberapa diantaranya sebagai berikut. 
Antioksidan yang terkandunga dalam buah mengkudu dapat berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh dari radikal bebas. 
Sel - sel kanker dalam tubuh dapat dicegah penyebarannya 
Mampu mencegah tumbuhnya sel tumor 
Mengatasi masalah kesehatan seperti batu, demam, dan sakit perut 
Dapat diandalkan sebagai pereda nyeri 
Seperti yang sudah kami jelaskan diatas bila mengkudu memiliki sifat antibakteri yang artinya dapat membunuh bakteri merugikan dalam tubuh secara alami 
Mengatasi masalah hipertensi 
Mengatasi radang dan alergi 
Memperbaiki sel dan mengatur fungsinya 
Membantu proses regenerasi sel dan mengambat penuaan dini 
Masih banyak lagi manfaat buah mengkudu seperti yang dijelaskan oleh beberapa sumber seperti menurunkan kolesterol dan melancarkan buang air besar. Jika Anda ingin mencoba sensasi mengkonsumsi mengkudu segar dapat mengolahnya menjadi minuman jus. Untuk meningkatkan kemampuannya dapat diberi tambahan madu secukupnya. Perlu kita ketahui Manfaat Madu dapat meningkatkan efek pengobatan dan mempercepat proses jalannya obat masuk ke dalam sel.

Sumber: www.petanihebat.com

Tip Pengemasan Buah Buahan Segar

Tip Pengemasan Buah Buahan Segar

Pengemasan buah-buahan segar telah lama dilakukan sejak manusia mengenal perdagangan. Fungsi utamanya untuk mengatur buah-buahan dalam bentuk satuan sehingga mudah pengangkutannya, serta melindungi buah-buahan selama dalam pemasaran dan penyimpanan. Kemasan yang sederhana berbentuk keranjang yang dibuat dari bahan daun. bambu dan pandan.
Kemasan ini dibuat serta dirancang supaya mudah dibawa oleh manusia. Kemudian kemasan tersebut agar dapat dipikul seperti yang umum disebut bakul.
Pada saat ini di negara-negara maju. buah-buahan segar diharapkan memenuhi kebutuhan antara lain:
Kuat terhadap benturan sehingga dapat melindungi buah yang ada di dalamnya selama pengang-kutan dan penumpukan.
Bahan-bah an kemasan tidak mengandung bahan kimia yang dapat diserap oleh buah sehingga menimbulkan keracunan bagi konsumen.
Harus mudah penanganannya dan memenuhi syarat pemasaran terutama berat, ukuran serta bentuknya. Dalam hal ini perlu diperhatikan pembakuan ukuran dan bentuk kemasan.
Harus cepat menyerap dingin dan meneruskan dingin tersebut ke buah.
Kekuatan mekanis kemasan tidak dipengaruhi oleh kadar air pada saat basah atau kelembaban tinggi.
Aman. jangan terbuka atau terlalu tertutup.

Hal ini penting selama dalam pemasaran.

Cocok. dapat digunakan kemasan yang tidak tembus cahaya atau yang tembus cahaya.
Memungkinkan untuk dijual secara eceran.
Dirancang untuk sekali pakai. untuk dipakai kembali atau dapat digunakan untuk kemasan barang lainnya.
Harganya harus diusahakan serendah mungkin dan disesuaikan dengan niiai ekonomis buah yang akan dikemas.


Untuk melindungi buah dari kerusakan mekanis. kemasan harus tetap kuat selama dalam mata rantai pemasaran, sehingga pemilihan bahan kemasan merupakan hal penting. Pada saat ini banyak digunakan bahan kemasan dari karton dan bentuk baki yang mudah rusak, karena menyerap uap air serta kurang baik dalam iklim tropik dan dalam ruangan penyimpanan yang mempunyai kelembaban nisbi tinggi.
Keadaan semacam ini dapat dilindungi dengan melapisi lilin atau bahan yang bersifat mencegah masuknya air. Akan tetapi lilin cukup mahal, penggunaan bahan kemasan dari karton yang bergelombang dengan pemberian bahan pelapis tahan air pada permukaannya merupakan salah satu usaha untuk melindungi masuknya air atau kelembaban nisbi tinggi.


Buah segar peka terhadap kerusakan mekanis yang akan menimbulkan luka mekanis. Pemilihan kemasan dan cara pengemasannya harus diperhatikan. Terdapat empat macam luka akibat kerusakan mekanis pada buah yang dikemas yaitu goresim, bertindihan. gesekan dan benturan. Pisang yang masak, apel dan tomat sangat peka terhadap gesekan dan benturan.
Buah yang agak keras seperti semangka, kemasannya harus cukup kuat untuk diangkut sehingga tidak mudah berpindah dari tempat semula.
Kerusakan karena benturan antar buah disebabkan oleh jatuhnya kemasan dan goncangan selama dalam pengangkutan. Kerusakan karena gesekan umum terjadi selama dalam pengangkutan, dan akan menyebabkan goresan ringan sampai kulit buah atau daging buah terkelupas.
Luka yang terjadi pada buah menyebabkan buah berwarna coklat. buah-buahan semacam ini akan menurun harga pasarannya.
Akibat luka terjadi infeksi, yang menyebabkan naiknya pernapasan dan mempercepat pembusukan.
Dalam keadaan seperti ini buah tidak dapat dimakan, sehingga buah yang dapat dimanfaatkan berkurang jumiahnya.
Pada waktu melakukan kemasan buah-buahan, hal yang harus diperhatikan adalah: usahakan setiap buah tidak bergerak, dan kemasan diisi penuh dengan buah tetapi tidak berlebihan. Dengan demikian buah terhindar dari luka akibat gesekan satu dengan lainnya. Pengemasan yang terlalu rapat akan menimbulkan kerusakan karena tekanan. Untuk melindungi buah dari kerusakan mekanis, yaitu dengan membungkus setiap buah lalu dimasukkan ke dalam kemasan.
Bahan pembungkusnya dibuat dari bahan yang cukup lunak dan cjapat menyerap air.


