Tampilkan postingan dengan label sayur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sayur. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Oktober 2016

Panduan Teknis Budidaya Wortel

Panduan Teknis Budidaya Wortel


Cara Budidaya WortelWortel merupakan salah satu sayuran yang paling menjadi favorit bagi banyak orang yang ada di dunia ini. Ada banyak jenis wortel yang bisa kita kenal, setiap wortel pasti memiliki cara budidaya wortel yang berbeda-beda dan pastinya setiap orang belum tentu bisa melakukannya.

Untuk melakukan budidaya ini sebenarnya kita membutuhkan lahan yang cukup luas. Karena jika budidaya hanya dilakukan pada pekarangan rumah yang kecil hasilnya tidak akan maksimal seperti apa yang kita bayangkan.

Lahan yang besar yang bagus ditumbuhi wortel adalah lahan di dataran tinggi sekitar 1000 dpl yang akan sangat memberikan udara yang bagus.

Ada beberapa orang yang ingin sekali melakukan budidaya namun mereka belum tahu bagaimana cara melakukannya. Sebenarnya melakukan budidaya wortel bukan hal yang sulit karena semua orang pasti bisa melakukan budidaya ini.

Bibit yang digunakan juga akan sangat mempengaruhi apakah budidaya ini akan berhasil atau tidak. Jika bibit yang kita gunakan kualitasnya tidak bagus maka sudah dapat dipastikan bahwa wortel yang akan kita dapatkan juga pasti tidak bagus.

Jika kita bertanya apakah sebenarnya keuntungan jika kita melakukan budidaya ini, sebenarnya ada beberapa keuntungan yang akan diberikan. Berikut ini adalah kemungkinan keuntungan yang akan didapatkan antara lain:

Mendapatkan penghasilan tambahan dari hasil penjualan wortel yang akan kita jual ini.
Membuat tanah menjadi subur karena kita memberikan pupuk juga pada tanah yang ditanami tanaman.
Membuat udara segar karena ada banyak sekali tanaman yang akan ditanam.
Mencegah longsor, apabila kita melakukan penanaman di daerah pegunungan maka tanah akan ikut kuat dengan adanya tanaman ini.
Sama seperti budidaya tanaman yang lain pastinya cara budidaya wortel juga memiliki beberapa tahapan yang akan membantu kita untuk memahaminya. Berikut ini adalah tahapan yang harus dijalankan antara lain:

Persiapan lahan untuk menanam pohon wortel.
Penanaman tanaman wortel.
Pemeliharaan tanaman wortel yang sudah ditanam.
Pembasmian hama dan penyakit.
Pemanenan wortel.
Ada 2 jenis benih atau bibit wortel yang menjadi unggulan di kalangan banyak petani dan juga dikalangan pecinta tanaman. Berikut ini adalah kedua jenis bibit ini antara lain:

Tahapan awal budidaya wortel
Pada awal sekali kita harus memastikan lokasi atau lahan kita untuk menanam sudah cocok dan bisa untuk ditanami pohon wortel. Jika sudah menemukan dataran tinggi yang cocok langkah selanjutnya adalah kita bisa mengolah tanah yang ada pada lahan tersebut.

Tanah harus digarap dengan kedalaman sekitar 50 cm karena tanaman wortel merupakan umbi yang akan dipanen. Selain itu kita bisa menaburkan pupuk kompos pada tanah.

Tahapan kedua
Penanaman benih sudah dimulai pada tahap ini, benih wortel memiliki tekstur yang saling menempel satu sama lain jadi lebih baik jika kita pisahkan dengan cara menggosokannya. Ini merupakan cara yang mudah karena benih wortel bisa langsung ditanam tanpa harus melakukan penyemaian. Tanaman wortel biasanya akan tumbuh dalam waktu 10 hari.

Tahapan ketiga
Pada tahap ini tumbuhan wortel akan mendapatkan sejumlah perawatan seperti pemberian pupuk. Tanaman ini sebaiknya mengalami pemupukan sebanyak 1 kali dalam sebulan. Tanaman ini bisa diberikan pupuk setelah 1 bulan tumbuh. Pupuk yang baik untuk tanaman ini adalah pupuk kompos atau pupuk urea. Selain itu kita juga bisa melakukan penyiangan gulma pada tanaman wortel ini.

Tahapan keempat
Tanaman lahan seperti ini memang sangat rentan sekali terkena serangan hama oleh karena itu harus ada pembasmian hama secara rutin. Biasanya hama yang sering muncul adalah hama ulat tanah dan juga ulat daun.

