Tampilkan postingan dengan label pupuk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pupuk. Tampilkan semua postingan
Minggu, 16 Oktober 2016
INFO CARA MENANAM ANGGUR DI PEKARANGAN
Buah Anggur atau nama ilmiahnya Vitis vinifera atau kalau bahasa inggrisnya disebut grape bukan wine merupakan tanaman asli di daerah sub tropis. Namun anggur bisa juga dibudidayakan di daerah tropis seperti di Indonesia. Anggur termasuk tanaman yang cukup mudah dibudidayakan. Bahkan di beberapa daerah sudah menjadi sentra perkebunan anggur. Nah saat ini kita coba bahas bagaimana bertanam anggur di halaman rumah atau di pekarangan rumah yang lahannya terbatas. Karena Anggur adalah tanaman merambat dan ukurannya juga tidak sebesar pohon mangga, otomatis untuk hanya memerlukan lahan yang sedikit saja, ukuran 50 x 50 x 50 cm sudah cukup untuk setiap pohon. Anggur umunya bisa tumbuh dan berbuah dengan baik di daerah-daeraah yang musim keringnya panjang seperti di sentra anggur probolinggo jawa timur yang panas.
Bibit Anggur
Bibit anggur sangat mudah didapatkan. Anda bisa menghubungi penjual tanaman hias di kota anda, dan bisa pesan bibit anggur dengan harga yang terjangkau. Saat ini bibit anggur hijau dan merah cukup terjangkau harganya, sekitar Rp 10.000 s/d 15.000 per pohon.
Penyiapan Lahan
Untuk membudidayakan tanaman anggur, kita mulai dengan pembuatan media tanaman berupa pembuatan lubang 50 x 50 x 50 cm yang dibiarkan 2-3 minggu, diisi tanah, pasir dan pupuk kandang dengan komposisi 1:1:2.
Pada beberapa lokasi, Tanaman anggur paling baik ditanam pada bulan April-Juni, bibit tananam anggur di polybag dibuka pelan-pelan dengan silet atau gunting lalu dimasukkan ke tanah hingga rata dengan tanah. Pembukaan polybag harus pelan-pelan dan jangan sampai merusak akar tanaman anggur.
Tanaman anggur memang membutuhkan air namun jangan sampai terjadi genangan air. Sejak awal pertumbuhan disiram 2 kali sehari, kecuali hujan, dan sebulan sebelum dipangkas, penyiraman agar dihentikan.
Dua-tiga hari setelah dipangkas, tanaman disiram air lagi sebanyak-banyaknya. Seminggu sebelum penen, pengairan dihentikan dan 4 hari sebelum panen harus segera diairi lagi hingga tanahnya cukup basah.
Setelah tanaman berumur satu tahun, tunas cabang pokok disebut cabang primer dipangkas dan disisakan 0,5 meter. Tunas cabang sekunder menghasilkan cabang tersier yang tumbuh bersama bunga yang selanjutnya menghasilkan buah. Bersamaan dengan pemangkasan, semua daun dihilangkan/dipotong. Tunas-tunas tersier diatur agar bentuknya seperti sirip.
Hingga tanaman berumur 1 tahun, dipupuk dengan pupuk yang berunsur N (urea), dilakukan setiap 10 hari sekali sampai berumur 3 bulan, pemupukan 10 gram/pohon. Selanjutnya, tanaman 3-6 bulan butuh 15 gr/pohon setiap 15 hari sekali, 6-12 bulan butuh 50 gr/pohon setiap 30 hari sekali. Setelah tanaman berumur 4 tahun, pemupukan diberikan setahun sekali menjelang pemangkasan pembuahan.
Beberapa hal yang juga patut diperhatikan dalam pembudidayaan tanaman anggur, bulan Maret-April biasanya buahnya sedikit karena tidak sedang musim bunga, Juli-Agustus biasanya buahnya banyak, dalam memotong cabang subur ditinggalkan 4-10 mata tunas. Cabang yang dipangkas harus meneteskan air, bila tidak pemangkasan ditunda.