Kemasan yang layak untuk kebanyakan buah-buahan dan sayuran ialah kemasan yang terisi penuh tanpa berlebihan isinya. Misalnya buah jeruk dapat dimasukkan ke dalam kemasan yang murah bahannya, asal penanganannya hati-hati.
Di negara-negara maju, buah telah dimasukkan dalam kemasan yang baik atau kemasan yang telah dirancang untuk buah tertentu.
Setiap buah disusun sesuai dengan posisi, dan polanya dikembangkan agar beratnya seringan mungkin, kemasan tetap baik dan buah tetap menarik pada saat dibuka kemasannya. Sebelum buah dikemas diadakan penyeragaman dengan ukuran yang sama (grading). Setelah kemasan diisi buah, cepat ditutup rapat.
Dengan cara ini pembakuan kemasan lebih menitik beratkan pada beratnya bukan pada jumiahnya. Kemasan berisi penuh serta harus rapat dan rapih. Pemakaian kemasan dari kertas yang mudah dilipat atau baki plastik hanya dipakai pada buah yang mahal yang mudah rusak, karena biayanya mahal. Pembungkusan setiap buah dengan bahan yang lunak dalam kemasan akan mengurangi kerusakan dan mencegah penguapan cairan dari buah. Kemasan yang baik tergantung pada beberapa faktor, seperti lama pemeraman, cara penanganan, pengangkutan, keadaan lingkungan, tersedianya bahan kemasan dan harganya. Di negara-negara yang beriklim tropik kemasan yang termurah yaitu memakai keranjang tradisional yang berasal dari bambu atau bahan-bahan lainnya yang mudah diperoleh, tahan lama dan harganya murah.


Dalam penumpukan dan penyimpanan harus dijaga stabilitas tumpukan kemasan serta pertukaran udaranya, agar panas yang timbul karena pernapasan buah menjadi turun dan suhu ruangan dingin. Ruangan penumpukan harus ekonomis dan  mudah dicapai.
Kemasan yang kuat penting untuk pengangkutan jarak jauh dan untuk tumpukan yang tinggi, terutama kalau disimpan dalam ruangan pendingin.
Pemberian jerami atau potongan-potongan kertas adalah cara yang umum pada penanganan kemasan. Pada umumnya tumpukan yang terbaik diperoleh dengan menyusun kemasan secara silang atau mengikat tumpukan.
Jadi memerlukan perbandingan antara panjang dan lebar kemasan yang serasi.
Kemasan yang terbuat dari keranjang yang bulat sukar ditumpuk tanpa resiko kerusakan isinya. Penumpukan kemasan terbuka diperlukan untuk tujuan pendinginan.
Sebelum pendinginan, kemasan tidak boleh kena panas, dan apabila waktu penumpukan kemasan singkat, tidak ada masalah yang timbul karena pernapasan.

Sumber: buletin-pertanian.blogspot.co.id

Manfaat Buah dan Sayur Untuk Kesehatan Tubuh

Manfaat Buah dan Sayur Untuk Kesehatan Tubuh

Tubuh kita memiliki kadar kandungan air dalam jumlah yang banyak. Tak heran jika kita harus kerap mengonsumsi air untuk mencegah tubuh dari dehidrasi. Selain itu, tubuh kita yang terdiri dari sejumlah air juga harus diimbangi dengan nutrisi lain berupa vitamin dan mineral yang memiliki tugas dalam meregenerasi sel-sel tubuh agar tubuh selalu sehat dan fit.

Salah satunya adalah dengan sering mengonsumsi buah dan sayuran. Manfaat buah dan sayur telah sering kita dengar dan bahkan tidak sedikit yang telah merasakannya. Namun, tidak ada salahnya jika mengulik kembali manfaat keduanya.

Buah dan sayuran memiliki beragam vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Vitamin dan mineral tersebut memiliki fungsi dalam memenuhi asupan nutrisi tubuh sehari-hari agar tubuh senantiasa fit dan sehat.

Bahkan beberapa kandungan di dalam buah dan sayur mampu mencegah terjadinya pertumbuhan sel kanker seperti antioksidan yang bisa mengikat radikal bebas yang bisa merusak tubuh. Tak heran jika saat Anda masih kecil, ibu kerap memarahi kamu untuk memakan sayur dan buah. Percayalah itu untuk kebaikan Anda sendiri.

Manfaat buah dan sayur bagi tubuh memiliki banyak sekali manfaat. Hal tersebut karena kandungan didalam buah dan sayur yang beragam seperti vitamin dan mineral yang tinggi, kemudian serat yang tinggi akan melancarkan pencernaan, mampu menurunkan obesitas serta bisa menurunkan kadar kolesterol yang cukup tinggi, tekanan darah yang lebih stabil bahkan mampu mencegah terjadinya penyakit kanker.

Terlebih jika Anda rajin mengonsumsi buah dan sayur yang beraneka warna sehingga tubuh Anda terbiasa dengan variasi buah dan sayur sehingga tidak terjadi penumpukan vitamin dan mineral karena mengonsumsi jenis buah dan sayuran tertentu.

Melihat kandungan dari buah dan sayur tersebut, tak heran jika buah dan sayur memiliki manfaat yang sangat baik bagi tubuh yang akan berimbas pada kesehatan. Berikut beberapa manfaat buah dan sayur bagi kesehatan, diantaranya adalah:

1. Mampu menurunkan tekanan darah

Beberapa buah dan sayur memiliki kandungan yang mampu menurunkan tekanan darah Anda. Apabila Anda memiliki riwayat tekanan darah tinggi, Anda bisa mengkonsumsi buah dan sayur seperti buah pisang, kentang, buah bit bahkan wortel serta buah dan sayur lain yang mengandung kandungan potasium yang cukup tinggi.

2. Menurunkan kadar kolesterol

Kadar kolesterol yang tinggi akan memiliki dampak pada kesehatan tubuh seperti resiko terkena penyakit jantung. Kadar kolesterol ini masih bisa diturunkan dengan rajin mengonsumsi buah dan sayur. Jenis buah dan sayur yang bisa Anda konsumsi diantaranya adalah buah pear, sayur bayam sampai dengan sayur labu.

3. Sistem kekebalan tubuh yang meningkat

Manfaat buah buahan dan sayur sayuran lainnya adalah mampu meningkatkan sistem kekebalan pada tubuh. Hal tersebut dikarenakan pada buah dan sayur memiliki kandungan vitamin C yang cukup tinggi. Kandungan vitamin C ini yang akan menjaga tubuh tetap sehat dan fit serta tidak gampang sakit.

4. Gigi dan tulang lebih sehat dan kuat

Buah dan sayur juga memiliki kandungan vitamin dan mineral yang mampu menjaga kesehatan tulang serta gigi Anda. Anda bisa mengonsumsi buah dan sayur yang mengandung kandungan kalsium yang tinggi seperti bayam, sayur kale bahkan sayur dengan jenis lobak.