Keduanya bisa dibasmi dengan cara mencari sarang mereka lalu kita musnahkan sarangnya. Penyiangan gulma juga merupakan salah satu alternatif cara untuk membasmi hama yang ada. Selain itu kita juga bisa menggunakan desinfektan.

Tahapan kelima
Jika sudah ditanam selama kurang lebih 3 bulan maka tanaman wortel ini sudah siap dipanen. Pemanenan wortel juga cukup mudah, kita hanya perlu mencabut tanaman ini lalu kita akan mendapatkan umbi yang matang setelah itu bisa dibersihkan dan dicuci. Maka setelah itu umbi yang disebut sebagai wortel.

Membaca artikel ini mungkin saja akan mendorong kita untuk melakukan cara budidaya wortel yang ternyata cukup mudah. Wortel yang dipanen hasilnya juga akan ditentukan dari benih yang kita gunakan pada saat menanam. Jangan sampai benih yang kita gunakan ini merupakan kualitas rendah karena juga akan pengaruh ke hasil dari budidaya ini.

Sumber: agroteknologi.web.id

Manfaat Buah dan Sayur Untuk Kesehatan Tubuh

Manfaat Buah dan Sayur Untuk Kesehatan Tubuh

Tubuh kita memiliki kadar kandungan air dalam jumlah yang banyak. Tak heran jika kita harus kerap mengonsumsi air untuk mencegah tubuh dari dehidrasi. Selain itu, tubuh kita yang terdiri dari sejumlah air juga harus diimbangi dengan nutrisi lain berupa vitamin dan mineral yang memiliki tugas dalam meregenerasi sel-sel tubuh agar tubuh selalu sehat dan fit.

Salah satunya adalah dengan sering mengonsumsi buah dan sayuran. Manfaat buah dan sayur telah sering kita dengar dan bahkan tidak sedikit yang telah merasakannya. Namun, tidak ada salahnya jika mengulik kembali manfaat keduanya.

Buah dan sayuran memiliki beragam vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Vitamin dan mineral tersebut memiliki fungsi dalam memenuhi asupan nutrisi tubuh sehari-hari agar tubuh senantiasa fit dan sehat.

Bahkan beberapa kandungan di dalam buah dan sayur mampu mencegah terjadinya pertumbuhan sel kanker seperti antioksidan yang bisa mengikat radikal bebas yang bisa merusak tubuh. Tak heran jika saat Anda masih kecil, ibu kerap memarahi kamu untuk memakan sayur dan buah. Percayalah itu untuk kebaikan Anda sendiri.

Manfaat buah dan sayur bagi tubuh memiliki banyak sekali manfaat. Hal tersebut karena kandungan didalam buah dan sayur yang beragam seperti vitamin dan mineral yang tinggi, kemudian serat yang tinggi akan melancarkan pencernaan, mampu menurunkan obesitas serta bisa menurunkan kadar kolesterol yang cukup tinggi, tekanan darah yang lebih stabil bahkan mampu mencegah terjadinya penyakit kanker.

Terlebih jika Anda rajin mengonsumsi buah dan sayur yang beraneka warna sehingga tubuh Anda terbiasa dengan variasi buah dan sayur sehingga tidak terjadi penumpukan vitamin dan mineral karena mengonsumsi jenis buah dan sayuran tertentu.

Melihat kandungan dari buah dan sayur tersebut, tak heran jika buah dan sayur memiliki manfaat yang sangat baik bagi tubuh yang akan berimbas pada kesehatan. Berikut beberapa manfaat buah dan sayur bagi kesehatan, diantaranya adalah:

1. Mampu menurunkan tekanan darah

Beberapa buah dan sayur memiliki kandungan yang mampu menurunkan tekanan darah Anda. Apabila Anda memiliki riwayat tekanan darah tinggi, Anda bisa mengkonsumsi buah dan sayur seperti buah pisang, kentang, buah bit bahkan wortel serta buah dan sayur lain yang mengandung kandungan potasium yang cukup tinggi.

2. Menurunkan kadar kolesterol

Kadar kolesterol yang tinggi akan memiliki dampak pada kesehatan tubuh seperti resiko terkena penyakit jantung. Kadar kolesterol ini masih bisa diturunkan dengan rajin mengonsumsi buah dan sayur. Jenis buah dan sayur yang bisa Anda konsumsi diantaranya adalah buah pear, sayur bayam sampai dengan sayur labu.