Selain itu, tunas yang tumbuh di atas bunga sebaiknya dipangkas, bila buhnya sudah besar sebesar biji asem, sebaiknya dilakukan penjarangan sebanyak 40-50 persen. Agar buah tak diserang hama, buahnya sebaiknya dibungkus dengan kertas semen atau kantong plastik transparan. Buah siap panen setelah pemangkasan bunga 105- 110 hari.
Sumber: tipspetani.blogspot.co.id
Teknik Menanam Bunga Merambat Dalam Pot
Perbedaan dengan kita menanam bunga biasa dengan bunga merambat adalah adanya tambahan kusus yang berupa tempat kita menanam serta perlengkapan yang harus kita siapkan.Jika anda berminat menanam bunga hias dalam sebuah pot,sebaiknya di buatkan rambatan kusus(pergola agar tanaman bisa merambat di sekitar pot.dengan demikian keunikan dan keindahan akan semakin terpancar.
Baiklah,biar tidak banyak obrolan,kali ini saya akan membagikan Tutorial Teknik menanam bunga merambat dalam sebuah pot ataupun menanam pada sebuah tanah biasa.langkah demi langkan yang mesti kita siapkan dan kita tempuh adalah sebagai berikut.
Yang pertama.siapkan peralatan yang di butuhkan terlebih dahulu,seperti Bibit tanaman yang sudah memiliki umur sekitar 2 bulanan,Pot,sekop kecil,pergola/tempat rambatanya serta media tanamannya yang berupa tanah kompos.
Langkah ke dua,buat terlebih dahulu model desain rambatan tersebut,bisa sesuka hati anda,namun kami sarankan,buatlah mirip seperti sebuah payung,agar memiliki seni dan keunikan.
Selanjutnya yang ketiga,pot plastik yang memiliki ukuran diameter 50 cm dan pot usahakan memiliki kaki,langkah ini agar saat penyiraman dan terkena hujan,air tidak mudah mengenangi pot tanaman hias tersebut.
Keempat,Media tanam yang kita gunakan berupa kompos yaitu dengan campuran ranah dengan sekam bakar,campur dengan coco peat.harap di ingat,sekam yang kita gunakan harus berupa sekam bakar yang banar matang dengan ciri warna yang hitam pekat.
Untuk Coco peatnya sendiri,sebaiknya gunakan juga yang telah matang,ciri coco peat matang memiliki warna hitam agak kecoklatan.
Selanjutnya,pupuk yang kita gunakan nantinya merupakan pupuk daun yang berupa Growmore,pupuk ini mampu cepat merangsang vegetatifnya.
setelah semua bahan kita siapkan,Lalu semua bahan di campur,Tanah,sekam bakar,coco peat dan pupuk.Untuk ukuran pencampuran masing-masing 50% kecuali pupuknya jika menggunakan pot ukuran 50 Cm,gunakan pupuk satu sendok makan,lalu semua bahan di campur.
lalu kita masukan ke dalam sebuah pot,selanjutnya tinggal kita tanam bunga hias tersebut.jangan lupa .tancapkan Pergola di samping tanaman,hal ini untuk membuat tanaman hias tersebut merambat dengan sendirinya.buatlah pergola yang unik serta terbuat dari bahan besi agar lebih tahan lama.
Setelah semua siap.langkah selanjutnya adalah perawatan,lakukan penyiraman 2 kali sehari pagi dan sore hari,biasanya dalam 3 bulan,tanaman merambat yang kita tanaman sudah menunjukan keunikanya dan bunga tanaman sudah mulai bermunculan.kuwajiban kita hanya merawatnya dengan baik,agar Tanaman hias merambat tersebut terus berkembang bias secara subur dan indah jika di pandang mata.semoga bermanfaat…
Sumber: merawatbunga.com
Label:
agribisnis,
agribisnispedia,
berkembang,
bunga,
design,
hias,
kompos,
menanam,
merambat,
model,
peralatan,
perawatan,
perbedaaan,
pot,
pot plastik,
pupuk,
teknik,
tutorial
Panduan Teknis Budidaya Wortel
Cara Budidaya Wortel – Wortel merupakan salah satu sayuran yang paling menjadi favorit bagi banyak orang yang ada di dunia ini. Ada banyak jenis wortel yang bisa kita kenal, setiap wortel pasti memiliki cara budidaya wortel yang berbeda-beda dan pastinya setiap orang belum tentu bisa melakukannya.