Anda bisa memakan buah dan sayur dengan cara di masak, dimakan mentah atau jika Anda suka Anda bisa memakannya dengan cara di jus atau diambil sarinya. Manfaat jus buah dan sayur sama halnya dengan manfaat buah dan sayur yang lainnya. Anda bisa mengkreasikan berbagai jenis sayur atau buah dalam satu gelas jus untuk mendapatkan manfaat yang maksimal.

Sumber:manfaat-buah.com

Budidaya Sayuran Organik Sistem Pertanian Vertikultur

Budidaya Sayuran Organik Sistem Pertanian Vertikultur

Produksi pertanian sangat tergantung pada pengolahan sumberdaya alam berupa tanah, air dan iklim dengan faktor biologis tanaman serta factor produksi lain berupa sumberdaya manusia dan modal. Lahan termasuk kendala utama pengembangan pertanian saat ini, karena makin banyaknya pengalihan penggunaan lahan pertanian subur ke penggunaan selain pertanian seperti pembangunan gedung dan tempat hiburan. Persaingan lahan pertanian mengakibatkan pemilikan lahan makin sempit, khususya di Pulau Jawa.

Sumberdaya lain yang juga merupakan kendala adalah ketersediaan air. Pertanian merupakan pengguna air terbesar, hampir 80% dari seluruh jumlah air yang terpakai oleh semua kegiatan manusia. Oleh karena itu upaya menghemat penggunaan air menjadi keharusan mutlak.




Sumberdaya lahan yang semakin menyempit serta kemungkinan kejenuhan produktivitas tanaman merupakan salah satu kendala dalam memantapkan swasembada pangan. Untuk mengatasi perlu diciptakan suatu teknologi pertanian yang hemat lahan. Pendekatan yang dapat dilakukan antara lain dengan memanfaatkan secara intensif dengan dimensi pada suatu pertanaman, yaitu ruang dan waktu. Salah satu bentuk pemanfaatan ruang dan waktu adalah sistem pertanian vertikal.

Budidaya Sayuran Organik Sistem pertanian vertikultur ternyata sudah dikembangkan sejak tahun 1989 silam. Namun masih banyak orang awam yang belum tahu tentang apa dan bagaimana pertanian vertikultur itu. Untuk itu  mari kita lihat sama-sama tentang Budidaya Sayuran Organik Sistem Pertanian Vertikultur di bawah ini.

Pengertian Sistem Pertanian Vertikultur



Lahan yang sempit memang membuat kegiatan berkebun jadi kurang leluasa, namun dengan memanfaatkan ruang secara vertikal, berkebun menjadi lebih menyenangkan dengan kuantitas yang dapat ditingkatkan. Istilah vertikultur berasal dari 2 kata, yaitu vertical dan culture. Sistem pertanian vertical sementara dimaksudkan untuk memnafaatkan ruang kearah vertical, dengan mengatur media tumbuh dalam wadah/kolom supaya pertanaman dapat susun ke atas (Nitisapto, 1992a).

System pertanaman vertical kiranya sesuai untuk system pertanian kota (Nitisapto, 1989). System pertanian kota dengan ketersediaan lahan yang sempit, dapat ditempuh dengan usaha pengembangan teknologi pertanian yang hemat lahan, walaupun sebetulnya teknik ini dapat diterapkan di wilayah pedesaan (rural farming) maupun wilayah perkotaan (urban farming).


contoh pertanaman vertikal
System pertanian vertical tidak hanya cocok untuk lahan sempit di perkotaan, dapat pula dikembangkan di lahan marginal dan atau lahan bermasalah, ibarat menanam pada pot yang tidak tergantung keadaan lahan setempat (Nitisapto dan Asmara, 1993), hanya media tumbuh perlu dicari media alternative atau menggunakan media tanah  dari tempat lain tempat yang sesuai untuk pertanaman vertical

Budidaya Sayuran Sistem Vertikultur

1.      Wadah Media

berbagai bahan dapat digunakan sebagai wadah media tumbuh tanaman, yang penting susunan wadah tetap memenuhi prinsip bahwa pertanaman dapat susun ke atas, namun tanaman bagian bawah masih memperoleh sinar yang cukup. Kolom vertikal dapat menggunakan pipa PVC (pralon), bamboo, pipa dari tanah (plempem). Kolom susun (mendatar)dapat berupa bamboo, pralon, papan kayu, karung plastic/plastic/polybag/seng dengan kerangka bamboo/kayu, pot gantung dari pot plastic, tempurung kelapa, kaleng bekas dsb.

Pembuatan kolom dari pralon PVC menggunakan alat-alat: gergaji, solder, api spiritus, kayu pengungkit dan kain basah. Pertama pralon dipotong menjadi 2 atau 3 bagian agar mudah dalam menyiram dan memeliharanya. Kemudin ditentukan jarak lubang disesuaikan dengan jenis tanaman. Untuk cabe, terung dan tomat ±30 cm. Sawi, slada, kol bunga dan lainnya yang berukura sejenis ± 20 cm. Setelah  jarak lubang ditentukan dan diberi tanda, dilubangi memakai gergaji/solder, kemudian dipanaskan dengan api kecil yang tidak berjelaga seperti spiritus, setelah paralon lunak/lembek maka dapat dilubangi sesuai ukuran yang dikehendaki, secara umum garis tengah 3-5 cm sudah cukup untuk berbagai jenis tanaman. Supaya lubang tidak pulih segera didinginkan dengan kain basah.

2. Pembuatan media
Media yang digunakan dapat campuran dari tanah:pupuk kandang:pasir dengan pertandingan 1:1:1. Semua bahan media tanam  dicampur merata dengan sekop, kemudian Media dimasukkan dalam pralon sampai penuh.

Di bagian tengah tonggak diisi paralon kecil seukuran 0,5 dim yang bersambung ke selang plastik seukuran selang infus. Air bercampur nutrisi atau pupuk kemudian dialirkan dalam tonggak melalui selang plastik yang biasa digunakan untuk akuarium.

3. Penanaman

Bibit atau benih ditanam dalam lubang

4. Pemeliharaan

Pemeliharaan meliputi penyiraman, pemberian pupuk dan pengedalian hama dan penyakit. Penyiraman bisa dilakukan secara manual atau bisa juga dengan sistem drainase. Sedangkan untuk pemberian pupuk dengan pupuk organik cair seukupnya secara rutin. Untuk pengendalian hama dan penyakit bisa secara manual atau kalau melebihi ambang batas bisa disemprot dengan pestisida organik.

