Belakangan ini dikenal dua konsep pertanian dalam praktik usaha tanidi indonesia, yaitu konsep Pertanian Konvensional dan konsep Pertanian Organik.
Pertanian konvensional bisa diartikan sebagai praktik usaha tani dengan kecenderungan pada pendekatan konsep kimia tanah. Sementara itu, Pertanian Organik bisa diartikan sebagai praktik usaha tani dengan cenderungan pada pendekatan konsep biologi tanah. Konsep ini lahir atas prakarsa"pecinta lingkungan" sebagai upaya untuk mereklamasi tanah tersebut dalam praktiknya mensyaratkan pengguna hanya benih lokal dan pupuk organik ( pupuk kandang, pupuk hijau, dan kompos ) bahkan menolak pemakaian benih hibrida dan pupuk kimia.
Seiring dengan problematika praktik usaha tani hortikultura di indonesia, dengan membuat artikel ini mudah-mudahan memberi manfaat dan peningkatan dalam usaha tani.
tentang pertanian PETUNJUK BUDIDAYA
Petunjuk Budidaya merupakan faktor utama dalam usaha tani, Dalam melakukan pratek budidaya juga diperlukan pengentahuan dan mental khusus dalam melakukan budidaya. Budidaya tanaman bisa dikatakan cukup sulit dan juga bisa dikatakan cukup mudah, dari petani sendiri pun mempunyai teknis dan cara budidaya yang berbeda-beda.
tentang pertanian PENYAKIT TANAMAN
Penyakit Tanaman bisa disebabkan oleh jamur bakteri, Virus, dan terjadinya kekurangan atau kelebihan unsur hara. Penyakit tidak hanya menyerang tanaman yang masih di persemaian, tetapi juga tanaman dewasa. Bahkan satu tanaman bisa menderita dua atau lebih penyakit sekaligus (komplikasi). Biasanya, komplikasi penyakit dalam satu tanaman bisa diatasi dengan menggunakan pestisida yang memiliki spektrum yang lebih luas atau yang bisa mengendalikan dua atau lebih penyakit,misalnya pestisida untuk phytopora dan xyropthonia. Bisa juga menggunakan dua fungisida yang spesifik, yakni fungisida sistemik dan kontak, yang digabungkan untuk mengendalikan dua penyakit sekaligus secara bersamaan.
CARA PENGGUNAAN PESTISIDA »
Penggunaan Pestisida yang tepat dosis dan anjuran merupakan hal terpenting dalam mengendaikan hama maupun penyakit sesuai tingkat dan kekebalan hama dan penyakit menyerang suatu tanaman. Cara Penggunaan Pestisida yang benar juga dapat menentukan hasil yang yang lebih baik. Penggunakan Pestisida kebanyakan pada umumnya tidak mengontrol perkembangan dan kekebalan hama/penyakit. sehingga pestisida yang digunakan tidak seimbang dengan kekebalan hama dan penyakit
tentang pertanian CARA MEMILIH PESTISIDA »
Dari hasil pengamatan selama ini para petani masih banyak betul belum memahami kegunaan dan cara memilih pestisida yang benar-benar tepat pada sasaran. Melainkan hanya ikut-ikutan dari mulut kemulut antar petani A ke petani B. Padahal setiap tanaman yang mereka budidaya memiliki kebutuhan juga masalah dan penyakit yang berbeda-beda, tanaman A terserang hama thrips sedangkan tanaman B terserang hama ulat grayak, Petani A membanggakan produknya karena berhasil tuntas dalam membratas hama pada tanamannya, Karena petani B bingung dengan keadaan tanamannya yang terserang hama juga dan ingin juga hama pada tanamannya bisa dibratas/kendalikan.
tentang pertanian TENTANG PUPUK PHONSKA »
Pupuk phonska atau dikenal pula dengan sebutan pupuk majemuk NPK adalah pupuk yang terdiri atas lebih dari satu unsur hara utama. Unsur hara tersebut bisa NP, NK, dan NPK. Pupuk ini dibuat dari urea, ammonium, ZA, DAP, MAP, TSP, KCL,ZK, Phospat, zeolit, Dolomit, kieserit, TE serta tambahan zat lain. Kekayaan kandungan zat dalam pupuk ini memungkinkan pemupukan terpadu atas tanaman.
tentang pertanian TENTANG PUPUK UREA »
Pupuk urea merupakan zat yang membantu pertumbuhan tanaman. Pupuk Urea dibuat secara kimiawi dengan kandungan kadar nitrogen yang cukup tinggi. Mayoritas pupuk urea yang beredar di pasaran mengandung unsur hara nitrogen (N) dengan kadar 46%. Artinya, setiap 100 kilogram pupuk urea, mengandung 46 kilogram nitrogen di dalamnya.
tentang pertanian UNSUR HARA MAKRO »
Unsur hara yang dibutuhkan tanaman meliputi Unsur Hara Makro dan Unsur Hara Mikro. Unsur Hara Makro adalah unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang relatif besar dibandingkan unsur hara lainya. contoh Unsur Hara Makro adalah Nitrogen (N), Phosphor (P), Kalium (K), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), dan Sulfur (S).
tentang pertanian UNSUR HARA MIKRO »
Unsur hara yang dibutuhkan tanaman meliputi Unsur Hara Mikro dan Unsur Hara Makro. Unsur Hara Mikro adalah unsur hara yang diperlukan tanaman dalam jumlah yang sangat kecil, tetapi fungsinya penting dan tidak tergantikan. contoh Unsur Hara Mikro atara lain Molibdenum (Mo), Besi (Fe), Boron (B), Seng (Zn), Mangan (Mn), Tembaga (Cu), dan Khlor (Cl).