Untuk melakukan budidaya ini sebenarnya kita membutuhkan lahan yang cukup luas. Karena jika budidaya hanya dilakukan pada pekarangan rumah yang kecil hasilnya tidak akan maksimal seperti apa yang kita bayangkan.
Lahan yang besar yang bagus ditumbuhi wortel adalah lahan di dataran tinggi sekitar 1000 dpl yang akan sangat memberikan udara yang bagus.
Ada beberapa orang yang ingin sekali melakukan budidaya namun mereka belum tahu bagaimana cara melakukannya. Sebenarnya melakukan budidaya wortel bukan hal yang sulit karena semua orang pasti bisa melakukan budidaya ini.
Bibit yang digunakan juga akan sangat mempengaruhi apakah budidaya ini akan berhasil atau tidak. Jika bibit yang kita gunakan kualitasnya tidak bagus maka sudah dapat dipastikan bahwa wortel yang akan kita dapatkan juga pasti tidak bagus.
Jika kita bertanya apakah sebenarnya keuntungan jika kita melakukan budidaya ini, sebenarnya ada beberapa keuntungan yang akan diberikan. Berikut ini adalah kemungkinan keuntungan yang akan didapatkan antara lain:
Mendapatkan penghasilan tambahan dari hasil penjualan wortel yang akan kita jual ini.
Membuat tanah menjadi subur karena kita memberikan pupuk juga pada tanah yang ditanami tanaman.
Membuat udara segar karena ada banyak sekali tanaman yang akan ditanam.
Mencegah longsor, apabila kita melakukan penanaman di daerah pegunungan maka tanah akan ikut kuat dengan adanya tanaman ini.
Sama seperti budidaya tanaman yang lain pastinya cara budidaya wortel juga memiliki beberapa tahapan yang akan membantu kita untuk memahaminya. Berikut ini adalah tahapan yang harus dijalankan antara lain:
Persiapan lahan untuk menanam pohon wortel.
Penanaman tanaman wortel.
Pemeliharaan tanaman wortel yang sudah ditanam.
Pembasmian hama dan penyakit.
Pemanenan wortel.
Ada 2 jenis benih atau bibit wortel yang menjadi unggulan di kalangan banyak petani dan juga dikalangan pecinta tanaman. Berikut ini adalah kedua jenis bibit ini antara lain:
Tahapan awal budidaya wortel
Pada awal sekali kita harus memastikan lokasi atau lahan kita untuk menanam sudah cocok dan bisa untuk ditanami pohon wortel. Jika sudah menemukan dataran tinggi yang cocok langkah selanjutnya adalah kita bisa mengolah tanah yang ada pada lahan tersebut.
Tanah harus digarap dengan kedalaman sekitar 50 cm karena tanaman wortel merupakan umbi yang akan dipanen. Selain itu kita bisa menaburkan pupuk kompos pada tanah.
Tahapan kedua
Penanaman benih sudah dimulai pada tahap ini, benih wortel memiliki tekstur yang saling menempel satu sama lain jadi lebih baik jika kita pisahkan dengan cara menggosokannya. Ini merupakan cara yang mudah karena benih wortel bisa langsung ditanam tanpa harus melakukan penyemaian. Tanaman wortel biasanya akan tumbuh dalam waktu 10 hari.
Tahapan ketiga
Pada tahap ini tumbuhan wortel akan mendapatkan sejumlah perawatan seperti pemberian pupuk. Tanaman ini sebaiknya mengalami pemupukan sebanyak 1 kali dalam sebulan. Tanaman ini bisa diberikan pupuk setelah 1 bulan tumbuh. Pupuk yang baik untuk tanaman ini adalah pupuk kompos atau pupuk urea. Selain itu kita juga bisa melakukan penyiangan gulma pada tanaman wortel ini.
Tahapan keempat
Tanaman lahan seperti ini memang sangat rentan sekali terkena serangan hama oleh karena itu harus ada pembasmian hama secara rutin. Biasanya hama yang sering muncul adalah hama ulat tanah dan juga ulat daun.
Keduanya bisa dibasmi dengan cara mencari sarang mereka lalu kita musnahkan sarangnya. Penyiangan gulma juga merupakan salah satu alternatif cara untuk membasmi hama yang ada. Selain itu kita juga bisa menggunakan desinfektan.