3. Sistem kekebalan tubuh yang meningkat

Manfaat buah buahan dan sayur sayuran lainnya adalah mampu meningkatkan sistem kekebalan pada tubuh. Hal tersebut dikarenakan pada buah dan sayur memiliki kandungan vitamin C yang cukup tinggi. Kandungan vitamin C ini yang akan menjaga tubuh tetap sehat dan fit serta tidak gampang sakit.

4. Gigi dan tulang lebih sehat dan kuat

Buah dan sayur juga memiliki kandungan vitamin dan mineral yang mampu menjaga kesehatan tulang serta gigi Anda. Anda bisa mengonsumsi buah dan sayur yang mengandung kandungan kalsium yang tinggi seperti bayam, sayur kale bahkan sayur dengan jenis lobak.

Anda bisa memakan buah dan sayur dengan cara di masak, dimakan mentah atau jika Anda suka Anda bisa memakannya dengan cara di jus atau diambil sarinya. Manfaat jus buah dan sayur sama halnya dengan manfaat buah dan sayur yang lainnya. Anda bisa mengkreasikan berbagai jenis sayur atau buah dalam satu gelas jus untuk mendapatkan manfaat yang maksimal.

Sumber:manfaat-buah.com

Budidaya Sayuran Organik Sistem Pertanian Vertikultur

Budidaya Sayuran Organik Sistem Pertanian Vertikultur

Produksi pertanian sangat tergantung pada pengolahan sumberdaya alam berupa tanah, air dan iklim dengan faktor biologis tanaman serta factor produksi lain berupa sumberdaya manusia dan modal. Lahan termasuk kendala utama pengembangan pertanian saat ini, karena makin banyaknya pengalihan penggunaan lahan pertanian subur ke penggunaan selain pertanian seperti pembangunan gedung dan tempat hiburan. Persaingan lahan pertanian mengakibatkan pemilikan lahan makin sempit, khususya di Pulau Jawa.

Sumberdaya lain yang juga merupakan kendala adalah ketersediaan air. Pertanian merupakan pengguna air terbesar, hampir 80% dari seluruh jumlah air yang terpakai oleh semua kegiatan manusia. Oleh karena itu upaya menghemat penggunaan air menjadi keharusan mutlak.




Sumberdaya lahan yang semakin menyempit serta kemungkinan kejenuhan produktivitas tanaman merupakan salah satu kendala dalam memantapkan swasembada pangan. Untuk mengatasi perlu diciptakan suatu teknologi pertanian yang hemat lahan. Pendekatan yang dapat dilakukan antara lain dengan memanfaatkan secara intensif dengan dimensi pada suatu pertanaman, yaitu ruang dan waktu. Salah satu bentuk pemanfaatan ruang dan waktu adalah sistem pertanian vertikal.

Budidaya Sayuran Organik Sistem pertanian vertikultur ternyata sudah dikembangkan sejak tahun 1989 silam. Namun masih banyak orang awam yang belum tahu tentang apa dan bagaimana pertanian vertikultur itu. Untuk itu  mari kita lihat sama-sama tentang Budidaya Sayuran Organik Sistem Pertanian Vertikultur di bawah ini.

Pengertian Sistem Pertanian Vertikultur



Lahan yang sempit memang membuat kegiatan berkebun jadi kurang leluasa, namun dengan memanfaatkan ruang secara vertikal, berkebun menjadi lebih menyenangkan dengan kuantitas yang dapat ditingkatkan. Istilah vertikultur berasal dari 2 kata, yaitu vertical dan culture. Sistem pertanian vertical sementara dimaksudkan untuk memnafaatkan ruang kearah vertical, dengan mengatur media tumbuh dalam wadah/kolom supaya pertanaman dapat susun ke atas (Nitisapto, 1992a).

System pertanaman vertical kiranya sesuai untuk system pertanian kota (Nitisapto, 1989). System pertanian kota dengan ketersediaan lahan yang sempit, dapat ditempuh dengan usaha pengembangan teknologi pertanian yang hemat lahan, walaupun sebetulnya teknik ini dapat diterapkan di wilayah pedesaan (rural farming) maupun wilayah perkotaan (urban farming).


contoh pertanaman vertikal
System pertanian vertical tidak hanya cocok untuk lahan sempit di perkotaan, dapat pula dikembangkan di lahan marginal dan atau lahan bermasalah, ibarat menanam pada pot yang tidak tergantung keadaan lahan setempat (Nitisapto dan Asmara, 1993), hanya media tumbuh perlu dicari media alternative atau menggunakan media tanah  dari tempat lain tempat yang sesuai untuk pertanaman vertical