5. Pemanenan

Keragaman jenis sayuran menyebabkan teknik pemanenan juga beragam. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemanenan, antara lain penentuan saat panen, menunda panen, cara panen, dan alat panen.

Sayuran siap dipanen kalau sudah mencapai tingkat perkembangan tertentu, dengan sendirinya setiap jenis sayuran mempunyai saat panen sesuai dengan jenis dan kegunaannya. Beberapa cara pemanenan secara manual yang dilakukan pada tingkat petani dengan cara dipetik, dicabut dan dipotong.

Nah, setelah kita tahu cara budidaya dengan sistem vertikultur tidak susah bukan? Cara vertikultur ini dapat menghemat lahan mencapai 4-5 kali, lahan yang diusahakan dapat ditempatkan disekitar sumber air, hal ini akan menghemat kebutuhan tenaga khususnya penyiraman. selain itu vertikultur juga berdampak positif dalam ikut menanggulangi pemanasan global yang disebabkan efek rumah kaca karena panen radiasi surya juga meningkat 4-5 kali dibanding pertanian mendatar.

Penghematan air dapat ditingkatkan sampai 3kali karena pertanaman pada kolom vertikal evaporasinya hanya berasal dari tanah seluas kolom, kebutuhan air hanya untuk mengganti transpirasi.

Dari segi estetika, sistem ini dapat menambah keasrian lingkungan, kiranya tidak hanya di pekarangan yang sempit, namun pantas pula untuk menghias taman-taman kota yang secara umum belum ada yang menggunakan tanaman produktif. sekaligus untuk penghijauan dan paru-paru kota.

Keunggulan lain sistem vertikal yaitu melipatkan produksi, pemenuhan pangan berkualitas khususnya hortikultura, tenaga kerja, dapat enanggulangi kemunduran lingkungan baik fisik, hayati, maupun sosekbud.


Cara Pemupukan Padi untuk Mendapatkan Hasil yang Memuaskan

Cara Pemupukan Padi untuk Mendapatkan Hasil yang Memuaskan

Indonesia sendiri dinyatakan sebagai negara agraris. Sebagai negara agraris masyarakat Indonesia justru harus belajar, bagaimana cara budidaya tanaman padi dengan baik dan benar. Karena disebabkan sebagian dari penduduk di Indonesia mengkonsumsi nasi yang dijadikan bahan makanan pokok.

Kandungan karbohidrat yang tinggi dan rasa yang enak membuat beras dinyatakan sebagai salah satu makanan populer oleh masyarakat Indonesia.

Maka dari itu kebutuhan beras di Indonesia grafiknya menjulang tinggi, inilah penyebabnya pemerintah sampai-sampai mengimpor beras dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan pakan dalam negeri sendiri.

Nah, sebagai warga Indonesia, seharusnya bisa menciptakan produk beras sendiri dari hasil budidaya tanaman padi yang akan dapat tumbuh subur di Indonesia.

Oleh karena itu, peluang ini jangan disia-siakan untuk membudidayakan padi seperti ini sangat menjajikan untuk negara, apalagi dengan pertumbuhan penduduk warga yang ada di Indonesia sangatlah pesat dan dipastikan akan berpengaruh terhadap permintaan beras yang tinggi tentunya.

Pada umumnya dari beberapa permintaan tersebut, banyaknya orang dari pedesaan sendiri memilih jalan untuk bermigrasi ke kota besar untuk menjadi kuli daripada untuk memilih menjadi profesi padi atau membudidayakannya.

Bertanam padi sebenarnya hanya dijadikan pekerjaan sampingan, oleh karena itulah yang mengakibatkan hasil yang mereka dapati tidak maksimal.

Semisal apabila masyarakat mengerjakan dengan penuh giat dan serius, hasil dari bertani mereka pun akan lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kita. Dibawah ini, bisa dipratekkan gimana metode yang baik dalam budidaya tanaman padi dan pemupukannya:

Metode dalam Mengolah atau Budidaya Tanaman Padi

Di sini ada cara atau metode agar menapatkan hasil maksimal yang bisa dipakai untuk budidaya tanaman padi atau pemupukannya. Nah, untuk di awal perkembangan kita harus mendapatkan hasil padi yang berkualitas tentunya.

Sebelum bertanam dan pemupukan, sebaiknya mengetahui mengetahui cara budidaya padi yang baik.

Untuk pertama kali yang harus dilakukan adalah memiliki kesungguhan dan keyakinan untuk membudidayakan tanaman ini, dengan cara mendedikasikan tenaga serta pikiran dengan persentasi 100% untuk membudidayakan tanaman padi.

Dengan demikian hasil yang didapatkan hasil panen yang melimpah dan memuaskan.

Agar mendapatkan hasil tersebut, dengan padi melimpah. Dibawah ini ada refensi, bagaimana langkah awal untuk melakukannya.

Pengolahan Tanah untuk Tanaman Padi
cara pemupukan padi -mengolah tanah untuk tanaman-
www.negeripelangi.com/

Langkah awal sebelum bertanam yang dapat dilakukan adalah membersihkan lahan yang akan ditami dahulu mana. Berikutnya bersihkan beragam tanaman gulma, yakni rerumputan, semak belukar serta hal lain yang akan mengganggu perkembangan tanaman padi.

Menyiapkan pula media tanam yang baik untuk tanaman, ini akan mendorong pertumbuhan tanaman dengan baik tentunya.

Setelah lahan bersih dan nyaman terhindar dari tanaman liar, langkah selanjutnya adalah memberikan aliran air yang cukup pada lahan. Proses seperti ini, tujuannya untuk menggemburkan tanah agar mudah untuk dibajak dengan memakai alat tradisional atau modern sekalipun.

Sudahkah lahan tersebut terlihat gembur? Nah, jika sudah genangi lahan tersebut dengan air sampai mencapai ketinggian sekitar 5-10 cm. Untuk mengatur ketinggian airnya, caranya dengan membuka dan menutup akses keluar masuknya air pada pintu irigasi.

Bisa diamkan lahan tersebut selama 2 minggu, ini tujuannya adalah agar racun pada tanah menjadi netral dan juga kondisi netral dan juga kondisi tanahpun menjadi berlumpur.