Tahapan kelima
Jika sudah ditanam selama kurang lebih 3 bulan maka tanaman wortel ini sudah siap dipanen. Pemanenan wortel juga cukup mudah, kita hanya perlu mencabut tanaman ini lalu kita akan mendapatkan umbi yang matang setelah itu bisa dibersihkan dan dicuci. Maka setelah itu umbi yang disebut sebagai wortel.
Membaca artikel ini mungkin saja akan mendorong kita untuk melakukan cara budidaya wortel yang ternyata cukup mudah. Wortel yang dipanen hasilnya juga akan ditentukan dari benih yang kita gunakan pada saat menanam. Jangan sampai benih yang kita gunakan ini merupakan kualitas rendah karena juga akan pengaruh ke hasil dari budidaya ini.
Sumber: agroteknologi.web.id
Budidaya Melon Buah Primadona Musim Kemarau
Budidaya melon buah primadona musim kemarau – Cuaca terik musim kemarau (panas) paling enak makan buah-buahan yang mengandung air, salah satunya melon. Buah melon memang menjadi salah satu primadona kala musim kemarau. Tidak heran berapapun jumlah buah yang diproduksi / dipanen petani langsung habis untuk memenuhi pesanan pedagang besar untuk didistribusikan ke seluruh Indonesia.
Melihat besarnya peluang pasar dari buah melon, banyak petani yang tergiur mengembangkan atau membudidayakan tanaman melon. Tetapi bukan perkara mudah untuk membudidayakan tanaman melon. Karena butuh perawatan intensif kalau mau panen raya. Perawatan intensif tersebut berbanding lurus dengan modal yang harus dikeluarkan. Petani bisa mengeluarkan biaya lebih dari Rp 100 juta untuk budidaya 45 kepek benih dengan luas area tanam bisa mencapai dua hektare.
Biaya mahal karena perawatan dilakukan setiap hari. Petani melakukan penyemprotan berbagai jenis pestisida, fungisida dan pupuk daun. Bahkan untuk memudahkan perawatan, petani membangun gubuk di tengah hamparan untuk tempat tinggal selama masa budidaya. Melon merupakan tanaman rentan penyakit. Paling riskan adalah serangan jamur. Kalau sampai terlambat penanganan pasti akan gagal panen.
Budidaya melon diawali dengan persiapan lahan. Banyak petani yang memanfaatkan sawah yang dibiarkan kering oleh pemiliknya. Contohnya para petani Kulonprogo yang memanfaatkan sawah di Kecamatan Purwodadi, Bagelen dan Ngombol Purworejo. Para petani tersebut menyewa kepada petani pemilik lahan Rp 800 ribu per hektare selama satu musim tanam.
Kebanyakan petani tidak menggunakan mulsa plastik, melainkan langsung membuat gundukan tanah. Bibit ditanam di gundukan itu, lalu dibiarkan tumbuh, sulurnya akan menjalar ke sekitarnya. Jarak antar gundukan kurang lebih satu meter.
Selesai persiapan lahan lahan, dimulailah penanaman. Adapun untuk penyiraman, petani membuat sumur bor dan menyedotnya menggunakan mesin pompa. Lapisan tanah sawah terutama di dekat pesisir mudah menyerap air karena ada sedikit pasir sehingga tanaman terhindar dari genangan.
Untuk penyemprotan, dilakukan rutin setiap hari menggunakan mesin sprayer. Karena penggunaan mesin ini menurut banyak petani lebih mudah dalam proses mengingat luasnya area budidaya yang harus ditangani.
Dalam dua bulan, buah melon tumbuh seberat 1 – 2 kilogram per butir dengan guratan jaring di permukaan kulitnya. Melon memiliki kadar gula hingga 14 persen dan mengandung banyak air. Setiap hektare lahan melon mampu menghasilkan hingga 25 ton buah, itulah jenis super, pasar sangat menyukai.
Tetapi hasil bagus terkadang tidak berbanding lurus dengan pendapatan. Harga pasar untuk buah melon mempengaruhi hasil yang akan mereka peroleh. Untuk budidaya tahun 2015, hasil yang didapat petani melon kurang menggembirakan.