Sumber: faedahjaya.com
Minggu, 16 Oktober 2016
Ini Bedanya Sistem Pertanian Organik Dan Anorganik

Maka tak heran, jika sejak dua tahun terakhir banyak sayuran-sayuran, buah-buahan organik yang dijual di pasar tradisional dan pasar modern.
Sebenarnya jika dipelajari, sayuran dan buah organik merupakan hasil dari pertanian organik dengan cara bercocok tanam tanpa menggunakan bahan kimia.
Sehingga mampu menghasilkan bahan pangan yang bergizi tinggi, sehat, tanpa bahan kimia, dan tidak merusak lingkungan disekitar pertanian.
Selain itu, masyarakat yang mulai mengutamakan kesehatan dengan mulai memilih bahan pangan organik.
Menjadi faktor penting semakin bertambah petani yang menerapkan sistim pertanian organik, karena dengan banyaknya masyarakat yang lebih memilih bahan pangan organik membuat permintaan bahan pangan organik semakin meningkat dan menjadi ladang bisnis yang menguntungkan bagi petani.
Saat ini pemerintah Indonesia sedang berusaha menerapkan program pangan sehat, untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat menggunakan bahan pangan organik dan menyarankan para petani agar menggunakan teknik pertanian organik dari pada sistem pertanian anorganik (konvensional).
Pada dasarnya, pertanian organik dan anorganik menggunakan teknik yang hampir sama. Namun, yang menjadikan keduanya berbeda adalah penggunaan pupuk. Jika di pertanian organik bahan-bahan dasar yang digunakan bersifat aman dan tidak merusak alam, karena bahan dasar pembuatannya dari alam.
Sedangkan pupuk anorganik lebih banyak menggunakan bahan-bahan yang terbuat dari kimia, sehingga proses panen tanaman lebih cepat.
Perbedaan pertanian organik dan pertanian anorganik dapat dilihat dari beberapa aspek, antara lain ;
Proses Persiapan dan Pemilihan Bibit
Bibit pada pertanian organik berasal dari tanaman alami, namun pada pertanian anorganik bibit berasal dari hasil rekayasa atau persilangan genetik.
Proses Pengolahan Tanah
Pada pertanian Anorganik sebagian besar menggunakan traktor mesin, sehingga tanah menjadi padat dan mengakibatkan organisme tanah mati.
Sedangkan pada pertanian organik tanah diolah seminimal mungkin, sehingga organime tanah tetap hidup dan memperkecil risiko kerusakan tanah.
Proses Persemaian atau Persiapan Penanaman Bibit
Pertanian organik dilakukan secara alami tanpa pestisida, sedangkan pertanian Anorganik dilakukan dengan pestisida dan bahan kimia.
Proses Penanaman
Pada pertanian organik saat proses penanaman hingga panen menggunakan teknik sejenis Bibit dan tidak ada kombinasi, sementara di pertanian organik terdapat macam-macam jenis tanaman dengan kombinasi tanaman pendamping dan tentunya menggunakan penataan tanaman yang lebih baik dari pertanian organik.
Proses Pengairan
Pertanian organik menggunakan air bersih dan bebas dari bahan kimia untuk pengairan, sedangkan pada pertanian organik menggunakan air yang sudah dicampur dengan pestisida dan bahan kimia untuk menjaga tanaman tetap sehat serta mempercepat pertumbuhan.
Proses Pemupukan
Pertanian anorganik menggunakan pupuk kimia buatan pabrik, sedangkan sebagian besar pertanian organik menggunakan pupuk kandang dan kompos buatan petani sendiri.
Proses Pengendalian Hama dan Penyakit
Pertanian organik menggunakan pestisida dan zat kimia lainnya, sedangkan pertanian organik menggunakan pengendalian dengan manual dan pertimbangan alam.
Proses Panen Produksi
Hasil panen pertanian organik lebih bersih dan sehat untuk dikonsumsi, sementara hasil pertanian anorganik kurang baik dan kemungkinan sudah tercemar zat kimia.
Sumber: agroteknologi.web.id
Label:
agribisnis,
agribisnispedia,
bahan pangan,
bersih,
buah,
gizi tinggi,
hama,
organik,
panen,
penanaman,
pengairan,
penyakit,
pertanian,
pertanian organik anorganik,
petani,
pupuk,
sayur,
sehat
Langganan:
Postingan (Atom)