Pilihlah BIbit Padi yang Unggul dan Berkualitas
Agar hasil panen padi jadi melimpah, selain itu tentu lahan tanaman yang baik diperlukan juga bibit padi yang unggul dan berkualitas. Di bawah ini ada refensi bagaimana cara untuk mengetahui bibit padi yang baik? Berikut ulasannya:

1. Rendam beberapa benih padi yang akan ditanam dengan media air, dengan durasi kurang lebih 2 jam.
2. Selanjutnya, letakan benih yang sudah direndam di atas kain (sudah dibasahi dengan air). Kemudian hitung berapa benih padi yang telah diramdam tadi, hitung ada berapa yang bisa mengeluarkan kecambah.
Bila yang keluar kecambah sampai 90% artinya benih padi tersebut mempunyai kualitas yang baik.

Menyemai Benih Padi di Lahan

Sesudah mendapati benih padi yang baik, langkah berikutnya adalah dengan menyemai benih tersebut pada lahan tanam. Untuk menyemai benih padi, lakukan dengan ikuti langkah-langkah di bawah ini:

1. Rendam benih padi yang akan disemi selama durasi sehari semalam, lalu tiriskan dan biarkan selama 2 hari hingga benih tersebut mengeluarkan kecambah.
2. Berikutnya, siapkanlah lahan mana untuk menyemai benih padi kurang lebih luasnya 500 m2 untuk 1 hektar lahan sawah. Kemudian usahakan lahan yang dipakai untuk menyemai padi tetap berair dan berlumpur.
3. Selanjutnya, berikan pupuk Urea plus TSP dengan masing-masing takaran 10 gr untuk 1 m2 lahan untuk penyemaian.
4. Tahap akhir, tanam bibit padi yang sudah berkecambah tadi di lahan yang sudah dipilih untuk penyemaian. Cara menanam benih padi adalah dengan cara menyebarkan bibit secara merata pada lahan yang ditujukan untuk penyemaian.

Cara Menanam Padi

Tahap ini adalah menanam bibit yang telah disemai ke dalam lahan persawahan yang telah disediakan. Untuk menanam padi adalah dengan cara memindahkan bibit penyemaian ke dalam lahan persahawan. Di bawah ini, dapat kita lakukan:

Salah satu ciri bibit padi yang sudah siap tanam, cirinya memiliki daun dua sampai tiga helai dan sudah berusia kurang lebih 2 minggu.
Cara menanam bibit pad tersebut dapat dilakukan dengan cara teknis tunggal maupun ganda. Untuk satu lubangnya, dapat diisi satu atau dua tanaman padi.
Proses penanaman bibit padi ada kala baiknya, dengan membuat lahan tersebut tergenang dengan air sedangkan kedalaman untuk pembibitan sendiri sekitar 1-1,5 cm. Tidak terlalu dalam, dan bisa diposisikan akar seperti membentuk huruf (L), hal seperti ini dilakukan dengan tujuan agar tanaman bisa tumbuh dengan sempurna.

Penyiangan Lahan Tanam

Ingin padi yang ditanam dapat tumbuh dengan sempurna, tentunya diperlukan perawatan yang khusus juga. Membersihkan tanaman lain yang suka mengganggu atau biasa disebut tanaman gulma.

Penyiangan tanaman gulma sendiri dapat dilakukan saat masa di mana tanaman padi telah menginjak umur 3 minggu.

Langkah berikutnya, yang dapat dilakukan dengan penyiangan rutin pada setiap 3 minggu sekali.

Penyiangan ini sendiri tujuannya baik, melakukannya dengan cara manual yakni dengan mencabut tanaman gulma dengan tangan kosong. Dengan cara ini tentu akan mendapatkan tanaman padi yang berkualitas pula.

Cara Pemupukan Padi
Memberi pupuk merupakan hal terpenting untuk dilakukan. Dikarenakan tanpa adanya pupuk yang baik maka tanaman padi akan sulit untuk tumbuh dengan sempurna. Tentunya akan mendapatkan hasil panen yang tidak bisa maksimal pula.

Di bawah ini, ada takaran serta cara yang dapat dilakukan untuk memberikan pupuk baik dalam budidaya tanaman padi, berikut ulasannya:

Untuk pemupukan pertama dapat dilakukan, ketika padi sudah berusia 7-15 hari setelah ditanam. Bisa menggunakan jenis pupuk Urea plus TPS yang dicampur dengan takaran dosis sekitar 100:50 Kg/ha atau bisa disesuaikan dengan kondisi tanaman sendiri.
Untuk pemberian pupuk pada tahap berikutnya, bisa dilakukan ketika tanaman padi telah berusia 25-30 hari. Gunakan pupuk jenis Urea 50 Kg/ha serta Phonska 100 Kg/ha.
Proses pemupukan tahap akhir, bisa dilakukan ketika tanaman berusia 40-45 hari. Bisa menggunakan pupuk jenis Urea dengan campuran Za skala perbandingannya sendiri perkiraannya 50:50 Kg/ha.
Waktu dan Cara Pemupukan Padi yang Tepat
Sebagai gambaran saja, untuk tanah normal sendiri pemerintah memberikan rekomendasi pupuk tanaman padi sebagai berikut, Urea sebesar 200 kg – 250 kg, SP36 100 kg -150 kg dan KCI 75 kg – 100 kg. Jika memakai NPK dosisinya, 100 kg urea dan 300 kg NPK.

Itu hanya dosis yang dianjurkan, untuk menentukan dosis secara tepat maka harus melakukan uji coba pada tanah sendiri. Baik itu antar musim maupun antar lokasi. Berikan pupuk menurut prediksi sendiri dan lakukan pengamatan sudah maksimal apa belum.

Jika belum lakukanlah pemupukan dengan dosis yang berbeda lagi, demikian seterusnya sampai menemukan dosis yang benar-benar optimal untuk tanaman padi.

Namun, dalam pemberiannya itu jangan terlalu jauh melampui anjuran pemerintah tersebut di atas yang telah direkomendasikan.

Di bawah ini, ada rekomendasi waktu pemberian pupuk tanaman padi dengan variasi yang berbeda. Namun, dari refensi yang sudah disimpulkan dari web ini sebagai berikut:

1. Jika memakai Urea, SP36 dan KCI (200 – 250 Kg : 100 – 150 Kg : 75 -100 Kg/ha). Dengan satu hari sebelum tanam, anjurannya adalah lakukan penyebaran pupuk SP36 100%. Setelah usia 7 hst, berikutnya lakukan penyebaran Urea 30% dengan KCI 50%.