Pedagang membeli melon Rp 16 juta per truk atau seberat kurang lebih 6,5 ton. Padahal biasanya pedagang mau membeli dengan harga Rp 28 juta per truk apabila sedang kemarau panjang. Menurut pedagang yang membeli melon, karena panen raya melon di mana-mana mengakibatkan kota-kota besar di Indonesia juga diserbu oleh melon-melon dari daerah lain yang sedang panen melon juga.
Kendati budidaya melon selalu dihantui ketidakpastian, namun para petani khususnya yang dari Kulonprogo ini tidak ada kapok-kapoknya untuk membudidayakan melon. Karena berhubung lahan di Kulonprogo sudah penuh oleh melon maka para petani banyak yang menginvasi ke lahan di Kabupaten Purworejo. Tanah di Kabupaten Purworejo cocok untuk melon selain karena struktur tanahnya, sawahnya juga masih subur akibat ada sisa pupuk dari budidaya padi sebelumnya.
Demikian info peluang usaha tentang budidaya melon buah primadona musim kemarau semoga bermanfaat.
Sumber: solehagus.com
TENTANG PERTANIAN
Belakangan ini dikenal dua konsep pertanian dalam praktik usaha tanidi indonesia, yaitu konsep Pertanian Konvensional dan konsep Pertanian Organik.
Pertanian konvensional bisa diartikan sebagai praktik usaha tani dengan kecenderungan pada pendekatan konsep kimia tanah. Sementara itu, Pertanian Organik bisa diartikan sebagai praktik usaha tani dengan cenderungan pada pendekatan konsep biologi tanah. Konsep ini lahir atas prakarsa"pecinta lingkungan" sebagai upaya untuk mereklamasi tanah tersebut dalam praktiknya mensyaratkan pengguna hanya benih lokal dan pupuk organik ( pupuk kandang, pupuk hijau, dan kompos ) bahkan menolak pemakaian benih hibrida dan pupuk kimia.
Seiring dengan problematika praktik usaha tani hortikultura di indonesia, dengan membuat artikel ini mudah-mudahan memberi manfaat dan peningkatan dalam usaha tani.
tentang pertanian PETUNJUK BUDIDAYA
Petunjuk Budidaya merupakan faktor utama dalam usaha tani, Dalam melakukan pratek budidaya juga diperlukan pengentahuan dan mental khusus dalam melakukan budidaya. Budidaya tanaman bisa dikatakan cukup sulit dan juga bisa dikatakan cukup mudah, dari petani sendiri pun mempunyai teknis dan cara budidaya yang berbeda-beda.
tentang pertanian PENYAKIT TANAMAN
Penyakit Tanaman bisa disebabkan oleh jamur bakteri, Virus, dan terjadinya kekurangan atau kelebihan unsur hara. Penyakit tidak hanya menyerang tanaman yang masih di persemaian, tetapi juga tanaman dewasa. Bahkan satu tanaman bisa menderita dua atau lebih penyakit sekaligus (komplikasi). Biasanya, komplikasi penyakit dalam satu tanaman bisa diatasi dengan menggunakan pestisida yang memiliki spektrum yang lebih luas atau yang bisa mengendalikan dua atau lebih penyakit,misalnya pestisida untuk phytopora dan xyropthonia. Bisa juga menggunakan dua fungisida yang spesifik, yakni fungisida sistemik dan kontak, yang digabungkan untuk mengendalikan dua penyakit sekaligus secara bersamaan.
CARA PENGGUNAAN PESTISIDA »
Penggunaan Pestisida yang tepat dosis dan anjuran merupakan hal terpenting dalam mengendaikan hama maupun penyakit sesuai tingkat dan kekebalan hama dan penyakit menyerang suatu tanaman. Cara Penggunaan Pestisida yang benar juga dapat menentukan hasil yang yang lebih baik. Penggunakan Pestisida kebanyakan pada umumnya tidak mengontrol perkembangan dan kekebalan hama/penyakit. sehingga pestisida yang digunakan tidak seimbang dengan kekebalan hama dan penyakit
tentang pertanian CARA MEMILIH PESTISIDA »
Dari hasil pengamatan selama ini para petani masih banyak betul belum memahami kegunaan dan cara memilih pestisida yang benar-benar tepat pada sasaran. Melainkan hanya ikut-ikutan dari mulut kemulut antar petani A ke petani B. Padahal setiap tanaman yang mereka budidaya memiliki kebutuhan juga masalah dan penyakit yang berbeda-beda, tanaman A terserang hama thrips sedangkan tanaman B terserang hama ulat grayak, Petani A membanggakan produknya karena berhasil tuntas dalam membratas hama pada tanamannya, Karena petani B bingung dengan keadaan tanamannya yang terserang hama juga dan ingin juga hama pada tanamannya bisa dibratas/kendalikan.