Budidaya Sayuran Sistem Vertikultur

1.      Wadah Media

berbagai bahan dapat digunakan sebagai wadah media tumbuh tanaman, yang penting susunan wadah tetap memenuhi prinsip bahwa pertanaman dapat susun ke atas, namun tanaman bagian bawah masih memperoleh sinar yang cukup. Kolom vertikal dapat menggunakan pipa PVC (pralon), bamboo, pipa dari tanah (plempem). Kolom susun (mendatar)dapat berupa bamboo, pralon, papan kayu, karung plastic/plastic/polybag/seng dengan kerangka bamboo/kayu, pot gantung dari pot plastic, tempurung kelapa, kaleng bekas dsb.

Pembuatan kolom dari pralon PVC menggunakan alat-alat: gergaji, solder, api spiritus, kayu pengungkit dan kain basah. Pertama pralon dipotong menjadi 2 atau 3 bagian agar mudah dalam menyiram dan memeliharanya. Kemudin ditentukan jarak lubang disesuaikan dengan jenis tanaman. Untuk cabe, terung dan tomat ±30 cm. Sawi, slada, kol bunga dan lainnya yang berukura sejenis ± 20 cm. Setelah  jarak lubang ditentukan dan diberi tanda, dilubangi memakai gergaji/solder, kemudian dipanaskan dengan api kecil yang tidak berjelaga seperti spiritus, setelah paralon lunak/lembek maka dapat dilubangi sesuai ukuran yang dikehendaki, secara umum garis tengah 3-5 cm sudah cukup untuk berbagai jenis tanaman. Supaya lubang tidak pulih segera didinginkan dengan kain basah.

2. Pembuatan media
Media yang digunakan dapat campuran dari tanah:pupuk kandang:pasir dengan pertandingan 1:1:1. Semua bahan media tanam  dicampur merata dengan sekop, kemudian Media dimasukkan dalam pralon sampai penuh.

Di bagian tengah tonggak diisi paralon kecil seukuran 0,5 dim yang bersambung ke selang plastik seukuran selang infus. Air bercampur nutrisi atau pupuk kemudian dialirkan dalam tonggak melalui selang plastik yang biasa digunakan untuk akuarium.

3. Penanaman

Bibit atau benih ditanam dalam lubang

4. Pemeliharaan

Pemeliharaan meliputi penyiraman, pemberian pupuk dan pengedalian hama dan penyakit. Penyiraman bisa dilakukan secara manual atau bisa juga dengan sistem drainase. Sedangkan untuk pemberian pupuk dengan pupuk organik cair seukupnya secara rutin. Untuk pengendalian hama dan penyakit bisa secara manual atau kalau melebihi ambang batas bisa disemprot dengan pestisida organik.

5. Pemanenan

Keragaman jenis sayuran menyebabkan teknik pemanenan juga beragam. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemanenan, antara lain penentuan saat panen, menunda panen, cara panen, dan alat panen.

Sayuran siap dipanen kalau sudah mencapai tingkat perkembangan tertentu, dengan sendirinya setiap jenis sayuran mempunyai saat panen sesuai dengan jenis dan kegunaannya. Beberapa cara pemanenan secara manual yang dilakukan pada tingkat petani dengan cara dipetik, dicabut dan dipotong.

Nah, setelah kita tahu cara budidaya dengan sistem vertikultur tidak susah bukan? Cara vertikultur ini dapat menghemat lahan mencapai 4-5 kali, lahan yang diusahakan dapat ditempatkan disekitar sumber air, hal ini akan menghemat kebutuhan tenaga khususnya penyiraman. selain itu vertikultur juga berdampak positif dalam ikut menanggulangi pemanasan global yang disebabkan efek rumah kaca karena panen radiasi surya juga meningkat 4-5 kali dibanding pertanian mendatar.

Penghematan air dapat ditingkatkan sampai 3kali karena pertanaman pada kolom vertikal evaporasinya hanya berasal dari tanah seluas kolom, kebutuhan air hanya untuk mengganti transpirasi.

Dari segi estetika, sistem ini dapat menambah keasrian lingkungan, kiranya tidak hanya di pekarangan yang sempit, namun pantas pula untuk menghias taman-taman kota yang secara umum belum ada yang menggunakan tanaman produktif. sekaligus untuk penghijauan dan paru-paru kota.