-Menanjak usia 20 hst, berikutnya lakukan penyebaran Urea 40% dan setelah usia 30 hst lakukan penyebaran Urea 30% dan KCI nya 50%.

-Kalau menggunakan Urea, SP36 dan KCI dengan adanya BWD. Aplikasi pertama dan kedua sama seperti langkah di atas (Sebelum tanam aplikasi SP36 100%, 7 hst aplikasi Urea 30% ditambahi KCI 50%), namun setiap seminggu sekali lakukan tes warna daun dengan menggunakan BWN.

Jika hasil dari pengetesan tersebut saja sekitar 10%. Pengetesan dilakukan mencapai tanaman padi tersebut hingga berumur 40 hst. Untuk pada umur 30 hst KCL yang tersisa 50% diberikan semuanya, jangan ada yang sisa.

2. Jika menggunakan Urean dan NPK Ponska (100 Kg : 300 Kg/ha). Pada umur 7 hst, berikan Urea 30% dan NPK 50%, untuk umur 20 hst berikan Urea 40% dan setelah mencapai umur 30 hst berikan Urea 30% dan NPK Ponska nya berkisar 50% tanpa memakai Urea.

Jika setelah satu minggu lakukan tes dengan BWD, kalau hasil tes tersebut diras perlu penambahan Urea lakukan penambahan 10% saja. Demikian seterusnya dan lakukan pengetesan pada setiap minggu sekali dengan BWD. Umur mencapai 30 hst berikan Ponska yang berkisar 50%.

3. Jika memakai Urea dan NPK Pelangi (100 Kg : 300 Kg /ha). Berikan NPK pelangi 100%, ketika umur padi masih 1 hst. Berikutnya setelah satu minggu berikan Urea 30%. Menanjak usia 20 hst berikan Urea 40% dan ketika padi berumur 30 hst berikan Urea yang 30%.

Jika menggunakan BWD berikan NPK pelangi 100% ketika padi berumur 1 hst, setelah 7 hst lakukanlah test dengan BWD, dan jika hasil test dari BWD dirasa memerlukan penambahan coba lakukan penambahan Urea 10% saja.

Demikian seterusnya lakukan pemberian Urea setelah melakukan tes dengan BWD setiap 1 minggu sekali.

Cara Mengaplikasikan Pupuk pada tanaman Padi:

Taburkanlah secara merata pada area sawah, jika memakai sistem tegel.
Jika menggunakan sistem tanam jajar legowo, dari sistem ini diperlukan pupuk hanya pada tempat yang ada tanamannya atau diluar legowo. Pemberian atau penyebarannya sendiri dapat dilakukan melalui legowo tersebut.
Pemberian pupuk ada juga yang dijimpitkan atau ditaruh pada perempatan jarak tanman padi. Kesimpulannya pupuk yang diberikan tidak disebarkan secara merata.
Ada pula petani yang begitu kreatif yang memberikan pupuk tersebut dengan cara dijimpitkan di perempatan di antara tanaman, kemudian diinjak dengan satu kaki.
Semua itu terserah, kalau ada waktu dan tenaga pemberian pupuk sendiri bisa dengan dijimpit dan diinjak. Ini merupakan pemberian pupuk cara yang paling efektif, dikarenakan dapat mengurangi terbuangnya pupuk oleh penguapan maupun terbawa aliran air.
Namun kalau rasanya sangat merepotkan dan tidak ada waktu, ada cara lain dengan sebarkan secara merata.

Itulah dosis dan cara pemupukan pada fase gerbang pertanian, semoga cara atau metode di atas tidak menambah bingung bagi pembaca pemula. Semua yang ditulis ini merupakan pengalaman yang kami lihat dilapangan dan rincian lain yang ada di semua web dan disimpulkan di sini.

Fase Pertumbuhan Padi

Melihat 2 kondisi yang sekarang, akan banyak yang kesulitan untuk menentukan kapan waktu pemupukan yang tepat bagi keduanya.

Untuk penentuan kapan tanaman padi dipupuk sendiri dapat dilihat dari fase-fase tumbuhnya tanaman padi.

Nah, di sini ada contoh padi dari padi ciherang yang berumur sekitar 115 -125 hari.

Umumnya pembagian fase-fase ini adalah sebagai berikut:

-Persemaian 20 hari.
-Fase vegetatif 35 hst.
-Fase generatif reproduktif pada 36-65 hst.
-Fase generatif pematangan 66-100 hst.
-Pupuk dasar, wakru bibit pindah tanam, bibit itu sendiri perlu waktu berkisar 8-12 hst atau kalau dihitung rata-rata berkisar 10 hst untuk mendapatkan kokohnya perakaran. Nah, saat inilah sebaiknya pemupukan pertama kali dilakukan.
Karena pada saat itu daun dan akar tanaman pdi sudah akan mulai mengembang. Dengan demikian hasil yang didapat akan maksimal menyerap unsur hara.

-Jangan diberikan pada waktu usia 0 – 5 hs. Sebab daun dan akar tanaman padi belum berkembang dan masih dalam kondisi yang amat stress.

Maksudnya adalah akar belum siap menerima pemupukan yang diberikan. Bila diberikan akan sia-sia saja kalau diberikan pupuk Urea dengan dosis yang tinggi.

Sebab pupuk Urea akan mudah menguap dan sifatnya higroskopis. Pada waktu pemberian, disarankan sebaiknya memperhatikan kondisi pada air. Anjurannya sewaktu pemberian pupuk, ketika kondisi air tersebut lagi memancak.

-Pupuk Susulan ke-1. Ini diberikan sekitar pekan yang ke 3 (sekitar 21-25 hst) biasanya ditandai setelah mereka (para petani) melakukan pengoyosan, saat itulah pemupukan dilakukan. Nah, sewaktu pengoyosan, saat inilah pemupukan harus dilakukan.

Ketika pengoyosan dilakukan maka akar tanaman padi akan putus. Tujuannya tanaman padi tersebut akan membentuk anakan baru.

Pada kondisi ini, tanaman akan dapat maksimal penyerap unsur hara yang diberikan. Dengan demikian tanaman padi akan menghasilkan jumlah anakan yang maksimal untuk kedepannya.

-Pupuk Susulan ke-2. Ini diberikan sekitar umur tanaman padi mencapai pekan ke 5 (30-40 hst). Masa ini adalah perlihan dari sebuah fase vegetatif ke generatif. Untuk kondisi tanaman sediri juga sangat membutuhkan yang namanya nutrisi tinggi.