tentang pertanian TENTANG PUPUK PHONSKA »
Pupuk phonska atau dikenal pula dengan sebutan pupuk majemuk NPK adalah pupuk yang terdiri atas lebih dari satu unsur hara utama. Unsur hara tersebut bisa NP, NK, dan NPK. Pupuk ini dibuat dari urea, ammonium, ZA, DAP, MAP, TSP, KCL,ZK, Phospat, zeolit, Dolomit, kieserit, TE serta tambahan zat lain. Kekayaan kandungan zat dalam pupuk ini memungkinkan pemupukan terpadu atas tanaman.
tentang pertanian TENTANG PUPUK UREA »
Pupuk urea merupakan zat yang membantu pertumbuhan tanaman. Pupuk Urea dibuat secara kimiawi dengan kandungan kadar nitrogen yang cukup tinggi. Mayoritas pupuk urea yang beredar di pasaran mengandung unsur hara nitrogen (N) dengan kadar 46%. Artinya, setiap 100 kilogram pupuk urea, mengandung 46 kilogram nitrogen di dalamnya.
tentang pertanian UNSUR HARA MAKRO »
Unsur hara yang dibutuhkan tanaman meliputi Unsur Hara Makro dan Unsur Hara Mikro. Unsur Hara Makro adalah unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang relatif besar dibandingkan unsur hara lainya. contoh Unsur Hara Makro adalah Nitrogen (N), Phosphor (P), Kalium (K), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), dan Sulfur (S).
tentang pertanian UNSUR HARA MIKRO »
Unsur hara yang dibutuhkan tanaman meliputi Unsur Hara Mikro dan Unsur Hara Makro. Unsur Hara Mikro adalah unsur hara yang diperlukan tanaman dalam jumlah yang sangat kecil, tetapi fungsinya penting dan tidak tergantikan. contoh Unsur Hara Mikro atara lain Molibdenum (Mo), Besi (Fe), Boron (B), Seng (Zn), Mangan (Mn), Tembaga (Cu), dan Khlor (Cl).
Sumber: faedahjaya.com
Pertanian konvensional bisa diartikan sebagai praktik usaha tani dengan kecenderungan pada pendekatan konsep kimia tanah. Sementara itu, Pertanian Organik bisa diartikan sebagai praktik usaha tani dengan cenderungan pada pendekatan konsep biologi tanah. Konsep ini lahir atas prakarsa"pecinta lingkungan" sebagai upaya untuk mereklamasi tanah tersebut dalam praktiknya mensyaratkan pengguna hanya benih lokal dan pupuk organik ( pupuk kandang, pupuk hijau, dan kompos ) bahkan menolak pemakaian benih hibrida dan pupuk kimia.
Seiring dengan problematika praktik usaha tani hortikultura di indonesia, dengan membuat artikel ini mudah-mudahan memberi manfaat dan peningkatan dalam usaha tani.
tentang pertanian PETUNJUK BUDIDAYA
Petunjuk Budidaya merupakan faktor utama dalam usaha tani, Dalam melakukan pratek budidaya juga diperlukan pengentahuan dan mental khusus dalam melakukan budidaya. Budidaya tanaman bisa dikatakan cukup sulit dan juga bisa dikatakan cukup mudah, dari petani sendiri pun mempunyai teknis dan cara budidaya yang berbeda-beda.