Keunggulan lain sistem vertikal yaitu melipatkan produksi, pemenuhan pangan berkualitas khususnya hortikultura, tenaga kerja, dapat enanggulangi kemunduran lingkungan baik fisik, hayati, maupun sosekbud.


Ini Bedanya Sistem Pertanian Organik Dan Anorganik

Ini Bedanya Sistem Pertanian Organik Dan Anorganik
Ini Bedanya Sistem Pertanian Organik Dan Anorganik – Saat ini, bahan-bahan makanan yang berasal dari pertanian organik sedang populer di masyarakat Indonesia.

Maka tak heran, jika sejak dua tahun terakhir banyak sayuran-sayuran, buah-buahan organik yang dijual di pasar tradisional dan pasar modern.

Sebenarnya jika dipelajari, sayuran dan buah organik merupakan hasil dari pertanian organik dengan cara bercocok tanam tanpa menggunakan bahan kimia.

Sehingga mampu menghasilkan bahan pangan yang bergizi tinggi, sehat, tanpa bahan kimia, dan tidak merusak lingkungan disekitar pertanian.
Selain itu, masyarakat yang mulai mengutamakan kesehatan dengan mulai memilih bahan pangan organik.

Menjadi faktor penting semakin bertambah petani yang menerapkan sistim pertanian organik, karena dengan banyaknya masyarakat yang lebih memilih bahan pangan organik membuat permintaan bahan pangan organik semakin meningkat dan menjadi ladang bisnis yang menguntungkan bagi petani.

Saat ini pemerintah Indonesia sedang berusaha menerapkan program pangan sehat, untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat menggunakan bahan pangan organik dan menyarankan para petani agar menggunakan teknik pertanian organik dari pada sistem pertanian anorganik (konvensional).

Pada dasarnya, pertanian organik dan anorganik menggunakan teknik yang hampir sama. Namun, yang menjadikan keduanya berbeda adalah penggunaan pupuk. Jika di pertanian organik bahan-bahan dasar yang digunakan bersifat aman dan tidak merusak alam, karena bahan dasar pembuatannya dari alam.

Sedangkan pupuk anorganik lebih banyak menggunakan bahan-bahan yang terbuat dari kimia, sehingga proses panen tanaman lebih cepat.

Perbedaan pertanian organik dan pertanian anorganik dapat dilihat dari beberapa aspek, antara lain ;

Proses Persiapan dan Pemilihan Bibit
Bibit pada pertanian organik berasal dari tanaman alami, namun pada pertanian anorganik bibit berasal dari hasil rekayasa atau persilangan genetik.

Proses Pengolahan Tanah
Pada pertanian Anorganik sebagian besar menggunakan traktor mesin, sehingga tanah menjadi padat dan mengakibatkan organisme tanah mati.

Sedangkan pada pertanian organik  tanah diolah seminimal mungkin, sehingga organime tanah tetap hidup dan memperkecil risiko kerusakan tanah.

Proses Persemaian atau Persiapan Penanaman Bibit
Pertanian organik dilakukan secara alami tanpa pestisida, sedangkan pertanian Anorganik dilakukan dengan pestisida dan bahan kimia.

Proses Penanaman
Pada pertanian organik saat proses penanaman hingga panen menggunakan teknik sejenis Bibit dan tidak ada kombinasi, sementara di pertanian organik terdapat macam-macam jenis tanaman dengan kombinasi tanaman pendamping dan tentunya menggunakan penataan tanaman yang lebih baik dari pertanian organik.

Proses Pengairan
Pertanian organik menggunakan air bersih dan bebas dari bahan kimia untuk pengairan, sedangkan pada pertanian organik menggunakan air yang sudah dicampur dengan pestisida dan bahan kimia untuk menjaga tanaman tetap sehat serta mempercepat pertumbuhan.

Proses Pemupukan
Pertanian anorganik menggunakan pupuk kimia buatan pabrik, sedangkan sebagian besar pertanian organik menggunakan pupuk kandang dan kompos buatan petani sendiri.

Proses Pengendalian Hama dan Penyakit
Pertanian organik menggunakan pestisida dan zat kimia lainnya, sedangkan pertanian organik menggunakan pengendalian dengan manual dan pertimbangan alam.

Proses Panen Produksi
Hasil panen pertanian organik lebih bersih dan sehat untuk dikonsumsi, sementara hasil  pertanian anorganik kurang baik dan kemungkinan sudah tercemar zat kimia.

Sumber: agroteknologi.web.id