Hal ini ditandi dengan keluarnya daun bendera atau padi bunting. Artinya malai padi akan segera juga akan keluar. Pada umur tersebut adalah saat yang tepat pemupukan tahap ke 3 diberikan. Dengan demikian, tanaman padi akan menghasilkan malai yang didapati optimal.

Jadi bila ingin melakukan pemupukan tanaman padi, lihatlah 3 kondisi yang disebutkan seperti di atas. Saat itu kondisi tanaman padi akan maksimal menyerap unsur hara yang kita berikan.

Melindungi Tanaman Padi dari Hama

Pentingnya melindungi tanaman dari serangan hama, setiap tanaman budidaya sendiri juga tidak lepas dengan yang namanya gangguan hama yang suka merusak. Maka dari itu setiap tanaman harus dilindungi dengan mencegah hama tersebut.

Biasanya ada beberapa hama yang mengganggu tanaman padi diantaranya, yakni tikus, orang-orang, belalang, lembing, wereng sampai walang sangit pun ada.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimala pengendalian hama sebaiknya harus segera dilakukan, dengan cara alami yakni memilahara hewan pemangsa yang tujuannya dapat menghambat perkembangan hama tersebut.

Nah, oleh karena itu jangan membasmi ular yang ada di sekeliling lahan sawah. Karena hewan seperti itulah yang bisa menjadi predator untuk hama tikus yang sering merusak tanaman padi.

Ada keuntungannya sendiri, yakni jika pengendalian hama secara alami diperlakukan dengan baik, maka terjaganya lingkungan dan cukup aman untuk kelangsungan ekosistem alam.

Namun, jika adanya penyakit atau hama tidak atau belum bisa diatasi dengan cara tersebut, maka dapat menggunakan pestisida dengan tujuan mengendalikan hama tersebut.

Panen Tanaman Padi
Inilah saat di mana yang dipaling di tunggu para petani, yakni masa panen tanaman padi sudah tiba. Tanda tanaman padi sudah siap untuk dipanen adalah warna butiran bijinya sudah mulai menguning, ranting buahnya mulai menunduk, karena terisi beras.

Proses ini dapat dilakukan dengan cara tradisional, yakni dengan cara menggunakan sabit, jika menggunakan cara modern memakai mesin otomatis.

Sumber: infonasa.com

Kiat sukses budidaya jagung manis organik

Kiat sukses budidaya jagung manis organik
Budidaya jagung manis (Zea mays saccharata) lebih rentan dari serangan hama dan penyakit dibanding jagung biasa. Namun dari sisi nilai jual, jagung manis menawarkan harga yang lebih baik sehingga animo budidaya jagung manis tak pernah surut. Karena sifatnya yang bisa dikonsumsi langsung seperti jagung bakar atau jagung rebus, pasar jagung manis terbuka sampai ke tingkat retail.
Jagung manis berkembang dari tipe jagung biasa jenis dent dan flint. Pada jagung manis terjadi mutasi gen resesif yang menghambat perubahan gula menjadi pati. Kadar gula pada jagung manis meningkat mulai hari ke-5 hinggan hari ke-15.
Budidaya jagung manis bisa dilakukan dalam kisaran iklim yang luas. Tanaman ini memiliki tingkat adaptasi yang tinggi. Di Indonesia jagung manis bisa dibudidayakan mulai dari dataran rendah hingga pengunungan dengan ketinggian 1.800 meter dpl bahkan dibelahan dunia lain bisa tumbuh pada 3.000 meter dpl. Suhu optimum untuk pertumbuhan jagung manis adalah 21-27oC, pada masa perkecambahan benih 23-27oC. Secara teori budidaya jagung manis bisa tumbuh di atas tanah dengan tingkat keasaman 5-8 pH.