tentang pertanian PENYAKIT TANAMAN
Penyakit Tanaman bisa disebabkan oleh jamur bakteri, Virus, dan terjadinya kekurangan atau kelebihan unsur hara. Penyakit tidak hanya menyerang tanaman yang masih di persemaian, tetapi juga tanaman dewasa. Bahkan satu tanaman bisa menderita dua atau lebih penyakit sekaligus (komplikasi). Biasanya, komplikasi penyakit dalam satu tanaman bisa diatasi dengan menggunakan pestisida yang memiliki spektrum yang lebih luas atau yang bisa mengendalikan dua atau lebih penyakit,misalnya pestisida untuk phytopora dan xyropthonia. Bisa juga menggunakan dua fungisida yang spesifik, yakni fungisida sistemik dan kontak, yang digabungkan untuk mengendalikan dua penyakit sekaligus secara bersamaan.
CARA PENGGUNAAN PESTISIDA »
Penggunaan Pestisida yang tepat dosis dan anjuran merupakan hal terpenting dalam mengendaikan hama maupun penyakit sesuai tingkat dan kekebalan hama dan penyakit menyerang suatu tanaman. Cara Penggunaan Pestisida yang benar juga dapat menentukan hasil yang yang lebih baik. Penggunakan Pestisida kebanyakan pada umumnya tidak mengontrol perkembangan dan kekebalan hama/penyakit. sehingga pestisida yang digunakan tidak seimbang dengan kekebalan hama dan penyakit
tentang pertanian CARA MEMILIH PESTISIDA »
Dari hasil pengamatan selama ini para petani masih banyak betul belum memahami kegunaan dan cara memilih pestisida yang benar-benar tepat pada sasaran. Melainkan hanya ikut-ikutan dari mulut kemulut antar petani A ke petani B. Padahal setiap tanaman yang mereka budidaya memiliki kebutuhan juga masalah dan penyakit yang berbeda-beda, tanaman A terserang hama thrips sedangkan tanaman B terserang hama ulat grayak, Petani A membanggakan produknya karena berhasil tuntas dalam membratas hama pada tanamannya, Karena petani B bingung dengan keadaan tanamannya yang terserang hama juga dan ingin juga hama pada tanamannya bisa dibratas/kendalikan.
tentang pertanian TENTANG PUPUK PHONSKA »
Pupuk phonska atau dikenal pula dengan sebutan pupuk majemuk NPK adalah pupuk yang terdiri atas lebih dari satu unsur hara utama. Unsur hara tersebut bisa NP, NK, dan NPK. Pupuk ini dibuat dari urea, ammonium, ZA, DAP, MAP, TSP, KCL,ZK, Phospat, zeolit, Dolomit, kieserit, TE serta tambahan zat lain. Kekayaan kandungan zat dalam pupuk ini memungkinkan pemupukan terpadu atas tanaman.
tentang pertanian TENTANG PUPUK UREA »
Pupuk urea merupakan zat yang membantu pertumbuhan tanaman. Pupuk Urea dibuat secara kimiawi dengan kandungan kadar nitrogen yang cukup tinggi. Mayoritas pupuk urea yang beredar di pasaran mengandung unsur hara nitrogen (N) dengan kadar 46%. Artinya, setiap 100 kilogram pupuk urea, mengandung 46 kilogram nitrogen di dalamnya.
tentang pertanian UNSUR HARA MAKRO »
Unsur hara yang dibutuhkan tanaman meliputi Unsur Hara Makro dan Unsur Hara Mikro. Unsur Hara Makro adalah unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang relatif besar dibandingkan unsur hara lainya. contoh Unsur Hara Makro adalah Nitrogen (N), Phosphor (P), Kalium (K), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), dan Sulfur (S).
tentang pertanian UNSUR HARA MIKRO »
Unsur hara yang dibutuhkan tanaman meliputi Unsur Hara Mikro dan Unsur Hara Makro. Unsur Hara Mikro adalah unsur hara yang diperlukan tanaman dalam jumlah yang sangat kecil, tetapi fungsinya penting dan tidak tergantikan. contoh Unsur Hara Mikro atara lain Molibdenum (Mo), Besi (Fe), Boron (B), Seng (Zn), Mangan (Mn), Tembaga (Cu), dan Khlor (Cl).
Sumber: faedahjaya.com
Ini Bedanya Sistem Pertanian Organik Dan Anorganik

Maka tak heran, jika sejak dua tahun terakhir banyak sayuran-sayuran, buah-buahan organik yang dijual di pasar tradisional dan pasar modern.
Sebenarnya jika dipelajari, sayuran dan buah organik merupakan hasil dari pertanian organik dengan cara bercocok tanam tanpa menggunakan bahan kimia.
Sehingga mampu menghasilkan bahan pangan yang bergizi tinggi, sehat, tanpa bahan kimia, dan tidak merusak lingkungan disekitar pertanian.
Selain itu, masyarakat yang mulai mengutamakan kesehatan dengan mulai memilih bahan pangan organik.
Menjadi faktor penting semakin bertambah petani yang menerapkan sistim pertanian organik, karena dengan banyaknya masyarakat yang lebih memilih bahan pangan organik membuat permintaan bahan pangan organik semakin meningkat dan menjadi ladang bisnis yang menguntungkan bagi petani.
Saat ini pemerintah Indonesia sedang berusaha menerapkan program pangan sehat, untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat menggunakan bahan pangan organik dan menyarankan para petani agar menggunakan teknik pertanian organik dari pada sistem pertanian anorganik (konvensional).
Pada dasarnya, pertanian organik dan anorganik menggunakan teknik yang hampir sama. Namun, yang menjadikan keduanya berbeda adalah penggunaan pupuk. Jika di pertanian organik bahan-bahan dasar yang digunakan bersifat aman dan tidak merusak alam, karena bahan dasar pembuatannya dari alam.
Sedangkan pupuk anorganik lebih banyak menggunakan bahan-bahan yang terbuat dari kimia, sehingga proses panen tanaman lebih cepat.
Perbedaan pertanian organik dan pertanian anorganik dapat dilihat dari beberapa aspek, antara lain ;
Proses Persiapan dan Pemilihan Bibit
Bibit pada pertanian organik berasal dari tanaman alami, namun pada pertanian anorganik bibit berasal dari hasil rekayasa atau persilangan genetik.
Proses Pengolahan Tanah
Pada pertanian Anorganik sebagian besar menggunakan traktor mesin, sehingga tanah menjadi padat dan mengakibatkan organisme tanah mati.
Sedangkan pada pertanian organik tanah diolah seminimal mungkin, sehingga organime tanah tetap hidup dan memperkecil risiko kerusakan tanah.
Proses Persemaian atau Persiapan Penanaman Bibit
Pertanian organik dilakukan secara alami tanpa pestisida, sedangkan pertanian Anorganik dilakukan dengan pestisida dan bahan kimia.
Proses Penanaman
Pada pertanian organik saat proses penanaman hingga panen menggunakan teknik sejenis Bibit dan tidak ada kombinasi, sementara di pertanian organik terdapat macam-macam jenis tanaman dengan kombinasi tanaman pendamping dan tentunya menggunakan penataan tanaman yang lebih baik dari pertanian organik.
Proses Pengairan
Pertanian organik menggunakan air bersih dan bebas dari bahan kimia untuk pengairan, sedangkan pada pertanian organik menggunakan air yang sudah dicampur dengan pestisida dan bahan kimia untuk menjaga tanaman tetap sehat serta mempercepat pertumbuhan.
Proses Pemupukan
Pertanian anorganik menggunakan pupuk kimia buatan pabrik, sedangkan sebagian besar pertanian organik menggunakan pupuk kandang dan kompos buatan petani sendiri.
Proses Pengendalian Hama dan Penyakit
Pertanian organik menggunakan pestisida dan zat kimia lainnya, sedangkan pertanian organik menggunakan pengendalian dengan manual dan pertimbangan alam.
Proses Panen Produksi
Hasil panen pertanian organik lebih bersih dan sehat untuk dikonsumsi, sementara hasil pertanian anorganik kurang baik dan kemungkinan sudah tercemar zat kimia.
Sumber: agroteknologi.web.id
Label:
agribisnis,
agribisnispedia,
bahan pangan,
bersih,
buah,
gizi tinggi,
hama,
organik,
panen,
penanaman,
pengairan,
penyakit,
pertanian,
pertanian organik anorganik,
petani,
pupuk,
sayur,
sehat
Langganan:
Komentar (Atom)