Budidaya jagung manis tidak akan maksimal apabila kebutuhan hara tidak tercukupi. Tanaman ini memerlukan unsur nitrogen (N) dalam jumlah besar. Namun pemberian pupuk harus memperhatikan keseimbangan antara nitrogen, kalium (K) dan pospat (P).
Budidaya jagung manis bisa ditanam di lahan bekas sawah secara langsung atau bisa dibuat bedengan. Apabila lahan yang dipakai bekas sawah, usahakan agar lahan tidak tergenang air. Bedengan pada tanaman jagung berfungsi untuk mengatur saluran drainase. Bedengan bisa dibuat dengan ukuran lebar 1 meter dan tinggi 20-30 cm. Atur jarak antar bedengan sebesar 30 cm. Dalam satu bedeng bisa ditanam dua larik tanaman.
Pemupukan dasar untuk budidaya jagung manis organik sebaiknya campuran dari pupuk kotoran ayam dengan kotoran sapi atau kambing dengan komposisi 1:1. Pupuk kotoran ayam memberikan kadar N yang banyak dan lebih cepat terurai, sedangkan pupuk kotoran sapi atau kambing lebih kaya akan K dan P. Kebutuhan pupuk dengan metode organik adalah sekitar 5 ton per hektar.
Penanaman jagung manis paling efektif dengan cara ditugal. Buatlah lubang sedalam 2-3 cm kemudian masukan 2 butir benih jagung. Setelah itu tutup dengan tanah dan kompos, kemudian siram agar kelembaban tanah terjaga. Kebutuhan benih budidaya jagung manis adalah 8 kg per hektar.
Jarak tanam pada budidaya jagung manis adalah 60-75 cm. Jarak tanam ini mengikuti jumlah populasi ideal tanaman. Budidaya jagung manis akan munai hasil baik dengan menjaga populasi tanaman sebanyak 34.000-37.000 tanaman per hektar.
Hama yang banyak ditemukan dalam budidaya jagung manis antara lain penggerek, penggerek tongkol, belalang, kutu daun dan tikus. Berikut sifat-sifat hama pada tanman jagung manis:
Penggerek batang jagung (O. furnacalis), hama ini menyerang tanaman pada vase vegetatif maupun generatif. Kerusakan tanaman terjadi karena larva menggerek bagian batang tanaman untuk mendapatkan makanan. Penggerek batang jagung bisa dikendalikan secara teknis dengan mengatur rotasi tanam seperti dengan kedelai dan kacang tanah. Selain itu bisa juga dengan dengan memotong bunga jantan dan menerapkan waktu tanam yang tepat. Pembasmian hayati dengan memanfaatkan musuh alami seperti Trichogramma spp. atau predator alami Euborellia annulata yang memangsa larva.
Ulat Tongkol (H. armigera), hama ini menyerang tongkol jagung. Pada awalnya imago meninggalkan telur pada rambut-rambut jagung. Setelah larva tumbuh akan masuk kedalam tongkol. Hama ini mempunyai kebiasaan berpindah-pindah, sehingga kerusakan yang ditimbulkan pada tongkol jagung bisa lebih banyak dibanding jumlah larvanya. Pencegahan terhadap hama ini adalah dengan menerapkan pengolahan tanah yang baik. Pengolahan tanah yang akan mengurangi populasi ulat tongkol berikutnya. Musuh utama dari hama ini adalah Trichogramma spp. yang merupakan parasit telur dan Eriborus argentiopilosa parasit pada larva muda.
Kutu Daun (R. maidis), hama ini mengeluarkan embun madu pada daun yang berubah menjadi jelaga warna hitam. Noda-noda tersebut akan menghambat daun melakukan fotosintesis. Musuh alami hama ini adalah Lysiphlebus mirzai, Coccinella sp. dan Micraspis sp. Kultur teknis yang bisa dilakukan untuk menghindari serangan hama ini dengan melakukan polikultur tanaman atau menumpangsarikan jagung manis dengan tanaman lain.
Belalang (Oxya spp.), hama ini banyak berkembang didataran rendah yang berupa padang rumput atau pesawahan. Beberapa musuh alami belalang adalah Systoechus sp., burung dan laba-laba. Selain itu patogen seperti Metarhizium anisopliae merupakan musuh belalang. Metarhizium anisopliae merupakan bahan biopestisida yang sanggup mengendalikan 70-90% hama belalang.
Tikus (Rattus argentiventer), hama ini biasanya menyerang tanaman jagung manis yang ditanam di lahan sawah. Tikus memakan tongkol muda yang sedang matang susu, umumnya tikus memakan tongkol dari ujung hingga pertengahan pangkal. Pengendalian hama tikus secara organik adalah dengan memburu dan membasmi tikus dari sarangnya.
Disamping hama, budidaya jagung manis tidak terlepas dari serangan penyakit yang disebabkan oleh bakteri, virus maupun cendawan. Berikut beberapa penyakit yang sering menyerang tanaman jagung manis terutama yang ditanam di daerah tropis:
Bule (Peronosclespora Maydis), gejala penyakit bule adalah permukaan daun bergaris-garis putih sampai kuning diikuti dengan warna coklat. Kemudian kerusakan menyerang tongkol. Penyakit ini bisa menyerang disepanjang musim tanam, namun kasus terbesar menyerang budidaya jagung manis yang ditanam diluar musim atau terlambat tanam. Serangan penyakit ini menyebabkan kerusakan yang besar, bisa menyebabkan kehilangan hinga 100%. Serangan penyakit bule bisa dihindari dengan pemilihan varietas benih yang tahan P. Maydis, memusnahkan tanaman terinfeksi, penanaman sesuai musim, dan rotasi tanaman.
Karat (Puccinia sorghi), gejalanya terdapat bercak-bercak bisul berwarna coklat sampai oranye pada permukaan daun bagian atas. Penyakit ini biasanya menyerang jagung yang ditanam di daerah beriklim tropis hingga sedang. Penyakit ini berkembang baik pada suhu 16-23oC dengan kelembaban tinggi. Bisa dikendalikan dengan pemilihan varietas benih, menjaga sanitasi kebun dan aplikasi biopestisida apabila bisul muncul pada permukaan daun.
Hawar daun (Helminthosporium turcicum), penyakit ini menyerang daun dengan gejala awal bercak-bercak kecil berbentuk oval yang berkembang menjadi hawar berwarna coklat keabu-abuan. Biasanya serangan ditemukan pada daun tua (bawah) kemudian menjalar ke daun muda (atas). Pada keadaan yang parah bisa menyababkan kematian pada tanaman dengan penampakan daun kering seperti terbakar. Untuk mengendalikannya gunakan varietas yang tahan, pengolahan tanah yang baik, penyiangan dan pengaturan jarak tanam. Pada budidaya jagung manis non-organik bisa diaplikasikan fungisida.
Hawar daun (Curvularia sp.), cendawan ini menyebabkan hawar daun dengan gejala awal bercak tak beraturan di ujung daun, pusat bercak berwarna coklat keputihan dengan pinggiran coklat tua. Bercak meluas ke pangkal daun hingga membuat seluruh daun mengering. Penyakit ini cepat menyebar pada kondisi kelembaban dan curah hujan tinggi. Pengendaliannya dengan memilih varietas tahan, perbaikan drainase tanah, meningkatkan sanitasi kebun dan menghilangkan tanaman atau bagian tanaman yang terkena.
Hawar pelepah (Rhizoctonia solani), gejalanya berupa busuk pada pelepah. Awalnya menyerang pada bagian tanaman yang terdekat dengan tanah kemudian menjalar ke bagian lain. Pada varietas tertentu bida menyerang hingga ke tongkol buah. Pengendaliannya dengan mengatur budidaya jagung manis ke musim kemarau, menanam varietas yang memiliki jarak tongkol dari tanah cukup tinggi, merompes daun-daun yang bersentuhan dengan tanah, menyiangi kebun, memotong bagian tanaman yang terserang dan mengaplikasikan rotasi tanaman.
Panen budidaya jagung manis
Jagung manis mulai berbunga setelah 50 hari. Sepuluh hari sebelum panen utama, sebaiknya dilakukan panen jagung muda. Pada masa ini akan tumbuh dua tongkol jagung, petik tongkol yang paling bawah. Pemanenan tongkol muda dimaksudkan agar asupan nutrisi pada tongkol utama tercukupi, sehingga hasilnya maksimal. Selain memetik tongkol muda, papaslah daun bagian bawah sebanyak 2-3 helai. Apabila muncul kembali tunas-tunas buah muda sebelum panen utama, petiklah sebagai panen tambahan. Panen utama budidaya jagung manis bisa dilakukan setelah tanaman berumur 65-75 hari.
Metode panen seperti ini cocok dilakukan untuk jenis tanaman jagung manis satu tongkol. Jenis ini digunakan luas oleh para petani di Indonesia, seperti varietas Seleksi Dramaga-2 (SD-2). Ada juga varietas jagung manis 2 tongkol, dimana dua tongkol jagung dibiarkan tumbuh hingga panen akhir.

Sumber:alamtani.com